Singgung Proyek Lama, AHY Tekankan Pentingnya Integrasi Infrastruktur di Sumsel

Singgung Proyek Lama, AHY Tekankan Pentingnya Integrasi Infrastruktur di Sumsel

AHY menekankan pentingnya integrasi infrastruktur di Sumsel untuk optimalisasi proyek, dengan dukungan investasi dan KPBU, serta mempercepat proyek strategis.

(Bisnis.Com) 11/02/26 06:40 132658

Bisnis.com, PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya integrasi antara pembangunan infrastruktur dan konektivitas menuju objek infrastruktur tersebut.

Menurut AHY, konsep pembangunan yang tidak komprehensif berpotensi membuat dampak pembangunan menjadi kurang optimal.

“Kita juga pernah mengalami di masa lalu bahwa infrastruktur bisa hadir dan terbangun dengan megah, tapi karena kurang terintegrasi, maka hasilnya atau dampaknya kurang maksimal. Malah terkesan buang-buang, sayang untuk itu,” ujarnya saat kunjungan kerja di Sumatra Selatan, Selasa (10/2/2026).

AHY menuturkan bahwa seluruh proyek strategis di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) akan didorong secara paralel dengan mempertimbangkan tingkat urgensi masing-masing proyek.

“Karena kami mengorkestrasi dan mengoordinasikan dengan lima kementerian teknis. Jadi, misalnya nanti ada urusan pelabuhan, kami akan mendorong ke Kementerian Perhubungan serta beberapa kementerian terkait,” jelasnya.

Meski demikian, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mengakui bahwa dalam realisasi proyek, faktor anggaran tetap menjadi pertimbangan utama.

Menurutnya, sumber pendanaan tidak hanya bergantung pada APBN dan APBD, tetapi juga dapat berasal dari investasi maupun skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Tidak semua dari APBN maupun APBD bisa mengembangkan KPBU dan juga bisa menghadirkan investasi,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis di wilayahnya, baik yang telah berjalan maupun yang belum terealisasi.

Salah satunya terkait pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang direncanakan menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru Palembang, yang dinilai tidak lagi optimal dalam mendukung aktivitas ekspor.

Selain itu, Deru juga menyoroti kondisi akses jalan menuju pelabuhan tersebut yang membutuhkan dukungan perbaikan.

“Akses jalan eksisting berupa Jalan Tanjung Api-api sepanjang 60 kilometer dengan kondisi rusak berat. Selain itu juga ada jalan menuju lokasi calon Dermaga Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang 9 kilometer, yang baru terbangun 1 kilometer dan menelan biaya hampir Rp50 miliar,” ujarnya.

Deru juga mengajukan permohonan percepatan pengoperasian Jalan Tol ruas Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapal Betung) agar tidak hanya difungsikan saat mudik Lebaran, tetapi juga dapat dioperasikan secara penuh.

Pasalnya, secara fisik pembangunan jalan tol tersebut telah rampung dan Jembatan Musi V yang menjadi bagian dari ruas tol itu juga telah tersambung.

“Karena jalan ini (Kapal Betung) menjadi jawaban bottleneck (kemacetan). Jadi, arus kendaraan dari Jawa itu tidak terbendung dan menimbulkan bottleneck di Palembang. Makanya jawabannya hanya [tol] Kapal Betung,” jelas Deru.

#ahy #agus-harimurti-yudhoyono #infrastruktur-sumsel #integrasi-infrastruktur #proyek-strategis-sumsel #konektivitas-infrastruktur #pembangunan-sumsel #pelabuhan-tanjung-carat #jalan-tol-kapal-betung #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260211/45/1951937/singgung-proyek-lama-ahy-tekankan-pentingnya-integrasi-infrastruktur-di-sumsel