Bos OJK: Aset dan Produk Keuangan RI Capai 184% PDB
OJK menyebut aset dan produk keuangan RI capai 184% PDB, dorong peran pasar modal dan diversifikasi produk untuk tingkatkan ekonomi.
(Bisnis.Com) 19/02/26 10:45 140459
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sektor keuangan mencatatkan peningkatan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian seiring rasio aset dan produk keuangan yang sudah mencapai 184% dari produk domestik bruto (PDB).
Hal tersebut diungkapkan Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam Economic Outlook 2025 secara daring, Kamis (19/2/2026).
“Kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang saat ini sudah mencapai 184% dari PDB Indonesia,” ungkap Kiki dalam sambutannya, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya peran pasar modal dalam pembiayaan perekonomian nasional serta semakin luasnya diversifikasi produk keuangan yang tersedia bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Di sisi lain, Kiki tidak menampik bahwa saat ini struktur perekonomian domestik masih didominasi oleh sektor perbankan. Untuk itu, pendalaman pasar keuangan menjadi fokus utama OJK dengan meningkatkan peran pasar modal, mendiversifikasi sumber pembiayaan, serta mengurangi risiko maturity and funding mismatch dalam sistem keuangan nasional.
Adapun pada akhir Januari 2026, OJK bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah memformulasikan delapan rencana aksi yang dikelompokkan ke dalam empat klaster.
Pertama, terkait dengan likuiditas yaitu kebijakan baru free float melalui kenaikan batas minimum dari 7,5% menjadi 15% untuk memperkuat likuiditas dan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia.
“Kedua terkait transparansi, jadi setelah likuiditas kami mengedepankan pentingnya untuk transparansi di sektor jasa keuangan kita,” ujar Kiki.
Rencana aksi ketiga yaitu penguatan data kepemilikan saham. Keempat demutualisasi BEI. Kelima, penegakan peraturan dan sanksi serta yang keenam adalah peningkatan tata kelola emiten.
Selanjutnya, pendalaman pasar secara terintegrasi untuk memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang serta rencana aksi kedelapan yakni penguatan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder dan pelaku di sektor jasa keuangan.
“Jadi itu semua adalah delapan rencana aksi yang kita lakukan dalam reformasi integritas di pasar modal Indonesia,” pungkasnya.
#aset-keuangan #produk-keuangan #ojk #sektor-keuangan #perekonomian-nasional #pasar-modal #diversifikasi-produk-keuangan #pendalaman-pasar-keuangan #likuiditas-pasar-modal #transparansi-sektor-keuangan