Perusahaan Fintech Milik Mantan CEO Twitter PHK 4.000 Karyawan, Digantikan AI

Perusahaan Fintech Milik Mantan CEO Twitter PHK 4.000 Karyawan, Digantikan AI

Perusahaan fintech Block, dipimpin Jack Dorsey, PHK 4.000 karyawan, digantikan AI untuk efisiensi. Saham melonjak 20%, meski ada kekhawatiran dampak AI pada pekerjaan.

(Bisnis.Com) 03/03/26 07:20 152742

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan fintech Block, induk dari Square dan Cash App yang dipimpin mantan CEO Twitter Jack Dorsey, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawan dari total sekitar 10.000 pegawai, karena peningkatan produktivitas kecerdasan buatan (AI).

Dalam suratnya kepada pemegang saham, Dorsey menegaskan AI telah mengubah cara perusahaan dibangun dan dijalankan.

Menurutnya, tim yang lebih kecil kini mampu menghasilkan kinerja yang lebih besar dengan bantuan alat berbasis AI yang terus berkembang pesat setiap minggunya, dia menyebut efisiensi tersebut sudah terlihat secara internal di Block.

Keputusan tersebut tampaknya disambut positif oleh investor. Saham Block dilaporkan melonjak lebih dari 20% dalam perdagangan pra-pasar setelah pengumuman tersebut.

Sejumlah analis menilai pasar optimistis efisiensi biaya dan peningkatan ketergantungan pada AI akan mendorong profitabilitas perusahaan ke depan.

Dilansir dari The Guardian Selasa (3/3/2026), Block baru saja melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar US$6,25 miliar atau sekitar Rp100 Triliun melampaui ekspektasi Wall Street.

Meski begitu, langkah Block turut memicu kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja. Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan percepatan adopsi AI dapat meningkatkan angka pengangguran, dengan estimasi hilangnya 5.000 hingga 10.000 pekerjaan bersih per bulan sepanjang tahun lalu.

Selain itu, studi dari Massachusetts Institute of Technology bahkan menyebut hampir 12% tenaga kerja di Amerika Serikat berpotensi tergantikan oleh AI.

Sektor teknologi menjadi salah satu yang paling terdampak. Sejumlah perusahaan besar juga melakukan langkah serupa. Salesforce, misalnya, memangkas sekitar 4.000 karyawan tahun lalu dengan alasan efisiensi berkat pemanfaatan AI.

Namun Dorsey menepis anggapan PHK dilakukan karena kondisi bisnis yang melemah. Dorsey menegaskan kinerja ekonomi perusahaan tetap kuat.

Menurutnya, manajemen memiliki dua pilihan yaitu melakukan pengurangan karyawan secara bertahap selama bertahun-tahun atau bertindak cepat dan transparan mengenai kondisi perusahaan saat ini.

“Pemotongan anggaran berulang kali merusak moral, fokus, dan kepercayaan yang diberikan pelanggan dan pemegang saham terhadap kemampuan kita untuk memimpin,” kata Dorsey.

Di sisi lain, dinamika internal perusahaan dilaporkan tidak sepenuhnya kondusif. Sejumlah laporan menyebut moral karyawan menurun dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah perusahaan semakin mewajibkan penggunaan AI generatif dalam berbagai alur kerja.

Bahkan, dalam laporan tahunan terbarunya, Block mengakui strategi berbasis AI juga mengandung risiko, mulai dari potensi kegagalan teknologi hingga ancaman keamanan siber. (Nur Amalina)

#block-fintech #jack-dorsey #phk-karyawan #ai-produktivitas #saham-block #efisiensi-ai #pendapatan-block #dampak-ai #teknologi-pekerjaan #salesforce-phk #moral-karyawan #risiko-ai #keamanan-siber #stra

https://teknologi.bisnis.com/read/20260303/84/1957157/perusahaan-fintech-milik-mantan-ceo-twitter-phk-4000-karyawan-digantikan-ai