Kenaikan Obligasi Bencana Mulai Geser Dominasi Pasar Reasuransi

Kenaikan Obligasi Bencana Mulai Geser Dominasi Pasar Reasuransi

Pasar obligasi bencana meningkat, menggeser dominasi reasuransi global. Perusahaan asuransi kini lebih mengandalkan obligasi bencana untuk menanggung risiko ekstrem.

(Bisnis.Com) 22/10/25 07:33 11661

Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan pesat pasar obligasi bencana (catastrophe bonds/cat bonds) kini mulai menggerus pangsa pasar perusahaan reasuransi global. Setelah bertahun-tahun menaikkan tarif premi, perusahaan reasuransi kini menghadapi kenyataan bahwa perusahaan asuransi utama (primary insurers) makin mengandalkan pasar obligasi bencana yang awalnya dirancang hanya untuk menanggung risiko bencana paling ekstrem.

Menurut estimasi Barclays Research, sekitar 58% obligasi bencana saat ini diterbitkan oleh perusahaan asuransi utama, naik signifikan dari 48% dua tahun lalu. Analis asuransi Eropa Barclays, Ivan Bokhmat, menyebut perubahan ini menandai munculnya dinamika baru dalam industri asuransi, di mana obligasi bencana kini memainkan peran yang makin penting.

Meski reasuransi masih menjadi penyedia utama perlindungan bagi perusahaan asuransi, porsi bisnis yang beralih ke pasar modal terus meningkat. Hal ini seiring dengan banyaknya manajer investasi alternatif yang mengejar imbal hasil dua digit di pasar sekunder.

Ketergantungan industri asuransi pada pasar modal terjadi bersamaan dengan lonjakan biaya akibat meningkatnya frekuensi bencana alam. Menurut perusahaan pemodelan risiko Verisk, kerugian industri akibat cuaca ekstrem tahun ini diperkirakan melampaui US$150 miliar, jauh di atas rata-rata historis. Sejalan dengan itu, nilai pasar obligasi bencana melonjak lebih dari 50% sejak 2023 menjadi sekitar US$55 miliar, menurut data Aon Plc.

Investor obligasi bencana dapat menanggung kerugian besar apabila bencana besar yang telah ditentukan sebelumnya terjadi, tetapi akan memperoleh imbal hasil tinggi jika tidak ada bencana. Tahun lalu, pasar obligasi bencana melalui musim badai tanpa pembayaran signifikan, sebagian karena manajer dana kini menggunakan model yang makin canggih untuk menilai risiko.

Sebagai perbandingan, saat Badai Ian menghantam pantai timur AS pada 2022, indeks Swiss Re Global Cat Bond Performance hanya turun sekitar 2%. Tahun ini, indeks tersebut naik sekitar 10% setelah mencatatkan rekor keuntungan sejak 2023. Namun, Barclays memperingatkan bahwa kinerja positif ini sebagian besar “terbantu oleh faktor keberuntungan”, dan minat investor bisa cepat surut jika pasar cat bond mulai merugi.

Untuk saat ini, minat investor terus meningkat, dan penerbit obligasi bencana memanfaatkan momentum tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, volume penerbitan cat bond mencapai rekor tertinggi, dan diproyeksikan akan mencetak rekor baru lagi pada 2025. Maggie O’Neal, Kepala Riset Investasi Berkelanjutan di Barclays, mencatat bahwa laju pertumbuhan penerbitan sejak 2023 setara dengan pencapaian lima tahun sebelumnya.

“Perluasan pasar yang begitu cepat telah menekan tarif reasuransi global, menunjukkan tanda-tanda koreksi harga yang jelas,” menurut laporan Barclays.

Bank tersebut menyebut fenomena ini sebagai “disintermediasi pasar transfer risiko”, di mana modal beralih dari reasuransi tradisional menuju pasar modal. Akibatnya, tingkat keuntungan reasuransi pada berbagai lini bisnis mulai tergerus karena perusahaan terpaksa menurunkan harga untuk tetap kompetitif.

Sebagai respons, beberapa perusahaan reasuransi kini aktif masuk ke pasar obligasi bencana tidak hanya sebagai penerbit, tetapi juga sebagai manajer investasi. Salah satunya, Swiss Re, yang tahun ini mengambil alih portofolio obligasi bencana milik GAM Holding AG dari Fermat Capital Management. Mereka menyebut instrumen pasar modal sebagai bagian penting dan saling melengkapi dalam strategi bisnisnya.

“Sebagai salah satu penerbit utama obligasi bencana, fokus kami adalah memberikan solusi transfer risiko yang paling efektif dan efisien bagi klien. Pasar modal dan reasuransi tradisional dapat bekerja bersama untuk memperkuat ketahanan terhadap bencana alam,” ujar juru bicara Swiss Re melalui surat elektronik.

#obligasi-bencana #cat-bonds #pasar-reasuransi #perusahaan-reasuransi #primary-insurers #barclays-research #manajer-investasi-alternatif #frekuensi-bencana-alam #kerugian-industri #nilai-pasar-obligasi

https://hijau.bisnis.com/read/20251022/653/1922352/kenaikan-obligasi-bencana-mulai-geser-dominasi-pasar-reasuransi