Profil Emiten PIPA yang Diselidiki Bareskrim dalam Kasus Manipulasi IPO
PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) diselidiki Bareskrim Polri terkait manipulasi IPO. PIPA bergerak di manufaktur bahan bangunan PVC dan terdaftar di BEI sejak 2023.
(Bisnis.Com) 04/02/26 12:46 125254
Bisnis.com, JAKARTA — PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) mengemuka dalam kasus manipulasi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
Dalam pengumumannya kemarin (3/2), Bareskrim Polri menemukan PT MML dengan kode saham PIPA tidak layak melantai di Bursa Efek Indonesia karena valuasi aset perusahaan tidak memenuhi persyaratan.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan dalam pengembangan kasus lain, pihaknya menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas Indonesia di kawasan Jakarta Selatan terkait dugaan tindak pidana pasar modal. Penggeledahan tersebut merupakan rangkaian pengembangan dari perkara yang telah berkekuatan hukum tetap. Dalam perkara tersebut, terdapat lima tersangka, dua di antaranya telah berstatus terpidana, yakni Junaedi selaku Direktur PT Multi Makmur Lemindo (MML) dan Mugi Bayu selaku mantan pejabat di Bursa Efek Indonesia.
“Perolehan dana PT MML pada saat IPO adalah sebesar Rp97 miliar di mana selaku perusahaan penjamin emisi efek (underwriter) adalah PT Shinhan Sekuritas Indonesia,” ucap Ade.
Lantas, bagaimanakan profil PT Multi Makmur Lemindo Tbk. yang dikenal dengan kode saham PIPA?
PT Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) merupakan emiten sektor perindustrian yang bergerak di bidang manufaktur bahan bangunan berbahan dasar PVC, termasuk kegiatan perdagangan dan distribusinya.
Mengutip laman resmi Multi Makmur Lemindo, perseroan didirikan pada 2012 sebagai perseroan terbatas. Sebelumnya, PIPA telah beroperasi sejak 2005 dalam bentuk persekutuan komanditer (CV). Pada awal pendiriannya, PIPA memfokuskan usaha pada produksi lem PVC.
Selanjutnya dalam perkembangannya, selain pipa dan fitting, perseroan juga memproduksi berbagai material bangunan lainnya serta lem PVC di fasilitas pabriknya. Hingga kini, kapasitas produksi terpasang PIPA mencapai 300 ton yang berlokasi di Tangerang, Banten.
PIPA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2023 dengan melepas sebanyak 925 juta saham pada harga penawaran Rp105 per saham. Dari aksi penawaran umum perdana saham (IPO) tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp97,12 miliar.
Pemegang saham PIPA setelah IPO adalah Junaedi (29,2%), Susyanalief (20,44%), Imanuel Kevin Mayola (8,76%), Hendrik Saputra (7,3%), Nanang Saputra (7,3%) serta masyarakat (27,01%)
Pada November 2025 lalu, pemegang saham pengendali PIPA menjual kepemilikannya kepada PT Morris Capital Indonesia (MCI). Dalam akuisisi itu MCI memborong 1.710.331.400 saham atau setara 49,92% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek hingga akhir Desember 2025, pemegang saham terbesar berikutnya adalah Morris Capital Indonesia dengan kepemilikan sebanyak 1,71 miliar saham atau setara 49,92% dari total saham tercatat. Selanjutnya, Susyanalief tercatat memiliki lebih dari 59 juta saham atau setara 1,72%. Total saham free float adalah lebih dari 1,656 miliar saham atau sebesar 48,36%.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#pipa #pt-multi-makmur-lemindo #manipulasi-ipo #bareskrim-polri #kode-saham-pipa #bursa-efek-indonesia #shinhan-sekuritas-indonesia #emiten-sektor-perindustrian #manufaktur-bahan-bangunan #lem-pvc #kap