Adira Finance (ADMF) Nilai Bisnis Pembiayaan 2026 Masih Menantang
Adira Finance memandang pertumbuhan pembiayaan 2026 menantang, bergantung pada sektor otomotif. Strategi diversifikasi diharapkan menjaga pertumbuhan stabil.
(Bisnis.Com) 11/02/26 06:05 132628
Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance memandang pertumbuhan piutang pembiayaan pada 2026 masih akan menghadapi sejumlah tantangan.
Chief of Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik industri multifinance yang hingga kini masih sangat bergantung pada sektor otomotif sebagai kontributor utama pembiayaan.
“Hal ini tidak terlepas dari karakteristik industri multifinance yang hingga saat ini masih sangat erat kaitannya dengan sektor otomotif, yang menjadi kontributor utama pembiayaan,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (10/2/2026).
Gani menambahkan, outlook industri otomotif pada 2026 juga masih menghadapi tantangan. Faktor daya beli masyarakat, dinamika suku bunga, serta kondisi makroekonomi secara keseluruhan dinilai masih menjadi penekan kinerja sektor tersebut.
“Faktor-faktor tersebut berpotensi menahan laju pertumbuhan piutang pembiayaan di industri multifinance,” ujarnya.
Meski demikian, Gani menegaskan Adira Finance tetap melihat peluang pertumbuhan ke depan. Perusahaan akan mengandalkan strategi diversifikasi pada segmen-segmen pembiayaan yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan.
“Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat menjaga kinerja piutang pembiayaan tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan yang ada,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, perusahaan pembiayaan berkode emiten ADMF tersebut menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 10 persen hingga 12 persen pada 2026. Target tersebut dipatok di tengah kondisi industri otomotif, khususnya kendaraan roda empat, yang masih berada dalam fase pemulihan.
Gani menyampaikan, pada 2025 Adira Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18 persen. Capaian tersebut didorong oleh penggabungan usaha dengan PT Mandala Multifinance, serta pertumbuhan pembiayaan non-otomotif yang semakin diperkuat perseroan.
“Tahun lalu pertumbuhan pembiayaan Adira Finance itu 18% karena kami sudah ada bergabungnya Mandala Finance. Pertumbuhan ini kuat karena pertumbuhan yang non-otomotifnya Adira Finance, karena juga termasuk kombinasi dari penggabungan usaha tumbuhnya 33%,” katanya dalam acara Coffee Morning Adira Menuju IIMS 2026, di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Lebih lanjut, Gani menyebutkan bahwa segmen pembiayaan yang mengalami koreksi paling signifikan adalah kendaraan roda empat. Hal tersebut sejalan dengan penurunan penjualan mobil sepanjang tahun lalu. Oleh karena itu, Adira Finance berharap pada 2026 sektor otomotif mulai menunjukkan pemulihan.
“Untuk otomotif kami berharap bisa tumbuh antara 4% sampai 6% untuk dari sisi piutang pembiayaan Adira ya. Nah kalau dari sisi penyaluran pembiayaan, kami berharap antara 10% sampai 12%,” ujarnya.
Dengan strategi diversifikasi dan pemulihan bertahap sektor otomotif, Adira Finance optimistis dapat menjaga kinerja pembiayaan tetap stabil di tengah tantangan industri multifinance pada 2026.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#adira-finance #admf-2026 #bisnis-pembiayaan #industri-multifinance #sektor-otomotif #pertumbuhan-piutang #tantangan-pembiayaan #strategi-diversifikasi #penyaluran-pembiayaan #pertumbuhan-non-otomotif #n-a