Bisnis.com, SURABAYA — PT Toyota-Astra Motor (TAM) menargetkan penjualan sekitar 500 unit New Veloz Hybrid EV per bulan di Jawa Timur seiring dimulainya penjualan resmi model tersebut di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Area Business Head Auto 2000 East Java & Bali Haris Prasetya mengatakan bahwa Jawa Timur menjadi pasar strategis meski karakter konsumennya masih didominasi kendaraan diesel, bahkan kontribusinya bisa mencapai sekitar 30%.
Total pasar otomotif wilayah Jatim dan Bali pada 2025 rata-rata berada di kisaran 5.000 unit/bulan untuk seluruh segmen, termasuk kendaraan komersial. Memasuki Januari 2026, pasar otomotif Jawa Timur tercatat tumbuh ke kisaran 7.000 unit/bulan.
"Segmen medium masih menjadi andalan. Secara historis market share Toyota cukup kuat di segmen ini sehingga target 500 unit per bulan untuk Veloz Hybrid masih realistis," kata Haris Prasetya saat acara regional launching New Veloz Hybrid EV di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Secara nasional, kontribusi kendaraan elektrifikasi Toyota yang mencakup hybrid, Battery Electric Vehicle (BEV), dan teknologi elektrifikasi lainnya dalam strategi multipathway telah mencapai sekitar 40% dari total penjualan. Namun, kontribusi tersebut di Jawa Timur masih lebih rendah.
"Jawa Timur ini unik dibandingkan wilayah lain. Ada faktor ekonomis dan juga kebiasaan. Itulah sebabnya kami menyediakan unit test drive di seluruh cabang untuk mengedukasi konsumen mengenai efisiensi bahan bakar Veloz Hybrid yang mencapai 28,9 km/liter," ucap dia.
Dia menegaskan, Toyota juga menargetkan pergeseran komposisi penjualan antara Avanza dan Veloz. Jika sebelumnya Veloz hanya berkontribusi sekitar 20% dari total penjualan duet maut tersebut, kehadiran teknologi hybrid diharapkan mampu mengubah rasio menjadi seimbang atau 50:50.
Meski demikian, Haris menjelaskan bahwa Toyota akan tetap berupaya meningkatkan penetrasi kendaraan elektrifikasi di wilayah Jatim dan Bali melalui edukasi konsumen dan penyediaan unit uji coba di seluruh jaringan dealer.
Preferensi konsumen di Jawa Timur dipengaruhi faktor ekonomis dan kebiasaan penggunaan jangka panjang.
Terkait insentif kendaraan listrik, dia menilai, ketidakpastian insentif pemerintah belum memberikan dampak signifikan terhadap penjualan di Jawa Timur.
"Untuk wilayah ini, insentif belum menjadi faktor penentu utama keputusan pembelian," katanya.
Dari sisi pembiayaan, dia menyambut moderat kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait relaksasi kredit kendaraan bermotor. Perseroan menilai keseimbangan ekosistem pembiayaan antara produsen, dealer, dan lembaga pembiayaan perlu dijaga agar pertumbuhan industri tetap sehat.
Adapun secara nasional New Veloz Hybrid EV telah mencatatkan sekitar 5.000 unit pre-booking sejak diperkenalkan pada akhir November 2025 hingga Januari 2026. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur berkontribusi sekitar 10% atau 510 unit.
"Saat ini, unit New Veloz Hybrid EV masih berstatus inden dengan estimasi pengiriman hingga April 2026. Namun, TAM tengah mengupayakan percepatan produksi agar unit dapat segera diterima konsumen sebelum momentum mudik Lebaran," ungkapnya.
Sebagai informasi, New Veloz Hybrid EV resmi dipasarkan di Jatim dengan harga mulai Rp310 juta selama periode promo hingga semester I/2026. Model ini menjadi Low MPV full hybrid EV pertama di pasar Indonesia dan diproduksi secara lokal.
"Toyota berharap kehadiran Veloz Hybrid EV dapat memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu kontributor utama penjualan nasional," tuturnya.