Bisnis.com, MALANG— SiteTelkomsel dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terdampak erupsi Gunung Semeru yang berlangsung sejak Rabu (19/11/2025).
Manager Network Operations and Productivity Jember Telkomsel, Malikun, mengatakan - Telkomsel menyampaikan turut prihatin atas bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang dan semoga segera pulih kembali
“Saat ini kondisi sinyal Telkomsel di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru dalam kondisi optimal. Site yang beroperasi dalam kondisi normal dan tidak terdampak,” katanya dihubungi Minggu (23/11/2025).
Menurutnya, Telkomsel terus melakukan monitoring sebanyak lima titik site, yang meng-cover wilayah lokasi pengungsian untuk senantiasa beroperasi dalam kondisi optimal.
“Apresiasi kami sampaikan kepada pelanggan atas kesetiaannya untuk tetap menggunakan layanan Telkomsel,” ucapnya.
Adapun hingga Jumat (21/11/2025), ada 499 warga yang dilaporkan masih mengungsi imbas awan panas guguran atau erupsi Gunung Semeru.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur, Satriyo Nurseno menjelaskan, berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh pihaknya, tercatat sebanyak ratusan warga yang masih mengungsi tersebut tersebar di tiga titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
“Data sementara, total jumlah pengungsi 499 jiwa,” ungkap Satriyo, Jumat (21/11/2025) siang.
Ia menjelaskan, warga yang awalnya mengungsi Balai Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, saat ini dipindahkan ke SMPN 2 Pronojiwo. Rinciannya, terdapat sekitar 239 warga, yang terdiri atas 180 dewasa, 12 anak-anak, 30 balita, seorang disabilitas, serta delapan lansia.
"Di Balai Desa Oro-Oro Ombo sudah nihil, pengungsi dipindahkan ke SMPN 2 Pronojiwo," bebernya.
Selanjutnya, di titik lainnya, yakni SDN 04 Supiturang, Pronojiwo, tercatat sekitar 91 jiwa masih mengungsi. Rinciannya, terdiri atas 64 dewasa, 13 lansia, tujuh anak-anak, lima balita, dan dua disabilitas.
Adapun sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, seperti SDN 02 Sumberurip, Masjid Ar-Rahmah Desa Oro-Oro Ombo, hingga Masjid Nurul Jadid Desa Supiturang telah ditinggalkan warga yang sebelumnya mengungsi karena telah dipindahkan ke titik aman maupun pulang ke kediamannya masing-masing.
Sementara itu, seluruh titik pengungsian di Kecamatan Candipuro, seperti Balai Desa Penanggal, Kantor Kecamatan Candipuro, dan Rumah Kepala Desa Sumbermujur tidak digunakan lagi sesudah seluruh warga yang sempat mengungsi dilaporkan pulang ke rumah masing-masing.