Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump batal menggunakan pesawat Air Force One untuk terbang langsung ke Davos setelah pesawat kepresidenan itu mengalami gangguan listrik ringan yang memaksa penerbangan berbalik arah, Selasa (20/1/2026) waktu setempat.
Berdasarkan laporan White House pool, Air Force One harus kembali ke Joint Base Andrews, Maryland, tak lama setelah lepas landas akibat ditemukannya masalah listrik minor.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat berputar arah di atas perairan dekat Long Island, New York, sebelum kembali menuju Washington, D.C.
Gedung Putih menyatakan Presiden Trump akan melanjutkan perjalanan ke Eropa menggunakan pesawat cadangan. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian.
“Setelah lepas landas, kru di AF1 mengidentifikasi ‘masalah listrik kecil’ dan demi kehati-hatian kami memutuskan untuk berbalik, mendarat di Joint Base Andrews, dan berganti pesawat,” ujar Leavitt sebagaimana dikutip dalam laporan press pool Gedung Putih, Rabu (21/1/2026).
Akibat insiden tersebut, kedatangan Trump di Zurich, tempat ia dijadwalkan bergabung dengan para pemimpin bisnis dan kepala negara dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, mengalami keterlambatan.
Pesawat yang saat ini digunakan sebagai Air Force One adalah Boeing VC-25, versi militer khusus dari Boeing 747. Armada tersebut rencananya akan digantikan pada 2028 oleh dua unit Boeing 747-8 yang telah dimodifikasi, dengan total biaya diperkirakan melampaui US$5 miliar.
Di tengah keterlambatan pengadaan pesawat baru, Trump sebelumnya sempat melontarkan ide untuk menggunakan pesawat Boeing 747-8 lain yang dihadiahkan oleh pemerintah Qatar sebagai Air Force One.
Pesawat mewah senilai sekitar US$400 juta itu telah diterima Departemen Pertahanan AS sebagai hadiah pada Mei 2025 dan disebut Trump akan tetap digunakannya.
Dalam laporan press pool yang sama, Leavitt sempat berseloroh kepada para wartawan bahwa pesawat Qatar tersebut terdengar jauh lebih baik menyusul gangguan teknis yang dialami Air Force One. Laporan itu juga menyebutkan lampu di kabin pers sempat padam sesaat setelah lepas landas, meski penyebabnya belum diketahui.
Isu ambisi Trump untuk mengambil alih Greenland menjadi salah satu topik hangat menjelang Forum Davos. Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk membeli wilayah semi-otonom yang berada di bawah pemerintahan Denmark tersebut, dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.
Sebelum keberangkatan, Trump mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia memiliki banyak pertemuan terkait Greenland yang dijadwalkan berlangsung di Davos.
“Saya pikir semuanya akan berjalan cukup baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap Denmark serta sejumlah negara Eropa lainnya termasuk Swedia, Norwegia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia jika negara-negara tersebut tidak mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait Greenland.