PAL Bakal Jadi Induk Holding BUMN Galangan Kapal, Bagaimana Nasib Karyawan?
PT PAL Indonesia mengungkapkan nasib karyawannya di tengah rencana menjadi induk holding BUMN galangan kapal.
(Bisnis.Com) 11/02/26 20:02 133715
Bisnis.com, JAKARTA — PT PAL Indonesia buka suara perihal nasib karyawan di tengah rencana konsolidasi BUMN galangan kapal yang menempatkan perseroan sebagai induk alias holding.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan asesmen tenaga kerja secara total setelah proses merger rampung.
“Begitu sudah bergabung, kita akan melakukan asesmen secara total, sehingga kita akan tetap mempertahankan karyawan-karyawan yang memang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup,” kata Kaharuddin saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Ketika ditanya apakah hal itu berarti terdapat potensi pengurangan karyawan, dia menuturkan bahwa efisiensi mestinya akan ada.
Kaharuddin mengaku harus realistis karena dituntut untuk menghasilkan satu tim yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam mengelola industri galangan kapal Tanah Air.
“Jadi tidak hanya sekedar mengumpulkan orang. Karena yang kita harapkan adalah bagaimana membangun industri maritim dan ekosistemnya,” ujarnya.
Menurutnya, permasalahan ini telah beberapa kali dibahas dalam pertemuan antara direksi BUMN galangan kapal lainnya, dan akan terus berlanjut.
Dia juga menambahkan bahwa merger juga bertujuan untuk mengatasi kendala terbesar BUMN galangan kapal, yakni keuangan.
“Sehingga memang tujuan ini adalah untuk menyehatkan dan kemudian menyelamatkan dari beban-beban masa lalu, dari galangan-galangan kapalnya,” pungkas Kaharuddin.
Sebagai catatan, saat ini terdapat empat BUMN yang fokus pada pengembangan industri galangan kapal selain PT PAL Indonesia, yaitu PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) atau DKS, serta PT Dok dan Perkapalan Air Kantung.
Dalam perkembangan sebelumnya, Danantara Indonesia mewajibkan PT PAL Indonesia menjadi jangkar sekaligus penggerak industri perkapalan nasional. Salah satunya adalah untuk memasok kebutuhan kapal dari BUMN pelayaran seperti Pelni, ASDP, hingga anak usaha Pertamina.
CTO Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan, penugasan kepada PT PAL harus diiringi keterlibatan luas pelaku industri galangan kapal di berbagai daerah.
"Tentunya PT PAL ini tidak bisa sendiri. PT PAL harus dibantu oleh ekosistem teman-teman yang ada di Indonesia ini, apakah yang di Batam, Riau, Sumatra, di Jawa ataupun di Lombok dan lain-lain," kata Sigit dalam agenda Diskusi Strategis Industri Maritim, Kamis (5/2/2026).
#pt-pal-indonesia #bumn-galangan-kapal #nasib-karyawan #konsolidasi-bumn #merger-galangan-kapal #industri-maritim #ekosistem-maritim #efisiensi-tenaga-kerja #kapasitas-karyawan #kapabilitas-karyawan #k