Selat Hormuz Resmi Ditutup, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Selat Hormuz resmi ditutup usai konflik Iran-AS-Israel. Apa saja dampaknya bagi Indonesia?
(Kompas.com) 03/03/26 12:25 153103
KOMPAS.com – Selat Hormuz resmi ditutup menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari 2026. Pengumuman ini langsung mengguncang pasar energi global.
Harga minyak melonjak. Kapal-kapal niaga tertahan. Perusahaan pelayaran menghentikan operasionalnya di kawasan Teluk.
Lalu, Selat Hormuz adalah apa sebenarnya? Selat Hormuz dimana, dan seberapa besar selat hormuz ditutup dampaknya bagi Indonesia? Berikut penjelasan lengkapnya.
Selat Hormuz, jalur energi paling strategis di dunia
Selat Hormuz adalah selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini menjadi pintu utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.
Secara geografis, letak Selat Hormuz berada di antara Iran di sisi utara dan Oman di sisi selatan. Pada titik tersempitnya, lebarnya sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran efektif dua arah masing-masing hanya sekitar 3 kilometer.
Karena itulah, lokasi Selat Hormuz sangat strategis sekaligus rawan.
Jika melihat Selat Hormuz map atau peta Selat Hormuz Iran, tampak jelas bahwa selat ini menjadi satu-satunya pintu keluar minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, hingga Qatar menuju Asia dan Eropa.
Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia, atau sekitar 20 juta barel per hari, melintasi jalur ini. Tak hanya minyak, hampir 20 persen gas alam cair (LNG) global juga dikirim melalui perairan tersebut.
Selat Hormuz resmi ditutup, apa yang terjadi?
Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Tak lama berselang, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.
Sejumlah kapal di kawasan Teluk menerima peringatan bahwa kapal komersial tidak diizinkan melintas.
Perusahaan pelayaran global pun mengambil langkah antisipasi. Beberapa operator besar menunda pelayaran melalui jalur tersebut demi keselamatan awak dan kargo.
Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah Brent melonjak tajam dalam satu hari perdagangan. Analis memperkirakan harga bisa mendekati 100 dollar AS per barel jika gangguan berlangsung lama.
AFP/FADEL SENNA Pelabuhan Al Aqir di Selat Hormuz, difoto dari Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Iran pada 28 Februari menutup Selat Hormuz sebagai respons serangan Amerika-Israel ke Teheran.Selat Hormuz ditutup dampaknya bagi Indonesia
Bagi Indonesia, selat hormuz ditutup dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Meski Indonesia bukan negara Teluk, perekonomian nasional tetap terhubung erat dengan rantai pasok global.
Berikut beberapa potensi dampaknya:
1. Harga minyak dan BBM berpotensi naik
Sebagai negara pengimpor minyak mentah dan LPG, Indonesia rentan terhadap lonjakan harga energi global.
Jika pasokan dari Timur Tengah terganggu, harga minyak dunia naik. Dampaknya bisa menjalar ke harga BBM, subsidi energi, hingga beban APBN.
2. Biaya logistik dan asuransi melonjak
Risiko keamanan membuat premi asuransi kapal meningkat. Kapal yang melintas semakin sedikit, sementara kebutuhan distribusi tetap tinggi.
Akibatnya, biaya logistik bisa naik, bukan hanya untuk rute Timur Tengah, tetapi juga Eropa dan Afrika yang terhubung melalui jalur tersebut.
Biaya impor dan ekspor Indonesia pun berpotensi meningkat dalam waktu singkat.
3. Risiko inflasi jelang Ramadhan dan Lebaran
Gangguan pasokan global dapat memicu kenaikan harga barang konsumsi, terutama yang bergantung pada impor atau transportasi jarak jauh.
Tekanan ini bisa lebih terasa jika bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Lebaran, saat permintaan domestik meningkat secara musiman.
4. Tekanan pada cadangan devisa dan nilai tukar
Lonjakan harga minyak dapat memperbesar nilai impor energi Indonesia. Hal ini berpotensi menekan cadangan devisa dan neraca pembayaran.
Jika berlangsung lama, volatilitas harga energi global juga bisa memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.
Jika melihat peta Selat Hormuz Iran, mungkin jalur ini tampak hanya sebagai selat sempit di antara dua negara. Namun dalam praktiknya, selat ini adalah nadi perdagangan energi dunia.
Ketika Selat Hormuz resmi ditutup, dampaknya tak berhenti di kawasan Teluk. Dari harga minyak global, ongkos kirim, hingga potensi inflasi, efeknya bisa menjalar sampai ke Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel" dan "Apindo: Selat Hormuz Ditutup, Perdagangan Indonesia Terancam Tersendat".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#selat-hormuz #penutupan-selat-hormuz #letak-selat-hormuz #selat-hormuz-adalah #selat-hormuz-resmi-ditutup #selat-hormuz-map #lokasi-selat-hormuz #peta-selat-hormuz-iran #selat-hormuz-ditutup-dampaknya