Penyegaran tersebut diumumkan BYD di Jakarta, Kamis (15/5/2026). Selain menambah fitur dan ubahan interior, BYD juga menghadirkan varian baru dengan harga lebih terjangkau guna memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, respons pasar terhadap Atto 1 sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia cukup tinggi. Sepanjang 2025, Atto 1 mencatat penjualan lebih dari 22.500 unit dan menjadi salah satu kendaraan listrik dengan penjualan tertinggi di Indonesia.
"Melalui penyegaran BYD ATTO 1 dan kehadiran varian baru STD, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas listrik yang dapat diakses dengan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen Indonesia,” kata Eagle dalam keterangan medianya, Jumat (15/5/2026)
Menurut BYD, pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik berukuran kompak yang dinilai praktis dan sesuai untuk penggunaan sehari-hari di kawasan urban.
BYD menilai Atto 1 turut mendorong perkembangan pasar kendaraan listrik nasional, terutama pada segmen city car. Pada kuartal keempat 2025, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia disebut telah mencapai sekitar 18 persen, dengan kontribusi signifikan datang dari model-model kompak.
Penyegaran pada New Atto 1 meliputi perubahan fitur dan desain interior. Seluruh varian kini menggunakan electronic column shifter dan center console baru yang diklaim membuat tampilan kabin lebih modern sekaligus meningkatkan ruang penyimpanan dan ergonomi interior.
Covid-19 berevolusi dengan varian baru seperti BA.3.2, meningkatkan penularan dan immune escape, namun tidak meningkatkan keparahan. Pencegahan tetap penting. [346] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Kemunculan varian-varian baru Covid-19 yang terus berulang bukan sekadar kebetulan. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah subvarian BA.3.2 dari SARS-CoV-2 yang dikenal dengan sebutan “Covid-19 Cicada”.
Epidemiolog sekaligus pakar kesehatan lingkungan dari Griffith University, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa SARS-CoV-2 saat ini sedang berada dalam fase evolusi, yang mana virus terus beradaptasi untuk bertahan di tengah perubahan lingkungan serta meningkatnya kekebalan dalam populasi.
"Evolusi Covid-19 saat ini bergerak ke arah immune escape dan transmissibility," katanya.
Dicky menyebut varian-varian baru Covid-19 memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan saat awal kemunculannya. Saat ini, infeksi yang ditimbulkan dari varian anyar umumnya tidak berat. Namun, varian baru tersebut hampir selalu menunjukkan kemampuan immune escape, sehingga individu yang sudah divaksin atau pernah terinfeksi tetap berisiko tertular kembali.
Di sisi lain, terdapat pula kecenderungan peningkatan transmissibility, yang membuat virus semakin mudah menyebar dan menular dengan lebih cepat di masyarakat.
"Namun, kecenderungannya tidak mengarah pada peningkatan virulensi, keparahan, atau kematian. Jadi, fokusnya tetap pada kemampuan menghindari imun dan penularan," imbuhnya.
Menurutnya, secara epidemiologis, kemunculan varian baru tidak selalu diikuti lonjakan keparahan kasus. Yang lebih sering terjadi justru peningkatan infeksi ulang (reinfection-driven transmission).
Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan karena meskipun angka R0, yang menggambarkan jumlah rata-rata penularan dari satu individu terinfeksi, tidak mengalami lonjakan signifikan. Namun, effective reproduction number tetap dapat meningkat seiring bertambahnya jumlah populasi yang kembali rentan terhadap infeksi.
Sementara itu, dari sisi gejala, hingga kini belum ditemukan bukti adanya peningkatan tingkat keparahan pada varian-varian baru. Sebagian besar kasus masih tergolong ringan hingga sedang, tanpa lonjakan signifikan pada angka rawat inap maupun kematian.
Oleh karena itu, kemunculan varian baru tidak perlu disikapi dengan kepanikan. Upaya pencegahan pada dasarnya masih sama, seperti melengkapi vaksinasi booster terutama bagi kelompok berisiko tinggi serta tetap menerapkan protokol kesehatan 5M.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kualitas ventilasi dan sirkulasi udara di dalam ruangan, serta melakukan isolasi mandiri apabila mengalami gejala atau dinyatakan positif. Langkah-langkah ini tetap efektif mengingat penularan virus masih terjadi melalui droplet dan aerosol.
