Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 10 jalan tol baru yang beroperasi fungsional sepanjang 291,13 km untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026/Idulfitri 1447 H. Jalur-jalur ini dapat dilintasi tanpa tarif bagi para pemudik.
Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan bahwa percepatan konstruksi dilakukan agar sejumlah ruas strategis siap digunakan secara terbatas. Langkah ini diklaim menjadi solusi teknis untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi di titik-titik krusial jalur utama mudik.
”Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama,” ujar Dody dalam keterangannya, dikutip Kamis (12/3/2026).
Di Pulau Jawa, enam ruas tol bakal dibuka fungsional, termasuk Tol Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1—3 sepanjang 49,68 km dan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 52 km. Selain itu, Tol Serang–Panimbang Seksi 2, Ciawi–Sukabumi Seksi 3, Solo–Yogyakarta, dan Yogyakarta–Bawen juga akan dioperasikan secara terbatas.
Untuk wilayah Sumatra, terdapat Tol Sigli–Banda Aceh (24,67 km), Palembang–Betung (53,20 km), serta Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (12,86 km).
Sementara di Kalimantan, pemerintah memfungsikan Akses Tol IKN sepanjang 52,37 km khusus untuk kendaraan Golongan I.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Wilan Oktavian menegaskan bahwa pengoperasian jalur ini akan mengikuti diskresi Kepolisian di lapangan.
"Pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya," jelas Wilan.
Selain infrastruktur jalan, juga telah disiapkan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area fungsional. Fasilitas ini tersebar di berbagai titik, mulai dari Sigli–Banda Aceh hingga Semarang–Solo, dengan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, dan SPBU modular.
Khusus di Tol Cipali, eks Gerbang Tol Cikopo di KM 77B akan dimanfaatkan sebagai TIP sementara untuk melayani pemudik. Di Jawa Tengah, TIP Semarang–Solo di KM 439 A dan KM 444 B dipastikan siap 100% dengan fasilitas lengkap termasuk ruang laktasi dan ATM center.
Pemerintah menekankan bahwa mayoritas ruas fungsional ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I non-bus. Kebijakan ini diambil demi menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jalan mengingat status jalur yang masih dalam tahap penyelesaian konstruksi.
”Ruas tol fungsional ini diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus),” pungkas Wilan.