Tur konser global kini menjadi sumber pendapatan utama di industri musik, dengan Taylor Swift, Ed Sheeran, dan lainnya mencatat rekor pendapatan fantastis. [578] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Industri konser musik global kini tidak lagi sekadar menampilkan pertunjukan langsung, melainkan telah berkembang menjadi produksi berskala besar yang memadukan teknologi, visual, dan pengalaman imersif bagi penonton.
Nilai ekonomi dari tur konser bahkan mampu melampaui pendapatan album dan streaming, menjadikannya sebagai salah satu sumber utama dalam industri hiburan.
Dalam perkembangannya, tur konser tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga pada konsep panggung, tata cahaya, hingga efek visual yang semakin kompleks.
Hal ini mendorong para musisi dunia berlomba menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi jutaan penggemar di berbagai negara.
Sejumlah tur konser bahkan mencatatkan rekor pendapatan fantastis dan menjadi yang tersukses sepanjang masa. Keberhasilan ini menunjukkan besarnya daya tarik pertunjukan langsung serta loyalitas penggemar terhadap artis idola mereka.
Berikut deretan tur konser tersukses sepanjang masa yang tidak hanya meraih pendapatan besar, tetapi juga meninggalkan pengaruh kuat di industri musik: - Ed Sheeran – Divide Tour (2017–2019) Tur ini mencatat pendapatan sekitar 776 juta USD atau setara Rp12,4 triliun dengan lebih dari 8 juta tiket terjual. Menariknya, Sheeran tampil sederhana hanya dengan gitar dan loop pedal, namun tetap mampu menarik jutaan penonton. - U2 – 360° Tour (2009–2011) Tur ini dikenal inovatif berkat panggung berbentuk melingkar yang memungkinkan penonton melihat dari berbagai sisi. Desain “Claw” menjadi salah satu panggung paling ikonik dalam sejarah konser dengan pendapatan sekitar Rp11,5 triliun. - Coldplay – Music of the Spheres Tour (2022–2024) Dengan pendapatan lebih dari 617 juta USD atau sekitar Rp9,8 triliun, tur ini juga mengusung konsep ramah lingkungan. Coldplay menggunakan energi terbarukan dan material berkelanjutan dalam setiap pertunjukannya. - Harry Styles – Love On Tour (2021–2023) Tur ini meraup sekitar 617 juta USD atau setara Rp9,8 triliun dan memperkuat posisinya sebagai bintang pop global. Atmosfer inklusif dan gaya panggung yang enerjik menjadi daya tarik utama. - Beyoncé – Renaissance World Tour (2023) Dalam satu tahun, tur ini menghasilkan sekitar 579 juta USD atau sekitar Rp9,2 triliun. Pertunjukan ini dikenal dengan visual futuristik, koreografi kuat, dan pesan budaya yang menonjol. - Guns N' Roses – Not in This Lifetime Tour (2016–2019) Reuni personel klasik menghasilkan pendapatan sekitar 584 juta USD atau setara Rp9,3 triliun. Antusiasme penggemar tinggi karena kembalinya formasi legendaris setelah bertahun-tahun. - The Rolling Stones – A Bigger Bang Tour (2005–2007) Tur ini menghasilkan sekitar 558 juta USD atau sekitar Rp8,9 triliun dan menegaskan status mereka sebagai legenda rock dunia. Energi panggung yang konsisten menjadi ciri khas mereka. - Madonna – Sticky & Sweet Tour (2008–2009) Dengan pendapatan sekitar 408 juta USD atau setara Rp6,5 triliun, tur ini menjadi yang tertinggi untuk artis perempuan pada masanya. Konsep panggung dan kostum menjadi daya tarik utama. - Bruce Springsteen – Wrecking Ball Tour (2012–2013) Tur ini menghasilkan sekitar 340 juta USD atau sekitar Rp5,4 triliun dengan durasi konser yang panjang. Gaya bercerita dalam lagu menjadi kekuatan utama pertunjukannya. - Michael Jackson – Bad World Tour (1987–1989) Tur ini mencetak sejarah sebagai yang pertama menembus 100 juta USD atau sekitar Rp1,6 triliun. Konsep pertunjukan modern dengan koreografi dan efek panggung mulai berkembang dari sini. - Taylor Swift – The Eras Tour (2023–2025) Tur ini menjadi yang paling sukses sepanjang sejarah dengan pendapatan lebih dari 2 miliar USD atau sekitar Rp32 triliun. Konser ini menghadirkan perjalanan dari seluruh era album Swift dengan produksi besar. - Elton John – Farewell Yellow Brick Road Tour (2018–2023) Tur perpisahan ini meraup sekitar 939 juta USD atau setara Rp15 triliun. Lebih dari 300 pertunjukan digelar sebagai penutup karier panjangnya di dunia musik.
