Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz
Menteri ESDM mengungkap nasib Kapal Pertamina yang tertahan di Teluk Arab akibat penutupan Selat Hormuz.
(Bisnis.Com) 27/03/26 15:33 174488
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kelanjutan evakuasi kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang tertahan di Teluk Arab, imbas penutupan Selat Hormuz di tengah perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
Bahlil menyebut bahwa pihaknya tetap menjalin komunikasi dengan pihak terkait, meskipun terdapat kesulitan dalam membuka kembali jalur pelayaran bagi kapal perusahaan energi pelat merah ini.
“Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz,” kata Bahlil usai bertemu sejumlah menteri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).
Oleh karena itu, dia menyebut bahwa pemerintah terus membangun komunikasi agar proses evakuasi kapal Pertamina dapat dipercepat, kendati tak menjelaskan lebih lanjut perihal waktunya.
Di samping itu, Bahlil menyebut bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas Tanah Air berada dalam kondisi aman, dalam hal ini memenuhi standar minimum pasokan nasional.
Kendati demikian, dia tetap mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan energi secara bijak, lebih lagi dalam pemanfaatan gas LPG.
Menurutnya, porsi impor gas LPG Indonesia mencapai 70% alias bergantung terhadap pasokan global, sehingga Bahlil mendorong agar upaya penghematan juga dilakukan masyarakat.
“Kita tahu bahwa LPG kita 70% kita impor, tetapi sampai dengan hari ini kondisinya clear. Kapal-kapal [pengangkut LPG] yang kita beli dari beberapa negara juga masih on the track. Jadi insyaallah aman,” pungkas politikus Partai Golkar ini.
Berdasarkan catatan Bisnis, PT Pertamina (Persero) masih melakukan berbagai upaya untuk mengevakuasi dua kapal tanker yang masih berada di kawasan Teluk Arab di tengah meningkatnya tensi konflik Timur Tengah.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, perusahaan memastikan koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah dan berbagai pihak guna membuka jalur pelayaran yang aman bagi kapal tersebut.
“Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, dari Kementerian Luar Negeri, dan semua pihak dan kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana makin baik sehingga kargo-kargo kita bisa kemudian beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik,” ujar Simon di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
#kapal-pertamina #selat-hormuz #selat-hormuz-ditutup #teluk-arab #bahlil-lahadalia #evakuasi-kapal-pertamina #kapal-tanker-pertamina-tertahan #perang-iran-amerika #stok-bbm #harga-bbm #harga-minyak