Bisnis.com, BATAM – Memasuki bulan suci Ramadan, seruan menjaga toleransi dan ketenteraman masyarakat kembali menguat. Kementerian Agama melalui Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kepulauan Riau, Zoztafia, bersama Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, kompak mengingatkan pentingnya saling menghargai dan menolak aksi sweeping terhadap rumah makan.
Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Zoztafia, menegaskan bahwa kunci menjalani Ramadan di tengah masyarakat majemuk adalah sikap saling memahami.
Ia mengimbau warga yang tidak berpuasa agar menghormati umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah, sementara umat Muslim diharapkan meningkatkan kesabaran.
“Jaga ketenteraman ini. Semestinya kita lebih mempererat hubungan kemesraan. Tokoh agama semuanya normatif, pasti memahami itu,” ujar Zoztafia di Batam.
Ia mencontohkan keharmonisan di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri yang dihuni pegawai dari beragam latar belakang agama. Menurutnya, kerukunan harus dimulai dari institusi dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Kami di Kanwil banyak yang beragama Kristen, Hindu, Buddha, dan semuanya harmonis. Saya kira tokoh agama pasti paham untuk menjaga situasi,” katanya.
Terkait keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas), Zoztafia menitipkan pesan agar seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghargai dan tidak melakukan tindakan sepihak.
Senada, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai aksi sweeping terhadap rumah makan sebagai tindakan yang tidak tepat dan kontraproduktif dalam membangun harmoni sosial.
“Sweeping itu tidak baik dan justru membuat kontraproduktif dalam membangun harmoni kemasyarakatan. Belum tentu orang yang makan di situ adalah orang yang seharusnya berpuasa,” ujarnya.
Marwan mengingatkan bahwa ibadah puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang memenuhi syarat, sementara tidak semua orang diwajibkan berpuasa karena alasan kondisi maupun keyakinan.
Ia mengajak umat Muslim memaknai keberadaan tantangan selama Ramadan, termasuk tetap beroperasinya rumah makan, sebagai sarana memperkuat iman.
“Lebih baik dianggap sebagai penambah kekuatan iman dan pahala. Semakin banyak tantangan, semakin kuat kita menahan, maka semakin banyak pahalanya,” kata dia.
Meski menolak sweeping, Marwan turut mengimbau masyarakat yang tidak berpuasa agar menjaga etika di ruang publik.
“Bagi yang tidak berpuasa, tidak perlu pamer saat makan agar tidak menimbulkan emosi. Intinya saling menjaga,” tutupnya.