Konser musik global kini menjadi pengalaman imersif dengan biaya produksi tinggi. U2 360° Tour mencatat rekor termahal, mencapai Rp11,7 triliun. [652] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Konser musik global kini tidak lagi sekadar pertunjukan langsung, melainkan telah berkembang menjadi pengalaman imersif yang menggabungkan teknologi canggih, desain panggung kompleks, dan produksi berskala besar.
Biaya produksi yang mencapai ratusan juta dolar atau setara triliunan rupiah menunjukkan bagaimana industri hiburan terus berevolusi mengikuti ekspektasi penonton yang semakin tinggi.
Sejumlah musisi dunia berlomba menghadirkan konsep konser yang spektakuler dengan investasi besar pada visual, tata panggung, hingga logistik tur internasional. Hal ini membuat konser modern semakin mendekati pengalaman sinematik dibandingkan sekadar pertunjukan musik biasa.
Tur konser U2 bertajuk 360° Tour menjadi yang termahal sepanjang sejarah dengan biaya produksi lebih dari 750 juta USD atau sekitar Rp11,7 triliun. Panggung ikonik berbentuk “Claw” serta sistem logistik global yang kompleks menjadi faktor utama tingginya biaya tersebut.
Sementara itu, konser dari Taylor Swift melalui The Eras Tour dan Beyoncé lewat Renaissance World Tour juga mencatatkan biaya fantastis hingga ratusan juta dolar atau setara triliunan rupiah. Kedua tur ini menonjolkan transformasi panggung multi-era, visual futuristik, hingga kru produksi dalam jumlah besar.
Konser megah sebenarnya sudah dimulai sejak era Pink Floyd dan The Rolling Stones yang memperkenalkan konsep panggung besar dan efek visual masif. Inovasi tersebut kemudian dikembangkan oleh artis seperti Lady Gaga, Madonna, hingga Kanye West yang menambahkan unsur teatrikal dan teknologi mutakhir.
Dilansir dari Only for Luxury, berikut konser dengan biaya produksi termahal dan termegah sepanjang sejarah:
- Roger Waters – The Wall Live (2010–2013)
Produksi konser ini menelan biaya lebih dari 60 juta USD atau sekitar Rp936 miliar dengan penggunaan proyeksi visual berteknologi tinggi. Salah satu daya tarik utamanya adalah pembangunan tembok raksasa secara langsung di atas panggung sebagai bagian dari narasi pertunjukan.
- Kanye West – Saint Pablo Tour (2016)
Tur ini menghabiskan sekitar 60–75 juta USD atau Rp936 miliar hingga Rp1,17 triliun dengan konsep panggung unik yang melayang di atas penonton. Desain tersebut memberikan pengalaman berbeda karena penonton dapat melihat artis dari berbagai sudut secara lebih dekat.
- Metallica – M72 World Tour (2023)
Dengan biaya 50–80 juta USD atau sekitar Rp780 miliar hingga Rp1,24 triliun, konser ini menghadirkan panggung 360 derajat di tengah arena. Penataan ini memungkinkan interaksi lebih luas dengan penonton sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang menyeluruh.
