Tarif Baru Trump Mengintai, Hubungan Dagang AS-Korsel Meregang
Hubungan dagang AS-Korsel tegang akibat ancaman tarif baru Trump. Kedua negara belum mencapai kesepakatan, meski perundingan terus berlanjut.
(Bisnis.Com) 30/01/26 11:43 119622
Bisnis.com, JAKARTA – Hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Korea Selatan memanas setelah pertemuan pejabat tinggi kedua negara belum menghasilkan kesepakatan di tengah ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Melansir Bloomberg pada Jumat (30/1/2026), Menteri Perindustrian Korea Selatan, Kim Jung-kwan bertemu dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick di Washington. Kedua pihak sepakat melanjutkan perundingan pada Jumat waktu setempat.
Kim Jung-kwan mengatakan dirinya kembali menegaskan komitmen Seoul untuk merealisasikan janji investasi yang telah disepakati, termasuk mendorong pengesahan undang-undang yang diperlukan guna memfasilitasi investasi Korea di AS.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Trump memperingatkan awal pekan ini bahwa AS dapat kembali memberlakukan tarif hingga 25% atas impor produk Korea Selatan, termasuk otomotif, kayu, dan farmasi. Ancaman itu dikaitkan dengan lambatnya implementasi komitmen investasi Seoul yang menjadi bagian dari perjanjian dagang tahun lalu.
Ketegangan dagang ini menguji hubungan kedua negara yang telah lama menjadi sekutu strategis. Situasi tersebut terjadi bersamaan dengan penyelidikan luas pemerintah Korea Selatan terkait kebocoran data di Coupang Inc., perusahaan e-commerce yang terdaftar dan berkantor pusat di AS. Penyelidikan itu memicu kritik dari sebagian pemegang saham.
Pejabat Korea Selatan berupaya meredam spekulasi bahwa sengketa tarif terkait dengan kasus Coupang. Menteri Luar Negeri Cho Hyun menegaskan pada Kamis bahwa isu tarif tidak berkaitan dengan penyelidikan terhadap Coupang.
Di sisi lain, Washington juga merilis strategi pertahanan baru yang mengindikasikan potensi pengurangan dukungan militer AS untuk menahan ambisi nuklir Korea Utara.
Namun, AS tetap memasukkan Korea Selatan dalam daftar pemantauan ekonomi yang praktik nilai tukar dan kebijakan makroekonominya dinilai perlu diawasi secara ketat.
Pemerintah Korea Selatan telah mengirimkan sejumlah menteri senior untuk meyakinkan AS terkait komitmennya terhadap kesepakatan dagang. Menteri Perdagangan Yeo Han-koo dijadwalkan bertemu dengan mitranya dari AS, Jamieson Greer, guna meredakan ketegangan.
Gedung Putih secara khusus menyoroti belum disahkannya Undang-Undang Khusus tentang Investasi Strategis dengan AS, yang dirancang untuk menopang komitmen investasi Korea Selatan.
Pejabat Seoul menyatakan ancaman tarif tersebut mencerminkan frustrasi AS terhadap lambannya implementasi, bukan pelanggaran perjanjian, serta dimaksudkan untuk mendorong percepatan realisasi.
Sementara itu, Kepala Operasional Sementara Coupang di Korea Selatan, Harold Rogers, dijadwalkan memenuhi panggilan kepolisian pada Jumat pukul 14.00 waktu setempat.
Menurut Kantor Berita Yonhap, pemanggilan ini merupakan kali pertama Rogers diperiksa terkait kasus kebocoran data, setelah penyidik sebelumnya beberapa kali mengajukan permintaan serupa.
Di lain sisi, Departemen Keuangan AS menyatakan Korea Selatan masih berada dalam daftar pemantauan. Pemerintah Korea Selatan menegaskan akan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas AS guna memperdalam pemahaman bersama mengenai pasar valuta asing dan menjaga stabilitas nilai tukar.
#trump-tarif #hubungan-dagang #as-korsel #perdagangan-amerika #korea-selatan #ancaman-tarif #donald-trump #perundingan-dagang #investasi-korea #impor-produk #ketegangan-dagang #sekutu-strategis #keboco