Rupiah Ditutup Lesu Hari Ini (12/2), Mendarat di Level Rp16.828 per Dolar AS
Rupiah melemah 0,25% ke Rp16.828 per dolar AS pada 12 Februari 2026, dipengaruhi tekanan fiskal dan belanja negara yang meningkat.
(Bisnis.Com) 12/02/26 15:40 134618
Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026). Melemahnya rupiah saat seluruh mata uang lain di Asia bergerak menguat terhadap Greenback.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup terkoreksi 0,25% ke level Rp16.828 per dolar AS. Sementara itu, indeks yang mengukur kinerja dolar AS bergerak menguat 0,01% ke level 96,84.
Sebaliknya, kinerja yen Jepang justru menguat 0,23%, dolar Hong Kong menguat 0,02%, dolar Singapura menguat 0,01%, atau dolar Taiwan turut menguat 0,08%.
Selain itu, kinerja won Korea juga menguat 0,54%, peso Filipina menguat 0,32%, rupee India menguat 0,12%, yuan China menguat 0,14%, ringgit Malaysia menguat 0,12%, dan baht Thailand menguat 0,14%.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, menerangkan bahwa lesunya kinerja rupiah pada perdagangan hari ini disebabkan oleh tekanan fiskal Indonesia yang dinilai makin terasa seiring memebengkaknya belanja negara dan besarnya kewajiban utang pemerintah. Terlebih, penerimaan negara disebut belum pasti.
"Dalam APBN 2026, belanja negara ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka ini melonjak Rp391,3 triliun dibandingkan realisasi belanja 2025 mencapai Rp3.451,44 triiliun," kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Ibrahim menerangkan, dari total belanja pemerintah pusat, alokasi terbesar justru digunakan untuk pembayaran bunga utang yang mencapai sekitar 19%. Angka ini belum termasuk cicilan pokok utang pemerintah.
Selain utang, belanja besar juga dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan porsi 8,51%. Setelahnya, terdapat anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI yang berada pada angka sekitar 5%.
"Di sisi lain, upaya mengejar penerimaan negara dinilai tidak mudah. Pemerintah mematok defisit anggaran sebesar Rp689,14 triliun atau setara 2,68% dari PDB," katanya.
Dari luar negeri, sentimen datang dari Presiden AS Donald Trump yang disebut telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu, bahwa mereka tidak mencapai kesepakatan pasti mengenai negosiasi dengan Iran.
Selain itu, data ketenagakerjaan AS pada Januari yang tertunda juga menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan.
"Laporan pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat ini mengurangi urgensi untuk pemotongan suku bunga The Fed dalam waktu dekat dan dapat memberikan dukungan kepada dolar As dalam jangka pendek," katanya.
Ibrahim memprediksi, pada perdagangan besok rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah di level Rp16.820--Rp16.850 per dolar AS.
#rupiah-melemah #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #kurs-rupiah-hari-ini #rupiah-terhadap-dolar #kurs-dolar-as #tekanan-fiskal-indonesia #belanja-negara-indonesia #utang-pemerintah-indonesia #defisit-anggar