- Madonna – MDNA Tour (2012)
Produksi tur ini mencapai sekitar 100 juta USD atau setara Rp1,56 triliun dengan dukungan panggung hidrolik yang kompleks. Setiap segmen pertunjukan dikemas seperti adegan film dengan cerita yang terstruktur dan sinematik.
- Lady Gaga – The Chromatica Ball (2022)
Konser ini menelan biaya sekitar 100 juta USD atau Rp1,56 triliun dengan pendekatan artistik yang teatrikal dan futuristik. Desain panggung bergaya brutalist menciptakan suasana pertunjukan yang dramatis dan berbeda dari konser pop pada umumnya.
- The Rolling Stones – A Bigger Bang Tour (2005–2007)
Tur ini diperkirakan menghabiskan 150–200 USD juta atau sekitar Rp2,34 triliun hingga Rp3,12 triliun dengan skala panggung stadion. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan panggung bergerak yang mampu menjangkau penonton dalam jumlah besar.
- Pink Floyd – The Wall Tour (1980–1981)
Dengan biaya lebih dari 200 juta USD atau sekitar Rp3,12 triliun, konser ini menjadi pionir dalam konsep panggung besar. Elemen utama pertunjukan adalah pembangunan tembok secara bertahap yang menjadi simbol kuat dalam narasi musik mereka.
- Beyoncé – Renaissance World Tour (2023)
Produksi tur ini berkisar 200–300 juta USD atau Rp3,12 triliun hingga Rp4,68 triliun dengan penggunaan teknologi robotik canggih. Visual yang ditampilkan mengusung tema futuristik dengan koreografi dan pencahayaan yang sangat terkoordinasi.
- Taylor Swift – The Eras Tour (2023–2024)
Tur ini membutuhkan biaya sekitar 300–500 USD juta atau Rp4,68 triliun hingga Rp7,8 triliun dengan konsep perjalanan lintas era karier. Setiap segmen menghadirkan perubahan panggung dan kostum yang merepresentasikan fase berbeda dalam perjalanan musiknya.
- U2 – 360° Tour (2009–2011)
Konser ini menjadi yang termahal dengan biaya lebih dari 750 juta USD atau sekitar Rp11,7 triliun berkat panggung raksasa berbentuk “Claw”. Selain desain yang ikonik, logistik global yang rumit juga menjadi faktor utama besarnya biaya produksi tur ini.
The Weeknd, Taylor Swift, dan Beyonce menjadi musisi dengan bayaran tertinggi tahun 2025, dengan pendapatan kolektif mencapai US$1,9 miliar. [1,117] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Artis-artis papan atas tahun ini, termasuk Taylor Swift, Bad Bunny, dan The Weeknd, berhasil meraih pendapatan kolektif sebesar US$1,9 miliar dalam 12 bulan terakhir.
Pada tahun ini, Beyoncé menjadi miliarder, dan pahlawan super pop miliarder lainnya, Taylor Swift, memasuki era pertunangannya dengan pemain Kansas City Chiefs, Travis Kelce, serta meluncurkan album The Life of A Showgirl.
Sementara itu, The Weeknd yang mengakhiri tahun 2025 dengan pencapaian tertinggi setelah menjual sebagian saham katalognya kepada Lyric Capital dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai US$1 miliar.
Berikut ini 10 musisi teratas dengan bayaran tertinggi tahun ini menurut Forbes:
1. The Weeknd
Pendapatan 2025: US$298 Juta
The Weeknd merilis album studio keenamnya, Hurry Up Tomorrow, pada Januari, dan langsung debut di peringkat No. 1 di tangga lagu Billboard 200 dengan penjualan 490.500 unit setara album di minggu pertama.
Setelah penjualan tiket pertunjukan 2026 pada November, tur After Hours Til Dawn-nya melampaui pendapatan kotor US$1 miliar, menjadikannya salah satu dari hanya tiga tur dalam sejarah yang mencapai angka sepuluh digit dan menjadi tur dengan pendapatan tertinggi oleh artis solo pria.
