BOPPJ lakukan studi terkait Giant Sea Wall di Jakarta dan Jateng
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengungkapkan studi terkait rencana Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall ...
(Antara) 09/02/26 14:09 130624
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengungkapkan studi terkait rencana Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) dilakukan di Teluk Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng).
"Untuk tahap awal kami sudah melakukan studi di Teluk Jakarta dan Jawa Tengah khususnya seperti Pekalongan, daerah Pekalongan, Kendal, Brebes, Semarang, Tegal sampai dengan daerah Grobogan," ujar Didit dalam Townhall Meeting yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Jakarta, Senin.
Dia menambahkan dengan kondisi seperti itu maka yang dijadikan percontohan untuk pembangunan awal adalah Teluk Jakarta dan daerah Semarang serta sekitarnya.
"Pekalongan sudah tenggelam dan Semarang hari ini sudah mengalami banjir rob kalau terjadi hujan. Oleh karena itu simultaneously program kita akan melaksanakan kegiatan di Teluk Jakarta dan di daerah Semarang dan sekitarnya. Titiknya sudah ada," katanya.
Menurut Didit, pelaksanaan kegiatan ini bukan hanya Jakarta dan Jawa Tengah saja tapi semua dilakukan pelaksanaan riset, penelitian atau pendalaman.
Rencana pembangunan Giant Sea Wall telah masuk dalam perencanaan sejak tahun 1995.
Oleh karena itu pendalaman-pendalaman tentang analisa mengenai dampak lingkungan dan urgensi-urgensi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Untuk Jakarta dan Jawa Tengah ini beberapa titik, sehingga perlu dilakukan pendalaman kembali. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatannya sebagai kegiatan awal dilakukan di daerah Teluk Jakarta dan Jawa Tengah yang contohnya di Semarang, di Pekalongan, dan di daerah-daerah Demak, Sayung, dan lain sebagainya itu menjadi prioritas yang memang betul-betul terdampak," kata Didit.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memulai pembangunan proyek strategis nasional Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara Jawa.
Presiden Prabowo menyebut proyek tanggul laut sebagai salah satu infrastruktur paling vital yang harus segera diwujudkan demi melindungi kawasan pantai utara Pulau Jawa dari ancaman rob dan perubahan iklim ekstrem.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa proyek ini sejatinya telah masuk dalam perencanaan sejak tahun 1995.
Proyek tanggul laut tersebut direncanakan membentang sejauh 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan estimasi total biaya pembangunan mencapai 80 miliar dolar AS dan pembangunan tahap awal di wilayah Teluk Jakarta diperkirakan membutuhkan waktu 8 - 10 tahun.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#boppj #giant-sea-wall #studi #jakarta #jateng #badan-otorita-pengelola-pantai-utara-jawa