Giant Sea Wall untuk lindungi kontribusi Pantura 368 miliar dolar AS

Giant Sea Wall untuk lindungi kontribusi Pantura 368 miliar dolar AS

Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengungkapkan urgensi pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) untuk melindungi kontribusi ...

(Antara) 23/02/26 16:27 144684

Jakarta (ANTARA) - Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengungkapkan urgensi pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) untuk melindungi kontribusi wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 368,3 miliar dolar AS.

"Ini hasil penelitian kami bersama dengan teman-teman, yang sudah kami lakukan. Banyak sekali di Pantura Jawa ini yang perlu dilindungi. Bukan hanya penduduk yang ada sekitar 17 sampai 20 juta jiwa harus dilindungi, tapi aset-aset nasional yang ada di Pantura Jawa ini lebih kurang sekitar 368,3 miliar dolar AS," ujar Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf dalam media briefing di Jakarta, Senin.

Didit menyampaikan bahwa urgensi pembangunan atau perlindungan Pantura Jawa ini salah satunya yang dilakukan adalah Giant Sea Wall. Selain mengalami penurunan permukaan air tanah, wilayah Pantura Jawa juga mengalami banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut sehingga dapat mengancam terhadap aset-aset nasional yang berada di wilayah tersebut.

"Dengan kondisi seperti ini, maka akan terjadi kerugian. Contoh misalkan instansi pemerintah, pabrik, kawasan ekonomi khusus (KEK), jalur kereta api, rumah sakit, kantor-kantor swasta ataupun pabrik-pabrik yang sudah berdiri mulai zaman Belanda," katanya.

Selain itu, kota-kota strategis di wilayah Pantura Jawa seperti Semarang juga mengalami penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan mengalami banjir rob.

"Ini hasil penelitian. Dengan kondisi seperti ini, maka kami terus terang melihat dibutuhkan proteksi, dibutuhkan perlindungan ke depan dalam waktu singkat," kata Didit.

Sebagai informasi, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengungkapkan, Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang akan dibangun diharapkan bertahan 100-200 tahun dalam rangka melindungi pantai utara (Pantura) Jawa.

Rencana pembangunan Giant Sea Wall oleh pemerintah dalam rangka melindungi wilayah Pantura Jawa.

Dia juga menambahkan bahwa dalam upaya untuk mewujudkan pembangunan Giant Sea Wall maka BOPPJ tidak bisa bekerja sendirian, namun dibutuhkan kolaborasi antarkementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyampaikan, proyek Giant Sea Wall tidak hanya melindungi Pantai Utara Jawa dari banjir dan abrasi, tapi juga melindungi pusat-pusat perekonomian Indonesia.

Ia menuturkan, pihaknya mencatat 56 persen dari total PDB Indonesia berasal dari Pulau Jawa, dan 70 persen dari jumlah tersebut berasal dari Pantai Utara Jawa.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#boppj #giant-sea-wall #kontribusi-pantura #ekonomi #pdb

https://www.antaranews.com/berita/5432490/giant-sea-wall-untuk-lindungi-kontribusi-pantura-368-miliar-dolar-as