The Weeknd, yang bernama asli Abel Tesfaye itu mengantongi keuntungan sekitar US$77 juta dari lebih dari 40 pertunjukan yang ia mainkan pada tahun 2025. Adapun, kesepakatan katalognya dengan Lyric Capital awal bulan ini memastikan bahwa dia mengakhiri tahun sebagai artis dengan bayaran tertinggi.
2. Taylor Swift
Pendapatan 2025: US$202 Juta
Meskipun baru merilis album pada Oktober, album studio ke-12 Swift, The Life of a Showgirl, sudah memecahkan berbagai rekor penjualan untuk tahun 2025, termasuk penjualan minggu pertama terbesar dalam sejarah musik, melampaui 5,5 juta unit setara album global dan menggulingkan album 25 milik Adele.
Swift juga membuat kesepakatan streaming dengan Disney+ untuk hak atas pertunjukan terakhir dari The Eras Tour dan serial dokumenter di balik layar enam episode yang menurut Forbes menghasilkan sekitar US$80 juta setelah biaya.
Secara keseluruhan, katalog 16 album Swift, termasuk 4 rekaman ulang, menempatkannya di posisi No. 2 dalam daftar artis global teratas Spotify tahun 2025, tepat di belakang Bad Bunny.
3. Beyoncé
Pendapatan 2025: US$148 Juta
Pada April tahun ini, Queen Bey memulai tur konser Cowboy Carter yang terdiri dari 32 pertunjukan, yang menghasilkan pendapatan sebesar US$407,6 juta dan menjadi tur musik country dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah Billboard Boxscore serta tercepat mencapai angka US$400 juta.
Dalam strategi yang inovatif, Beyoncé memilih format mini-residency, hanya tampil di sembilan kota dan mencetak rekor pendapatan tertinggi di satu tempat pertunjukan untuk artis wanita di SoFi Stadium di Los Angeles.
Semua kesuksesan itu cukup untuk menjadikan Beyoncé seorang miliarder tahun ini. Dia kini bergabung dengan empat musisi lain dengan kekayaan sepuluh digit, Swift, Rihanna, Bruce Springsteen, dan suaminya, Jay Z.
4. Kendrick Lamar
Pendapatan 2025: US$109 Juta
Rapper dengan penghasilan tertinggi tahun 2025, Lamar memulai tahunnya dengan menjadi penampil utama di Super Bowl LIX Halftime Show di New Orleans dan menarik 133,5 juta penonton.
Pertunjukan tersebut kembali membangkitkan antusiasme untuk album Lamar tahun 2024, GNX, yang menjadi album hip-hop pertama yang terjual lebih dari 1 juta unit di AS pada tahun 2025.
Kemudian, pada April, dia memulai Grand National Tour dengan SZA sebagai penampil utama bersama yang menghasilkan US$358,7 juta dan sekarang menjadi tur gabungan dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah, menggulingkan tur konser Jay-Z dan Beyoncé tahun 2018.
5. Coldplay
Pendapatan 2025: US$105 Juta
Tur Dunia Music of the Spheres Coldplay membawa band rock Inggris yang selalu melakukan tur ini ke stadion-stadion di Korea Selatan, India, Hong Kong, Kanada, dan UEA tahun ini, memainkan hampir 50 pertunjukan dan menghasilkan pendapatan sekitar US$375 juta.
Tur maraton yang dimulai pada Maret 2022, kini telah menjual lebih banyak tiket daripada tur lainnya dalam sejarah, menurut Billboard, dan sedang mengejar mahkota Tur The Eras Taylor Swift sebagai tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, dengan pendapatan US$1,5 miliar sejauh ini.
Shakira hingga Chris Brown
6. Shakira
Pendapatan 2025: US$105 Juta
Bintang pop Kolombia Shakira meraih kesuksesan besar tahun ini dengan Tur Dunia Las Mujeres Ya No Lloran (Wanita Tidak Lagi Menangis), yang menjadi tur musik Latin dengan pendapatan tertinggi untuk seorang wanita dengan pendapatan US$327,4 juta, menurut Billboard.
