KAI Logistik Bidik Pendapatan Rp 2,47 Triliun di 2026, Naik 119 Persen
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menargetkan peningkatan kinerja bisnis pada 2026 seiring upaya memperkuat peran dalam rantai pasok nasional.
(Kompas.com) 03/03/26 11:36 153006
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menargetkan peningkatan kinerja bisnis pada 2026 seiring upaya memperkuat peran dalam rantai pasok nasional.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan, tahun 2026 ditetapkan sebagai fase akselerasi transformasi bisnis perusahaan dengan target pertumbuhan signifikan dari sisi keuangan maupun volume angkutan.
“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi KAI Logistik untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis secara berkelanjutan. Target ditetapkan mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengelola pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Yuskal dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
DOK. KAI LOGISTIK KAI Logistik memulai pembangunan fasilitas pergudangan seluas 1.451 meter persegi di Cirebon, Jawa Barat.KAI Logistik menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,47 triliun pada 2026 atau tumbuh 119 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp 1,1 triliun.
Sementara itu, perusahaan menargetkan laba sebesar Rp 176 miliar pada tahun ini.
Menurut Yuskal, target tersebut ditopang oleh perluasan skala bisnis yang tengah dijalankan perusahaan.
Dari sisi operasional, KAI Logistik menargetkan pertumbuhan volume angkutan pada sebagian besar lini layanan.
Pada segmen angkutan ritel, volume ditargetkan mencapai 165.000 ton atau meningkat 152 persen dibandingkan capaian pada 2025.
Adapun pertumbuhan paling signifikan diproyeksikan terjadi pada angkutan multikomoditas, khususnya angkutan peti kemas, semen, dan komoditas non-batu bara.
Volume pada segmen ini ditargetkan mencapai lebih dari 9 juta ton atau meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan realisasi sebelumnya.
DOK. KAI LOGISTIK Ilustrasi KAI Logistik.Yuskal mengatakan, lonjakan volume tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas bisnis perusahaan, terutama melalui pengalihan dan pengelolaan penuh angkutan non-batu bara di wilayah Jawa yang sebelumnya masih dikelola sebagian oleh induk usaha.
“Pengalihan pengelolaan angkutan non-batu bara di Jawa memberikan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi KAI Logistik, sekaligus memperkuat fokus kami pada pengembangan angkutan multikomoditas,” ujar dia.
Sementara pada segmen angkutan batu bara, KAI Logistik menargetkan volume sebesar 23 juta ton pada 2026.
Target tersebut meningkat sekitar 19 persen dibandingkan kinerja tahun 2025.
Selain peningkatan kapasitas angkutan, perusahaan juga menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Langkah tersebut antara lain melalui perluasan bisnis ke segmen e-commerce serta peningkatan kapasitas layanan melalui pengembangan infrastruktur.
Beberapa rencana pengembangan yang disiapkan antara lain perluasan Terminal Ronggowarsito serta penjajakan Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah.
“Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada penguatan ekosistem layanan dan infrastruktur agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Yuskal.
Melalui kombinasi ekspansi kapasitas, diversifikasi layanan, dan penguatan infrastruktur, KAI Logistik menargetkan peningkatan kontribusi perusahaan sebagai penyedia jasa logistik berbasis kereta api dan multimoda dalam mendukung konektivitas serta distribusi logistik nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kereta-api #kawasan-industri-batang #kai-logistik #angkutan-batu-bara