Lelang Sukuk Negara Landai, Penawaran Investor Tercatat Rp30,98 Triliun
Lelang sukuk negara pada 10 Maret 2026 mencatat penawaran Rp30,98 triliun, dengan total nominal dimenangkan Rp15 triliun, meski penawaran terkecil tahun ini.
(Bisnis.Com) 11/03/26 14:11 161825
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai penawaran masuk dalam lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk kian susut sepanjang tahun berjalan 2026. Teranyar, lelang sukuk pada Selasa (10/3/2026) mencatatkan penawaran senilai Rp30,98 triliun.
Dalam lelang teranyar, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, menawarkan delapan seri sukuk. Diperinci, 3 seri merupakan sukuk bertenor pendek yang diwakilkan oleh Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan 5 seri bertenor panjang merupakan Project Based Sukuk (PBS).
Pada seri bertenor pendek atau SPNS, total penawaran yang masuk mencapai Rp11,58 triliun, dengan penawaran terbesar dihimpun oleh SPNS23112026 senilai Rp8,167 triliun. Produk ini sekaligus memiliki tenor terpanjang, yaitu selama 9 bulan, yang jatuh tempo pada 23 November 2026.
Sementara dua seri lainnya, SPNS06042026 dan SPNS08092026 mencatatkan penawaran senilai masing-masing Rp1,7 triliun dan Rp1,71 triliun. Kedua seri ini memiliki maturity date pada 6 April 2026 dan 8 September 2026.
Ketiga produk ini mencatatkan total nominal dimenangkan senilai Rp10,6 triliun, dengan bid-to-cover-ratio berada pada kisaran 1,42 kali—1,04 kali. SPNS06042026 menggenggam bid-to-cover-ratio terbesar dan SPNS23112026 dengan nominal dimenangkan terbesar, senilai Rp7,75 triliun.
Sementara pada PBS, DJPPR menawarkan produk PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, dan PBS038. Kelima produk ini mencatatkan nilai penawaran yang berkisar pada Rp1,98 triliun—9,30 triliun. PBS038 mendapatkan penawaran terbesar, sementara PBS034 mencatatkan nilai penawaran terkecil.
PBS038 sekaligus menawarkan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,78%, dengan tingkat imbalan sebesar 6,87%. Produk ini sekaligus menggenggam maturity yield terpanjang, dengan jatuh tempo pada 15 Desember 2049.
Sementara itu, PBS034 mencatatkan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,51%, dengan imbal hasil 6,50%. Tenggat jatuh tempo produk ini pada 15 Juni 2039.
Hanya saja, DJPPR hanya memenangkan total Rp4,4 triliun dari total penawaran masuk senilai Rp19,38 triliun. PBS038 menjadi produk dengan nominal dimenangkan terbesar, senilai Rp2,15 triliun, sementara PBS034 menggenggam nominal dimenangkan sebesar Rp350 miliar.
Dengan begitu, nilai bid-to-cover-ratio pada produk PBS membengkak menjadi sekitar 2,67 kali—5,67 kali. Diperinci, PBS040 memiliki bid-to-cover-ratio sebesar 2,91 kali, PBSG002 sebesar 2,67 kali, PBS034 sebesar 5,67 kali, dan PBS038 sebesar 4,33 kali.
”Total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp15 triliun,” tulis pengumuman DJPPR, dikutip Rabu (11/3/2026).
Data yang dihimpun Bisnis, menunjukkan bahwa nilai penawaran lelang sukuk kali ini menjadi yang terkecil sepanjang tahun berjalan 2026. Namun, total nilai dimenangkan tercatat lebih besar dibandingkan dengna lelang-lelang sebelumnya.
#sukuk-negara #lelang-sukuk #penawaran-investor #sukuk-2026 #surat-berharga-syariah #sukuk-bertenor-pendek #sukuk-bertenor-panjang #project-based-sukuk #spns23112026 #pbs038 #yield-rata-rata #maturity