Transparansi dan Konsistensi Data Pasar jadi PR untuk Otoritas Pasar Modal RI

Transparansi dan Konsistensi Data Pasar jadi PR untuk Otoritas Pasar Modal RI

Otoritas pasar modal RI perlu meningkatkan transparansi dan konsistensi data free float saham untuk mengatasi penangguhan rebalancing MSCI dan menjaga stabilitas IHSG.

(Bisnis.Com) 29/01/26 06:41 117862

Bisnis.com, JAKARTA – Para pembuat kebijakan di pasar modal Indonesia yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) disarankan untuk lebih memperkuat transparansi dan konsistensi data free float saham melalui harmonisasi data.

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penangguhan rebalancing saham asal Indonesia ini bersifat jangka pendek terhadap aliran dana pasif.

"Otoritas perlu memperkuat transparansi dan konsistensi data free float melalui harmonisasi data antara OJK, BEI, dan KSEI, termasuk kejelasan beneficial ownership dan mitigasi potensi coordinated trading. Komunikasi yang proaktif dan berkelanjutan dengan MSCI juga penting agar reform yang dilakukan dapat segera diakui dalam metodologi indeks," kata Andrey kepada Bisnis, Rabu (28/1/2026).

Adapun, IHSG anjlok dalam penurunan terbesarnya tahun ini pada Rabu (28/1/2026). IHSG ditutup turun 7,35% ke level 8.320,55 dan bahkan sempat amblas 8% yang memicu trading halt.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 8.187-8.596. Kapitalisasi pasar di BEI tercatat mencapai Rp15.121 triliun, atau menguap Rp1.259 triliun dalam sehari, dari Rp16.380 triliun.

Andrey menilai sentimen MSCI ini masih membuka peluang buy on weakness terutama untuk saham-saham big caps dengan fundamental solid, likuiditas tinggi, dan eksposur domestik yang kuat.

"Meski demikian, potensi overhang dapat bertahan hingga ada kejelasan lebih lanjut dari MSCI, sehingga strategi akumulasi bertahap lebih prudent," ujarnya.

Sekretaris Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa otoritas pasar modal yang meliputi OJK, BEI, dan KSEI akan terus melakukan diskusi intensif dengan pihak MSCI setelah pengumuman tersebut.

Selain itu, otoritas Bursa juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi data emiten guna memenuhi standar global.

“Kami telah meningkatkan keterbukaan dengan menyampaikan pengumuman data free float di situs web BEI. Namun, jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan,” ucap Kautsar.

Langkah penangguhan oleh MSCI ini menjadi kemunduran terbaru bagi pasar saham Indonesia setelah penyusun indeks tersebut mengidentifikasi adanya masalah mendasar terkait kelayakan investasi.

MSCI juga menyebut masih ada kekhawatiran terhadap upaya terkoordinasi untuk mendistorsi harga untuk saham-saham asal Indonesia.

Jika Indonesia gagal menunjukkan kemajuan transparansi hingga Mei mendatang, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar yang berisiko menurunkan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#transparansi-data #konsistensi-data #pasar-modal #otoritas-pasar-modal #ojk #bei #ksei #free-float-saham #harmonisasi-data #ihsg #msci #rebalancing-saham #trading-halt #buy-on-weakness #strategi-akumu

https://market.bisnis.com/read/20260129/7/1948197/transparansi-dan-konsistensi-data-pasar-jadi-pr-untuk-otoritas-pasar-modal-ri