Bisnis.com, JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjelaskan sampai akhir Oktober 2025, progres konstruksi tambang Awakmas telah mencapai 43%. Tambang emas ini direncanakan untuk memulai produksi di akhir 2026.
Direktur dan Group Chief Financial Officer Indika Energy Retina Rosabai menjelaskan progres konstruksi tambang Awakmas telah mencapai 43% sampai Oktober 2025 dan biaya yang dikeluarkan per Oktober sebesar US$234 juta. Sementara itu, proses akuisisi lahan di Awakmas menurutnya telah mencapai 99% sampai Oktober 2025.
“Target kami adalah mencapai completion development pada 2026, produksi di akhir 2026, dan commercial production di 2027,” kata Retina dalam paparan publik INDY, Kamis (27/11/2025).
Retina juga menuturkan, dengan pengembangan Awakmas, INDY saat ini tengah berbicara dengan beberapa bank, untuk meningkatkan jumlah pinjaman atau upsize loan.
“Untuk pendanaan proyek Awakmas, kami pada bulan Juni kemarin mendapatkan sindikasi dari empat bank sebesar US$375 juta. Tentunya dengan asumsi kami bahwa bauran biayanya akan meningkat, saat ini kami sedang berbicara dengan beberapa bank, potensi kemungkinan kami upsize loan tersebut,” tuturnya.
Direktur INDY Johanes Ispurnawan menuturkan pihaknya sangat berharap proyek tambang emas Awakmas bisa berjalan on time. Dengan demikian, pada 2027 semuanya bisa berjalan sesuai rencana INDY dan akan mulai menghasilkan.
Johanes melanjutkan untuk tahun ini dan tahun 2026, INDY optimistis harga emas akan berkisar pada US$4.000-US$4.200 per troy ounce. Menurutnya akan ada banyak kondisi yang mempengaruhi kondisi harga emas di dunia.
“Apabila harga emas mencapai US$4.200, kemampuan Masmindo untuk meningkatkan produksi tahun pertama adalah 100.000 troy ounce. Kemudian tahun 2028 kami bisa meningkatkan produksi menjadi 150.000 troy ounce, itu akan menjadi sangat baik buat kami,” ujar Johanes.
Sebagai informasi, anak usaha INDY PT Masmindo Dwi Area menjadi pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk proyek Awakmas di Sulawesi, dengan area konsesi 14.390 hektare dan area pengembangan seluas 1.444 Ha.
Proyek Awakmas memiliki potensi sumber daya emas sebesar 2,55 juta ons, dan cadangan terukur 1,51 juta ons, dengan proyeksi umur operasional 15 tahun.
Sesuai kontrak, Masmindo memiliki hak untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi mineral hingga 2050, dapat diperpanjang dengan IUP-K sampai tahun 2070.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.