Bumi Serpong Damai (BSDE) Bidik Marketing Sales Rp10 Triliun pada 2026
Bumi Serpong Damai (BSDE) menargetkan marketing sales Rp10 triliun pada 2026, didukung sektor residensial dan komersial dengan strategi optimis dan hati-hati.
(Bisnis.Com) 25/02/26 20:23 147440
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menargetkan nilai marketing sales pada 2026 sebesar Rp10 triliun. Target tersebut dipatok tak beda jauh dengan realisasi pada 2025 yang mencapai Rp10,04 triliun.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, target pra penjualan 2026 ditetapkan secara optimistis tetapi juga hati-hati dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja tahun 2025. Target yang terukur tersebut supaya perseroan tak perlu merevisi target tersebut ke-depannya.
"Target 2026 senilai Rp10 triliun sama dengan tahun 2025. Kami tidak mau yang terlalu bombastis karena tidak ingin merevisi target," ujarnya, Rabu (25/12/2026).
Secara rinci, pada 2026 ini target senilai Rp10 triliun akan ditopang oleh sektor residensial yang mencapai setengah dari target senilai Rp5 triliun. Pada segmen residensial, BSD City ditargetkan menyumbang prapenjualan sebesar Rp1,60 triliun, setara 16% dari total target prapenjualan segmen residensial.
Lalu, disusul Nava Park dan Grand Wisata masing-masing berkontribusi sebesar Rp 1 triliun atau setara 10% dan Rp 700 miliar atau setara 7% dari total target prapenjualan segmen residensial.
Target terbesar kedua berasal dari segmen komersial Rp3,5 triliun. Dari segmen komersial, kawasan komersial BSD City diproyeksikan berkontribusi sebesar Rp1,80 triliun.
Gabungan kawasan komersial di berbagai township di luar BSD City dan Apartemen Southgate masing-masing diproyeksikan akan berkontribusi sebesar Rp950,00 miliar atau setara 10% dan Rp200 miliar atau setara 2% dari total target prapenjualan segmen komersial 2026.
Sisanya penjualan dari joint venture (JV) land lot ditargetkan sekitar Rp1,5 triliun. Sejauh ini BSDE aktif menjalin kemitraan strategis melalui proyek yang telah berjalan antara lain Nava Park, Hiera dan The Zora.
Jika dicermati target marketing sales tahun ini relatif stabil dibandingkan realisasi sepanjang 2025, di mana kontribusi segmen residensial mencapai Rp4,19 triliun, komersial senilai Rp3,725 triliun, dan sisanya senilai Rp2,128 dari joint venture land lot.
Secara historis, perseroan konsisten merealisasikan sekitar 90% hingga di atas target tahunan. Pola musiman juga masih menjadi strategi, di mana pelemahan pada kuartal I biasanya dikejar pada kuartal III hingga kuartal IV.
“Kami selalu berusaha capai target atau kalau tidak realisasinya selalu di atas 90%. Harapannya 2026 bisa lebih baik, terutama dengan potensi tambahan dari proyek joint venture yang masih terbuka,” imbuhnya.
Hermawan mengakui sepanjang tahun lalu atau pada 2025, sektor properti diwarnai oleh tantangan. Kondisi tersebut seiring sikap wait and see dari investor akibat dinamika global kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Imbasnya hal tersebut mendorong para investor beralih investasi di luar properti yang dinilai lebih menarik dalam jangka pendek.
Namun demikian, permintaan dari end user dinilai masih cukup terjaga, terutama dengan dukungan tren suku bunga yang lebih rendah. Faktor ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat terhadap produk hunian.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#bsde #bumi-serpong-damai #marketing-sales-2026 #target-rp10-triliun #properti-2026 #bsd-city #nava-park #grand-wisata #segmen-residensial #segmen-komersial #joint-venture-land-lot #proyek-joint-ventur