Muslim Pro Bidik Lebih dari 50 Juta Pengguna di Indonesia pada 2026
Muslim Pro menargetkan 50 juta unduhan di Indonesia selama Ramadan 2026, dengan fokus pada pengguna muda di kota besar. Inisiatif Ramadan Re:Charge diluncurkan untuk meningkatkan keterlibatan spiritua
(Bisnis.Com) 05/02/26 15:40 126913
Bisnis.com, JAKARTA - Muslim Pro menempatkan Indonesia sebagai pasar strategis yang mendukung pertumbuhan bisnis. Aplikasi gaya hidup Muslim global tersebut menargetkan pencapaian lebih dari 50 juta unduhan pengguna di Indonesia pada tahun ini.
Chief Executive Officer Muslim Pro Nafees Khundker mengatakan, dari total sekitar 180 juta pengguna di seluruh dunia, kontribusi Indonesia dinilai sangat menonjol, baik dari sisi unduhan maupun tingkat keterlibatan pengguna.
Hingga saat ini, Muslim Pro mencatat sekitar 40 juta unduhan di Indonesia. “Di Indonesia, kami memiliki sekitar 40 juta unduhan hingga saat ini. Kami ingin mencapai 50 juta unduhan pada akhir tahun ini,” ujar Nafees saat ditemui Bisnis di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dia menyebut, pertumbuhan pengguna Muslim Pro di Indonesia menunjukkan tren yang konsisten. Sepanjang tahun lalu, jumlah unduhan dari Indonesia bertambah sekitar 7 juta hingga 8 juta, atau tumbuh sekitar 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam dua tahun ke depan, Muslim Pro menargetkan jumlah pengguna aktif di Indonesia dapat meningkat hingga dua kali lipat. Atau setidaknya selama Ramadan tahun ini, meningkat 1 juta unduhan.
Perusahaan asal Singapura itu juga membidik target basis pengguna aktif bulanan berada di kisaran 8 juta hingga 10 juta. Saat ini, tercatat jumlah pengguna aktif bulanan Muslim Pro di Indonesia berada di atas 5 juta pengguna.
“Kami merasa bahwa sebagian besar pengguna yang akan datang kepada kami juga berasal dari Indonesia. Jadi, unduhan dan basis pengguna aktif, keduanya akan berlipat ganda,” tutur Nafees.
Adapun dari sisi demografi, mayoritas pengguna Muslim Pro di Indonesia berasal dari generasi muda. Lebih dari 50% pengguna berusia di bawah 35 tahun, dengan sekitar 36% di antaranya berusia di bawah 25 tahun. Komposisi gender relatif seimbang, yakni sekitar 51% perempuan dan 49% laki-laki.
Secara geografis, konsentrasi pengguna terbesar berada di wilayah perkotaan. Jakarta menyumbang sekitar 30% hingga 35% dari total pengguna di Indonesia, disusul Surabaya dengan kontribusi lebih dari 10%. Secara keseluruhan, sekitar separuh basis pengguna Muslim Pro di Indonesia terkonsentrasi di Jakarta dan Surabaya, sementara sisanya tersebar di berbagai kota lain.
Untuk menjangkau lebih banyak pengguna, Muslim Pro meluncurkan Ramadan Re:Charge, sebuah inisiatif Ramadan yang bertujuan untuk mendukung keterlibatan ibadah secara berkelanjutan melalui perpaduan teknologi, konten, fitur komunitas, serta aktivasi di lapangan.
Kampanye ini dipandu oleh lima pilar Re:Charge, diantaranya Re:Center, Re:Commit, Re:Connect, Re:Share, dan Re:Focus yang merefleksikan perubahan kebutuhan spiritual dari waktu ke waktu.
Secara keseluruhan, Ramadan Re:Charge mengintegrasikan peningkatan pengalaman Al-Qur’an di aplikasi Muslim Pro, konten reflektif berbasis keimanan, koneksi komunitas digital melalui Ummah Pro, serta pendekatan storytelling yang dipimpin oleh kreator Indonesia di Qalbox. Inisiatif ini juga dilengkapi dengan aktivasi offline di Jakarta.
Pada level produk, Al-Qur’an tetap menjadi salah satu fitur yang paling banyak digunakan di Muslim Pro secara global, khususnya selama Ramadan.
Tahun ini, pengalaman Al-Qur’an menghadirkan berbagai penyempurnaan untuk mendukung beragam pola keterlibatan pengguna, termasuk pengaturan target membaca yang dipersonalisasi, pelacakan progres, fitur pendukung hafalan, serta
AiDeen, chatbot berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu pengguna memahami ayat-ayat Al-Qur’an dalam konteksnya.
“Fokus kami adalah kesinambungan, bukan kuantitas,” tegas Siti Zahidah, Public Relations Manager Muslim Pro.
Sementara itu, selama Ramadan, Qalbox akan menghadirkan berbagai program berbasis keimanan, termasuk Rise of Mercy, sebuah serial mikro Islami produksi Indonesia yang dikembangkan oleh Simpul Project dan dipimpin oleh Renaldy Agung Pratama, kreator pemenang Stories by Muslim Pro, festival konten digital perdana yang diselenggarakan pada 2025.
Interaksi komunitas juga diperkuat melalui Ummah, di mana pengguna dapat berbagi refleksi serta berpartisipasi dalam kompetisi foto Ramadan berskala global, dengan 10 peserta terpilih menerima hadiah Badal Umrah.
Muslim Pro juga akan menyelenggarakan Roving Takjil di Jakarta pada 28 Februari, dengan menghadirkan food truck beridentitas Muslim Pro yang membagikan makanan berbuka puasa di sepanjang rute antar masjid, dan berakhir di Masjid Istiqlal.
#muslim-pro #aplikasi-muslim #unduhan-muslim-pro #pengguna-muslim-pro #ramadan-2026 #pengguna-indonesia #pertumbuhan-pengguna #demografi-pengguna #jakarta-surabaya #ramadan-recharge #fitur-al-quran #um