Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan serangkaian aksi budaya nasional dan global melalui forum Indonesian Cultural Outlook 2026 sebagai langkah konkret memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tengah tantangan global.
Menurutnya, aksi budaya ini mencakup penguatan diplomasi internasional, perlindungan warisan budaya, hingga pengembangan ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, di tengah konflik global, krisis iklim, dan disrupsi teknologi, budaya menjadi instrumen aksi nyata yang mampu memperkuat ketahanan sosial serta membangun dialog lintas bangsa.
“Budaya adalah unsur perekat untuk mencegah polarisasi, memelihara dialog, dan membangun rasa kebersamaan antarnegara,” ujar Fadli lewat rilisnya, Kamis (22/1/2026).
Sebagai tindak lanjut, Kemenbud menetapkan lima pilar arah kebudayaan nasional, yang kemudian diterjemahkan ke dalam program aksi budaya sepanjang 2026.
Salah satunya adalah diplomasi budaya aktif melalui kerja sama dengan institusi budaya internasional, aktivasi pusat kebudayaan Indonesia di luar negeri, serta penguatan promosi budaya Indonesia di forum global.
Di bidang perlindungan kebudayaan dan tradisi, pemerintah menjalankan aksi penguatan museum dan literasi sejarah, Gerakan Pangan Lokal Nusantara, fasilitasi komunitas kepercayaan adat, serta percepatan transmisi nilai budaya dan regenerasi talenta budaya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan mengarahkan aksi pada penguatan ekosistem sastra, film, musik, seni pertunjukan, dan seni rupa. Film dan musik juga didorong sebagai industri budaya strategis yang berdaya saing global.
Kemenbud membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengamanan, digitalisasi warisan budaya, penelitian museum, konservasi koleksi, serta pemberdayaan komunitas tradisional sebagai bagian dari aksi budaya berkelanjutan.
Forum Indonesian Cultural Outlook 2026 dihadiri perwakilan DPR RI, kementerian dan lembaga terkait, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, duta besar dan diplomat negara sahabat, serta organisasi internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama konkret lintas sektor dan lintas negara dalam memperkuat peran budaya Indonesia di panggung dunia.
“Melalui peluncuran aksi budaya 2026 ini, pemerintah menegaskan komitmen menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi global berbasis nilai,” tandasnya.