Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mematok target tinggi untuk pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20% - 30% pada tahun ini.
Target tersebut ditetapkan guna memacu akselerasi sektor pariwisata yang dinilai masih tumbuh di bawah ekspektasi pada periode 2025.
Berdasarkan data terbaru, kunjungan turis asing ke Sulsel sepanjang 2025 tercatat sebanyak 14.685 wisatawan. Angkanya naik 8,21% dibandingkan dengan capaian 2024 yang sebanyak 13.571 wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel Muhammad Arafah mengatakan, meski tumbuh positif, realisasi tersebut dinilai masih cukup rendah berada di bawah 10% dari target ideal yang diinginkan pemerintah.
Oleh sebab itu pihaknya berencana memperkuat strategi endorsement kegiatan atau event di sejumlah destinasi unggulan yang menjadi magnet wisatawan.
Fokus utama pengembangan akan diarahkan pada lima wilayah strategis, yaitu Bulukumba, Maros, Toraja, Makassar dan Luwu Timur.
Bulukumba memiliki destinasi populer seperti kawasan Pantai Bira, Maros memiliki Geopark Maros-Pangkep, Toraja memiliki banyak wisata budaya, Luwu Timur yang bakal diproyeksikan sebagai kawasan ekonomi khusus, serta Makassar sebagai gerbang utama.
"Semua daerah ini memiliki berbagai kegiatan-kegiatan atau event pariwisata yang populer. Tinggal bagaimana nanti kita branding, kita endorse, supaya meningkatkan wisatawan asing yang datang," ucap Arafah saat menghadiri Musyawarah Daerah II Astindo di Makassar, Kamis (12/2/2026).
Pada kesempatan yang sama, Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) turut mendukung target pertumbuhan tersebut. Kerja sama bakal coba dijalin agar makin banyak travel agen di Sulsel yang menyediakan paket-paket wisata.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Astindo Sulsel Nurhayat mengatakan pihaknya bahkan telah menjadwalkan penyelenggaraan Astindo Travel Fair di Kota Makassar tahun ini.
Pameran perjalanan wisata tersebut rencananya bakal dilangsungkan pada Agustus 2026 dengan fokus sasaran pada segmen pariwisata halal. Tujuannya untuk menguatkan ekosistem pariwisata di Makassar dan sekitarnya.
Nurhayat mengatakan pemilihan segmen pariwisata halal dilandasi oleh pasar syariah di wilayah ini yang dianggapnya makin meluas, didukung oleh penduduk muslim yang banyak.
Selain itu, tingkat perjalanan jemaah haji dan umrah asal Sulsel yang konsisten selalu menjadi salah satu tertinggi di Indonesia, membuat asosiasi optimis potensi perjalanan wisata halal warga Makassar dan sekitarnya cukup tinggi.
"Penduduk muslim di Makassar ini kan tinggi, kemudian mereka juga makin melek dengan pariwisata halal. Makanya kami optimis Astindo Travel Fair di Makassar punya potensi besar untuk meningkatkan pariwisata," ungkap Nurhayat.