Dalam konser ikonik tersebut, penyanyi berusia 48 tahun itu mengundang kedua putranya yang masih kecil ke atas panggung untuk membawakan lagu "Acróstico," sebuah lagu dari album terbarunya yang didedikasikan untuk mereka.
7. Drake
Setelah memulai tahun ini dengan tur di Australia dan Selandia Baru, Drake merilis album kolaborasi $ome $exy $ongs 4 U, pada Hari Valentine, bersama artis Kanada PartyNextDoor.
Dia juga kembali melakukan tur untuk mempromosikannya pada Juli. Dia memainkan lebih dari 40 pertunjukan dalam dua tur pada tahun 2025, menghasilkan perkiraan pendapatan sekitar US$30 juta. Dia juga membawa pulang hampir US$50 juta dari pendapatan streaming dari katalog delapan albumnya, yang menurut Forbes merupakan katalog dengan pendapatan tertinggi kedua dalam daftar setelah Taylor Swift.
8. Chris Brown
Pendapatan 2025: US$74 Juta
Chris Brown yang berusia 36 tahun memulai tahun ini dengan meraih Grammy Award keduanya untuk album 11:11 Deluxe dalam kategori Album R&B Terbaik. Pada Oktober, dia menyelesaikan The Breezy Bowl XX Stadium World Tour, sebuah perayaan ulang tahun ke-20 kariernya, yang menghasilkan pendapatan kotor sebesar US$285 juta hanya dalam empat bulan.
Forbes memperkirakan bahwa Brown memperoleh hampir US$60 juta dari tur bersejarah tersebut, dengan tambahan US$13 juta yang berasal dari royalti dari perkiraan 5,25 juta unit setara album yang terjual tahun ini.
9. Zach Bryan
Pendapatan 2025: US$70 Juta
Penyanyi country dengan pendapatan tertinggi tahun ini adalah Zach Bryan yang berusia 29 tahun, yang pada bulan Mei menandatangani kesepakatan dengan Warner Records untuk menjual hak penerbitan katalognya yang sudah ada dan memperbarui kontraknya senilai US$350 juta, di mana Forbes memperkirakan ia membawa pulang sekitar US$48 juta.
Pollstar mencatat, Bryan mengantongi lebih dari US$20 juta lagi dari penjualan musik dan jadwal tur Quittin' Time tahun 2025, yang telah menghasilkan pendapatan kotor US$159,6 juta sejak Oktober 2024.
10. Bad Bunny
Pendapatan 2025: US$66 Juta
Bad Bunny dinobatkan sebagai Artis Top Global Spotify untuk keempat kalinya tahun ini, dengan 19,8 miliar streaming.
Forbes memperkirakan penjualan tersebut mengisi pundi-pundi sang Raja Latin Trap dengan hampir US$30 juta. Namun, sebagian besar pendapatan superstar berusia 31 tahun ini, yang mencapai sekitar US$40 juta pada tahun 2025 berasal dari lebih dari 30 pertunjukan yang dia mainkan tahun ini dalam residensi besarnya di kampung halamannya, Puerto Rico, yang diberi nama No Me Quiero Ir de Aquí (Aku Tidak Ingin Pergi dari Sini).
Selain peran yang bisa dibilang mencuri perhatian di Happy Gilmore 2 pada Juli, Bad Bunny juga mengumumkan pada September bahwa dia akan menjadi penampil paruh waktu di Super Bowl LX pada Februari mendatang.
Ed Sheeran memimpin tur pop terlaris 2025 dengan pendapatan US$214,5 juta, diikuti oleh Lady Gaga dan Dua Lipa. Tur ini mencakup Asia dan Eropa. [482] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Billboard baru saja merilis tangga lagu Boxscore akhir tahunnya, yang memeringkat tur, tempat pertunjukan, dan promotor terbaik tahun 2025.
