Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump menyatakan izin penyiaran perusahaan media yang terafiliasi dengan Walt Disney, ABC, harus dicabut usai dia tidak setuju dengan pertanyaan yang diajukan oleh seorang reporter.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (19/11/2025), Trump menyampaikan komentar tersebut setelah seorang reporter ABC News bertanya mengenai skandal politik Jeffrey Epstein dalam sebuah acara di Ruang Oval Gedung Putih saat bersama Pangeran Arab Saudi. "Saya pikir lisensi ABC harus dicabut karena beritanya palsu dan salah," kata Trump.
Pernyataan tersebut merupakan upaya baru Trump untuk menekan regulator agar menargetkan media yang telah memicu kemarahannya. Namun, upaya itu belum berdampak luas.
Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir ABC menjadi sasaran sang presiden. Pada September 2025, Trump memuji Ketua Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commision/FCC) Brendan Carr usai menekan para penyiar berita untuk menghentikan siaran acara bincang-bincang dengan Jimmy Kimmel setelah dia berkomentar tentang pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk. Trump juga menyarankan agar izin penyiaran dicabut.
Trump telah berulang kali meminta Komisi Komunikasi Federal untuk mencabut lisensi stasiun ABC dan NBC milik Comcast dan mengenakan biaya kepada mereka karena menggunakan gelombang udara publik.
Sebagai informasi, FCC, sebuah badan federal independen, mengeluarkan lisensi delapan tahun kepada stasiun penyiaran individual, bukan jaringan. FCC dapat mencabut lisensi berdasarkan standar kepentingan publik yang jarang digunakan, tetapi hal itu belum dilakukan selama lebih dari empat dekade.
Komisioner FCC dari Partai Demokrat Anna Gomez menolak ancaman Trump. "FCC tidak berhak memutuskan apakah liputan berita dari mereka yang berkuasa dapat diterima. FCC tidak memiliki kewenangan hukum maupun hak konstitusional untuk menuntut penyiar atas jurnalisme mereka," ujar Gomez.
Awal bulan ini, Trump mendesak NBC untuk memecat pembawa acara bincang-bincang larut malam Seth Meyers dan mengkritik monolog satir pembawa acara tersebut. Pada Juli, FCC menyetujui merger senilai US$8,4 miliar antara induk perusahaan CBS, Paramount Global, dan Skydance Media setelah Skydance setuju untuk memastikan program berita dan hiburan CBS bebas dari bias.
Persetujuan tersebut muncul tak lama setelah Paramount setuju untuk membayar US$16 juta untuk menyelesaikan gugatan Trump terhadap CBS atas penyuntingan wawancara "60 Minutes" dengan lawan presiden Demokratnya, Kamala Harris.
Pada bulan Januari, Carr telah mengajukan kembali keluhan atas wawancara Harris di CBS, bagaimana ABC News memoderasi debat televisi pra-pemilu antara Presiden Joe Biden dan Trump, dan NBC milik Comcast karena mengizinkan Harris tampil di "Saturday Night Live" sesaat sebelum pemilu.
Ketua FCC pertama Trump, Ajit Pai, pada 2017 menolak seruan Trump untuk mencabut izin NBC atas konten sebuah laporan berita, dengan mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak memiliki wewenang untuk mencabut izin stasiun penyiaran berdasarkan konten.