Bisnis.com, MATARAM – Temu bisnis (business matching) yang dilakukan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di event Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) berhasil merealisasikan pembiayaan senilai Rp20,55 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K Pamungkas menjelaskan nilai pembiayaan tersebut meningkat jika dibandingkan temu bisnis perbankan 2025. "Pada temu bisnis di event Karya Kreatif NTB 2025 realisasi pembiayaan Rp19,31 miliar, jadi ada peningkatan Rp1,24 miliar (YoY)," jelas Hario, Senin (18/5/2026).
Hario menjelaskan untuk mendukung pembiayaan UMKM, BI menggandeng 12 perbankan nasional maupun daerah. Tujuan pembiayaan ini untuk mendorong UMKM di NTB naik kelas.
KK-NTB 2026 melibatkan 113 (seratus tiga belas) UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Provinsi NTB, termasuk belasan UMKM baru, menjadi 15 UMKM baru dari hasil kurasi dan bootcamp program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia NTB 2026. Keikutsertaan UMKM baru atau hidden gem tersebut merupakan upaya regenerasi dan pembaruan untuk menghapus stigma keikutsertaan berulang oleh UMKM-UMKM yang sama dalam setiap pameran.
Diharapkan UMKMhidden gem tersebut, menjadi UMKM binaan baru, terus naik level dan memiliki daya saing hingga mampu menembus pasar yang lebih luas bahkan pasar global. Bank Indonesia NTB juga menghadirkan kolaborasi strategis bersama Lombok Coffee Hub dalam rangka penguatan ekosistem dan nilai tambah kopi lokal NTB, yang dikawinkan dengan 6 coffeeshop kenamaan di Kota Mataram.
"Diharapkan kopi lokal yaitu Sajang Arabica, Sapit Arabica, Tambora Robusta, Rarak Robusta, Metrokosta Arabica, dan Rempek Robusta dapat menguatkan brandingnya di NTB sebagai batu loncatan untuk menuju pasar yang luas baik nasional maupun global melalui penguatan ekosistem industri kopi NTB," kata Hario.
Dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran, KK-NTB 2026 juga memprioritaskan penggunaan QRIS dalam setiap transaksi. Kehadiran layanan QRIS Cross Border semakin mempermudah transaksi antara UMKM dan wisatawan mancanegara.
Merchant di NTB kini telah dapat menerima pembayaran langsung dari wisatawan asal Malaysia, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga China yang baru diresmikan pada 30 April 2026 lalu. Perluasan layanan ini diharapkan dapat meningkatkan pasar dan omzet UMKM sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal berkomitmen penuh untuk terus berjalan beriringan dengan Bank Indonesia dalam memajukan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif. Menurutnya KK-NTB bukan sekadar pameran namun sebagai platform komprehensif untuk meningkatkan akses pasar dan pembiayaan UMKM khususnya di bidang wastra, kriya dan ekonomi kreatif lainnya.