Peringkat ini melihat penampilan live terbesar dari berbagai genre. Namun, kali ini akan membahas soal tur konser musik pop.
Definisi pop selalu berubah-ubah, mencakup artis-artis yang paling populer dalam musik. Menurut daftar 10 tur pop teratas tahun ini, genre ini mencakup periode dari tahun 1980-an hingga 2020-an, berpusat pada artis-artis dari AS, Inggris, dan Australia, serta menggabungkan pengaruh dari dance, R&B, rock, dan banyak lagi.
Pop juga secara historis merupakan salah satu genre yang paling adil dalam hal representasi gender. Daftar tahun ini lebih condong ke perempuan, yang menempati enam posisi dari 10 posisi teratas.
Artis pop teratas tahun ini diisi oleh wajah-wajah yang familiar, setelah sebelumnya menobatkan genre ini sebagai terobosan pada tahun 2018, 2019, dan 2022. Di sisi lain, dua artis dalam daftar ini melakukan debut pop akhir tahun mereka, dengan Sabrina Carpenter dan Tate McRae masing-masing mencetak penampilan pertama mereka.
Meskipun bukan penampilan pertamanya di 10 besar, Kylie Minogue juga kembali untuk pertama kalinya dalam daftar ini sejak 2011.
Secara keseluruhan, musik pop tetap stabil. Musik pop menyumbang 16,9% dari total pendapatan 100 tur teratas, sedikit meningkat dari 16,4% pada tahun 2024 dan 15,8% pada tahun 2023, dan sedikit menurun dari 17% pada tahun 2022.
Berikut ini adalah 10 tur dengan pendapatan tertinggi oleh artis pop. Peringkat ditentukan berdasarkan angka yang dilaporkan ke Billboard Boxscore. Semua pertunjukan yang dilaporkan di seluruh dunia adalah tur konser antara 1 Oktober 2024 dan 30 September 2025:
10. Backstreet Boys
Tur: Backstreet Boys: Into the Millennium
Lokasi: Las Vegas
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$55,1 juta
Tiket Terjual: 350.000
Pertunjukan: 21
9. Tate McRae
Tur: Miss Possessive Tour
Tempat: Australia, Amerika Utara & Eropa
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$75,8 juta
Tiket Terjual: 795.000
Pertunjukan: 62
8. Pink
Tur: Summer Carnival & Trustfall Tour
Lokasi: Amerika Serikat
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$75,9 juta
Tiket Terjual: 436.000
Pertunjukan: 18
7. Justin Timberlake
Tur: The Forget Tomorrow World Tour
Tempat: Amerika Utara & Dublin
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$76,2 juta
Tiket Terjual: 522.000
Pertunjukan: 42
6. Sabrina Carpenter
Tur: Short n’ Sweet Tour
Tempat: Amerika Utara dan Eropa
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$77,4 juta
Tiket Terjual: 677.000
Pertunjukan: 48
5. Kylie Minogue
Tur: Tension Tour
Tempat: Australia, Asia, Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Selatan
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$78,4 juta
Tiket Terjual: 576.000
Pertunjukan: 62
4. Bruno Mars
Tur: Bruno Mars Live dan Bruno Mars at Park MGM
Lokasi: Brasil dan Las Vegas
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$137 Juta
Tiket Terjual: 933.000
Pertunjukan: 36
3. Dua Lipa
Tur: Radical Optimism Tour
Lokasi: Oseania, Asia, Eropa, dan Amerika Utara
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$141,1 juta
Tiket Terjual: 1.200.000
Pertunjukan: 59
2. Lady Gaga
Tur: The Mayhem Ball
Lokasi: Amerika Utara, Singapura, dan London
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$166,2 juta
Tiket Terjual: 722.000
Pertunjukan: 35
1. Ed Sheeran
Tur: The Mathematics Tour
Tempat: Asia dan Eropa
TOTAL AKHIR TAHUN
Pendapatan Kotor: US$214,5 juta
Tiket Terjual: 1.900.000
Pertunjukan: 48
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56