Bisnis.com, MAKASSAR - Bank Indonesia mencatat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Sulawesi Selatan (Sulsel) kian mengalami pengurangan sejak 2 tahun belakangan. Per Desember 2025, jumlahnya tersisa hanya sekitar 2.700 unit.
Berdasarkan data bank sentral, mesin ATM di Sulsel pada September 2023 tercatat masih ada sekitar 3.200 unit. Namun angkanya mulai menunjukkan penurunan pada akhir tahun tersebut hingga hanya menyisakan sekitar 3.100 unit.
Berkurangnya mesin ATM di Sulsel terus berlanjut di tahun berikutnya, di mana per September 2024 tercatat menjadi hanya sebanyak 2.800 unit. Puncaknya per akhir tahun 2025, mesin ATM di wilayah ini kini tersisa 2.700 unit saja.
"Jumlah mesin ATM cenderung menurun setiap tahunnya seiring peningkatan akseptasi QRIS dan kanal pembayaran digital lainnya," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda kepada Bisnis, Rabu (25/3/2026).
Kendati mesinnya berkurang, Bank Indonesia menyebut transaksi maupun kepemilikan ATM di Sulsel justru mengalami pertumbuhan.
Tercatat per Desember 2025, ada sekitar 10,6 juta kartu ATM/Debit yang beredar di masyarakat. Jumlah transaksinya pada kuartal IV/2025 mencapai Rp72,74 triliun, tumbuh 30,86% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dilihat dari volume transaksi kartu ATM/Debit juga mengalami pertumbuhan, mencapai 49,44 juta kali pada kuartal akhir 2025 atau tumbuh 6,57%," ujar Rizki.
Sementara itu diberitakan sebelumnya, penggunaan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulsel mengalami pertumbuhan yang pesat pada 2025, baik secara nominal transaksi, jumlah pengguna, hingga merchant yang menggunakan.
Plt. Kepala Divisi SPPURMI KPwBI Provinsi Sulsel Tri Adi Riyanto mengungkapkan, nominal transaksi QRIS di wilayahnya sepanjang 2025 tembus hingga Rp19,05 triliun. Angka tersebut melonjak 85,34% jika dibandingkan nominal transaksinya pada 2024 yang hanya sebesar Rp10,28 triliun.
Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna QRIS di Sulsel. Di mana hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 1,32 juta orang yang menggunakan QRIS, bertambah 8% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1,22 juta pengguna.
"Kalau dihitung volume transaksinya, QRIS di Sulsel digunakan sebanyak 170,5 juta kali selama 2025, tumbuh 116,56% jika dibandingkan 2024 yang hanya digunakan 78,73 juta kali," ucap Tri Adi.
Sementara itu merchant di Sulsel yang telah menggunakan QRIS tercatat ada 1,34 juta merchant hingga akhir 2025. Angkanya juga naik tinggi sekitar 23% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada 1,1 juta merchant.