Garudafood meluncurkan OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop, inovasi minuman jelly dengan rasa buah tropis, menargetkan anak muda dan memperkuat posisi pasar. [544] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) memperkuat posisinya sebagai pelopor inovasi di industri minuman dengan meluncurkan OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop, minuman jelly pertama di Indonesia yang memadukan sensasi jelly kenyal dengan cita rasa buah tropis.
Sebagai pelopor minuman jelly dalam kemasan di Indonesia sejak 2003, OKKY terus memperkuat posisinya sebagai market leader denganterus menghadirkan inovasi yang relevan dengan tren dan preferensi pelanggan masa kini. Dengan hadirnya varian baru ini, Manajemen Garudafood dan PT Garuda Beverage Sukses (GBS) turun langsung ke pasar untuk semakin memperkenalkan produk tersebut serta mendapatkan umpan balik dari pelanggan dan mitra penjualan dalam giat ‘Spreading Day’. Kegiatan ini diikuti oleh Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja, Direktur Utama GBS Ivan Oh, serta Commercial Director GBS Sugeng Suharyono serta ratusan karyawan Garudafood Group.
“Sejak diluncurkan secara nasional, OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop telah tersedia diberbagai kanal distribusi, mulai dari general trade dan modern trade hingga platform e-commerce. Dalam dua bulan pertama, produk ini mencatat kinerja positif dengan penetrasipasar yang kuat dan tingkat pemesanan ulang dari toko yang stabil, menandakan penerimaanyang baik dari pelanggan,” ungkap Hardianto Atmadja Direktur Utama Garudafood di sela kegiatan Spreading Day.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama GBS Ivan Oh, mengatakan OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop merupakan inovasi dari OKKY yang memberikan sensasi rasa lebih intens dan menyegarkan. Varian ini melengkapi empat rasa OKKY Jelly Drink MAXX sebelumnya: Stroberi, Blackcurrant, Jambu, dan Jeruk.
“OKKY Jelly Drink MAXX merupakan inovasi terbaru dari OKKY yang hadir dengan tampilan dan rasa yang lebih modern. Minuman ini diformulasikan secara khusus untuk memberikan sensasi rasa yang lebih intens, kaya, dan menyegarkan di setiap tegukan. Melalui inovasi terbaru, OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop memadukan cita rasa buah-buahan tropis seperti mangga, nanas, dan melon, serta dikombinasikan dengan tekstur jelly kenyal dan nata de coco. Kehadiran varian Fruity Lollipop ini melengkapi empat rasa favorit sebelumnya, yakni Stroberi, Blackcurrant, Jambu, dan Jeruk yang telah lebih dulu digemari oleh pelanggan,” ujar Ivan Oh.
Pertumbuhan distribusi penjualan lini produk OKKY Jelly Drink MAXX menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 33% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan untuk varian OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop, yang memperoleh sambutan baik dari konsumen turut menyumbang sekitar 20% dari total penjualan seluruh produk OKKY Jelly Drink MAXX.
Dengan peluncuran OKKY Jelly Drink MAXX Fruity Lollipop, Garudafood melalui anak usahanya Garuda Beverage Sukses menegaskan konsistensinya dalam menghadirkan inovasi produk yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan masa kini. Kehadiran varian baru ini tidak hanya memperkuat posisi OKKY sebagai pemimpin pasar di kategori minuman jelly, tetapi juga mencerminkan semangat Garudafood untuk terus tumbuh dan beradaptasi dalam dinamika industri food and beverage (F&B) yang kompetitif.
Hingga kini, Garudafood mencatat kinerja yang solid di tingkat nasional maupun internasional melalui strategi diversifikasi produk, transformasi digital, dan ekspansi ekspor yang menjangkau lebih dari 30 negara. Garudafood juga masuk ke dalam daftar ‘Fortune Southeast Asia 500’ sebagai salah satu perusahaan dengan performa keuangan terbaik di kawasan, serta ‘Newsweek World’s Most Trustworthy Companies’ yang menobatkan Garudafood sebagai salah satu perusahaan paling terpercaya di dunia versi media Newsweek dan Statista.
Ke depan, Garudafood akan terus memperkuat fondasi bisnis melalui inovasi produk, digitalisasi rantai pasok, dan penerapan praktik bisnis berkelanjutan, sejalan dengan visinya menjadi perusahaan makanan dan minuman terdepan di Indonesia.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56