Yield SUN Tenor 10 Tahun Sentuh 5,93%, Kepercayaan Investor Naik?
Yield SUN tenor 10 tahun turun ke 5,93% karena penurunan suku bunga The Fed dan BI, serta kepercayaan investor yang meningkat.
(Bisnis.Com) 20/10/25 18:23 10079
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun mencapai titik terendah pada level 5,93%. Yield rendah ini diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor.
Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menjelaskan rendahnya yield SUN tenor 10 tahun ini disebabkan oleh kombinasi berbagai macam faktor internal maupun eksternal.
“Dari sisi eksternal, memang suku bunga sedang turun kan, The Fed menurunkan suku bunganya. Sementara dari internal, BI mengikuti penurunan suku bunga Fed,” kata Ramdhan, Senin (20/10/2025).
Di sisi lain, kata Ramdhan, perbankan cukup aktif masuk ke pasar surat utang, terutama sejak Covid-19 dan terus berlanjut. Bahkan, kata dia, bank-bank besar aktif memasukkan instrumen surat utang ke dalam portofolio mereka.
Adapun, saat ini risiko dari Indonesia juga relatif rendah, dengan pemerintah yang cukup cakap mengelola utang, baik untuk pembayaran pokok utang maupun bunga.
“Ini menjadikan kepercayaan investor pada pasar utang kita cukup baik. Kondisi ini akhirnya menekan yield, jadi harga relatif naik, akhirnya yield turun,” ujarnya.
Ramdhan mencermati, yield SUN di bawah 6% di tahun-tahun sebelumnya biasanya tidak bertahan lama. Dia juga mengamati sejumlah riset sekuritas asing memprediksi yield SUN dengan tenor 10 tahun akan mencapai 5,85%.
“Masih ada potensi penguatan [yield] , karena perbankan yang masuk ke instrumen ini kelihatannya masih banyak. Dan mereka melihat SUN instrumen yang relatif aman dan punya ketahanan, dan juga likuiditasnya tinggi,” ucap Ramdhan.
Ramdhan menambahkan likuiditas ini ibarat napas bagi perdagangan SUN. Selama likuiditas tetap terjaga, maka bank akan merasa cukup aman bertransaksi di seri-seri utama tersebut.
Lebih lanjut, Ramdhan menuturkan kondisi yield yang rendah membuat instrumen ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) kurang menarik bagi masyarakat umum.
“Kemarin pemerintah menawarkan ORI dengan yield di kisaran 5,35%—5,65%. Untuk masyarakat awam yang tidak mengikuti pasar secara harian, angka itu kurang menarik karena mereka mengharapkan imbal hasil yang lebih optimal,” tuturnya.
#yield-sun #sun-tenor-10-tahun #imbal-hasil-sun #investor-kepercayaan #pasar-surat-utang #suku-bunga-fed #bi-suku-bunga #perbankan-pasar-utang #risiko-indonesia #pemerintah-utang #harga-sun #likuiditas