Bisnis.com, SEMARANG - PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) menjadi bagian dari perwakilan Indonesia di ajang World Osaka Expo 2025, Jepang. Perusahaan asal Kota Semarang itu membawa hasil pengembangan alga atau ganggang dalam berbagai bentuk ke pelaku industri, akademisi, serta pejabat lintas negara yang hadir dalam pameran internasional itu.
"Spirulina air tawar dari Indonesia dapat berperan penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, perbaikan gizi global, dan pengurangan emisi karbon melalui pendekatan bioteknologi berkelanjutan," jelas Falasifah, Direktur Albitec, dikutip Senin (13/10/2025).
Produk olahan spirulina air tawar yang dibawa Albitec menarik minat pengunjung World Osaka Expo 2025. Lebih daripada itu, dua Letter of Intent (LOI) kerja sama strategis ikut ditandatangani oleh Albitec.
Kedua LOI tersebut antara lain inisiatif kerja sama antara Albitec dengan Space Seed Holdings Inc. dari Jepang. Kerja sama itu fokus pada kolaborasi strategis untuk pengembangan mikroalga, carbon capture, dan bioteknologi berkelanjutan. Sementara itu, LOI kedua juga ditandatangani oleh Albitec dengan Take Craft LLC Jepang yang membuka jalur pasokan bahan baku spirulina asal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri di Negeri Sakura itu.
"Melalui kerja sama ini, Albitec membuka jalur pasokan bahan baku spirulina berkualitas asal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri nutraseutikal dan suplemen kesehatan Jepang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok pangan berkelanjutan dunia," jelas Falasifah.
Falasifah melanjutkan bahwa dua LOI yang ditandatangani di World Osaka Expo 2025 bukan sekadar seremonial semata. Namun, kerja sama itu menjadi jembatan antara sain, kepercayaan, dan misi bersama untuk mencapai masa depan yang lebih hijau. "Mikroalga mungkin kecil, tetapi dampaknya sangat besar bagi manusia dan bumi," lanjutnya.
Dalam pameran itu, Albitec membawa beberapa produk berbasis alga yang telah berhasil dikembangkan dan diproduksi di Kota Semarang. Produk tersebut antara lain Spirulina Powder, Phycocyanin, Kopi Spirulina, Masker Spirulina, hingga pakan dan bahan baku industri nutrasutikal. Kehadiran perusahaan itu menjadi bukti nyata kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Indonesia dalam mempromosikan produk hijau bernilai tinggi ke pasar internasional.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak John Tjahjanto Boestami, Konsul Jenderal RI di Osaka, dan Bapak Putu Juli Ardika, (Plt.) Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian RI atas dukungan, fasilitasi, dan kepercayaannya. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa inovasi dan diplomasi ekonomi dapat berjalan seiring, membuka peluang baru bagi industri hijau Indonesia di tingkat global," ujar Falasifah dalam keterangan tertulisnya.