Rupiah Hari Ini (14/1) Dibuka Menguat ke Rp16.867 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini (14/1) Dibuka Menguat ke Rp16.867 per Dolar AS

Rupiah menguat ke Rp16.867 per dolar AS pada 14 Januari 2026, meski masih di level terlemah sejak April 2025.

(Bisnis.Com) 14/01/26 09:35 102779

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026). Meski menguat, rupiah masih berada di level terlemah sejak akhir April 2025.

Melansir Bloomberg pukul 09.12, rupiah terapresiasi 0,06% atau 10 poin ke Rp16.867 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS menguat 0,09% ke 99,22.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp16.870 sampai Rp16.900. Pada perdagangan Selasa (13/1), rupiah ditutup terdepresiasi 22 poin di Rp16.877.

Ibrahim menjelaskan sejumlah sentimen yang menyertai rupiah di pasar keuangan. Dari global, pasar mencermati perseteruan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Ketua The Fed Jerome Powell.

"Sentimen pasar telah terguncang oleh perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat, di mana jaksa telah meluncurkan investigasi kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell. Meningkatnya tekanan politik terhadap The Fed melemahkan kepercayaan terhadap kebijakan moneter AS," kata Ibrahim, Selasa (13/1/2026).

Berikutnya, pasar juga merespons perkembangan demonstrasi anti-pemerintah yang terjadi di Iran. Dalam hal ini, AS juga ikut menyatakan sikap, bahwa Trump telah mengatakan akan mengenakan tarif 25% pada negara mana pun yang berbisnis dengan Iran.

Masih seputar konflik global, eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang masih terus berlangsung juga menyertai gerak rupiah di pasar keuangan. Terbaru, pasukan Ukraina telah menyerang fasilitas minyak dan pusat ekspor Rusia, termasuk terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) di dekat Novorossiysk.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim melihat pasar akan mengamati sejumlah langkah kebijakan yang diambil pemerintah. Misalnya keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik penempatan dana di bank sebesar Rp75 triliun dinilai tidak akan mempengaruhi penyaluran kredit perbankan.

"Penarikan dana tersebut tidak berisiko mengganggu penyaluran kredit perbankan karena kondisi likuiditas saat ini masih berada pada level aman. Masih terjaganya likuiditas perbankan terlihat dari masih tingginya nilai kredit yang sudah disetujui tetapi belum dicairkan atau undisbursed loan, yakni sebesar Rp2,50 triliun atau 23,18% dari plafon kredit yang tersedia per November 2025," ujar Ibrahim.

Sementara itu, Trading Economics mencatat dalam sebulan terakhir rupiah telah melemah 1,03%, dan turun sebesar 3,08% selama 12 bulan terakhir. Ke depan, diperkirakan sentimen rupiah tidak akan terlalu kuat di tengah ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut.

"Rupiah diperkirakan akan diperdagangkan pada Rp16.774,13 pada akhir kuartal ini, menurut model makro global Trading Economics dan ekspektasi analis. Ke depan, kami memperkirakan akan diperdagangkan pada Rp16.534,77 dalam waktu 12 bulan," tulis laporan itu.

#rupiah-hari-ini #nilai-tukar-rupiah #rupiah-menguat #rupiah-melemah #dolar-as #indeks-dolar #sentimen-pasar #kebijakan-moneter-as #konflik-global #rusia-ukraina #demonstrasi-iran #kebijakan-pemerintah

https://market.bisnis.com/read/20260114/93/1944110/rupiah-hari-ini-141-dibuka-menguat-ke-rp16867-per-dolar-as