Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatatkan kenaikan signifikan jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan, total jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan mencapai angka ratusan ribu pada periode ini.
Hidayat menyebut, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mayoritas terjadi di pusat perbelanjaan atau mal. Ia mengklaim peningkatan kunjungan wisata tersebut berkaitan dengan gelaran Surabaya Holiday Super Sale.
“Total [wisatawan] yang masuk itu sekitar 500.000-an, itu pun banyaknya ke mal-mal karena sekarang ini lagi ada Surabaya Holiday Super Sale itu,” beber Hidayat, Rabu (31/12/2025).
Tidak hanya mal, Hidayat menjelaskan, kunjungan ke destinasi wisata lainnya, seperti Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran juga disebut ramai dikunjungi oleh wisatawan. Selama libur panjang Nataru kali ini, total pengunjung di THP Kenjeran mencapai 10.000 orang.
“Malah ada juga lima orang [wisatawan] asing, lumayan ada yang berkunjung di sana,” tambah Hidayat.
Hidayat juga menyebutkan, destinasi perahu wisata di Taman Prestasi juga tak kalah menarik minat wisatawan pada periode libur kali ini. Jumlah kunjungan wisata perahu tercatat menyentuh hingga 3.000 wisatawan lokal. Selain itu, terdapat tujuh wisatawan asing yang juga mencoba wisata perahu di Taman Prestasi.
“Ada juga [wisatawan] yang mengunjungi tempat wisata yang dibuat oleh investor. Seperti di Shanghai Park di Pakuwon City Mal itu juga ramai, kemudian di floating market juga ramai,” ujarnya.
Menurutnya, alasan banyaknya wisatawan yang berminat mengunjungi Surabaya pada libur Nataru tahun ini karena helatan Surabaya Holiday Super Sale. Selanjutnya, banyak wisatawan yang mempertimbangkan potensi cuaca ekstrem bila berpergian ke luar kota.
“Karena kan BMKG sebelumnya juga sudah memperingatkan soal cuaca ekstrem. Jadi kalau pun pergi keluar kota mereka akan mempertimbangkan ya,” ungkapnya.
Hidayat menyampaikan, wisata di Kota Surabaya tidak kalah menarik dari kota-kota lain sebagai tempat jujukan wisata. Selain mal, masih banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk berwisata bersama keluarga, seperti di Tunjungan Romansa dan Kota lama.
Hidayat berharap, dengan hadirnya berbagai gelaran dan destinasi wisata tersebut, wisatawan dapat betah melancong ke Surabaya. Hidayat berkomitmen, pihaknya juga terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan Surabaya agar jumlah wisatawan terus meningkat ke depannya.
“Bahkan pertandingan e-sport juga terus kita galakkan, karena sekarang ini banyak sekali penonton [e-sport] dari luar kota, mereka merasa nyaman di Surabaya,” ucapnya.
Hidayat mengungkapkan, pada malam pergantian tahun, hampir semua titik hotel, kafe, dan mal juga menghadirkan banyak kegiatan menarik. Hanya saja, lanjut dia, Surabaya tidak menggelar pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap warga yang terdampak bencana di Sumatra dan berbagai daerah lain di penjuru negeri.
“Yang tidak diperbolehkan hanya kembang api, karena kan kita bagian dari Indonesia. Kalau sebagian dari Indonesia lagi prihatin, masak kita menyalakan kembang api? Wali Kota juga sudah menyarankan jangan,” pungkasnya.