Temui Pengusaha Jepang, Bahlil Perkuat Kerja Sama Energi Bersih dan Hilirisasi
Indonesia memperkuat kerja sama dengan Jepang di bidang energi bersih dan hilirisasi mineral dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
(Bisnis.Com) 31/03/26 09:47 177108
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berjanji bakal mengawal kolaborasi dengan mitra internasional untuk memperkuat transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih.
Hal itu dia sampaikan di hadapan para pengusaha Jepang saat menemani kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Bahlil menilai, hilirisasi mineral dan transisi energi harus dijalankan secara seimbang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Arahan Presiden memberikan penegasan kuat bahwa hilirisasi mineral dan transisi energi harus berjalan beriringan. Kami akan memastikan seluruh kebijakan di sektor ESDM diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Bahlil melalui keterangan resmi.
Dia menuturkan, percepatan pengembangan energi baru terbarukan akan terus didorong melalui optimalisasi potensi dalam negeri, termasuk energi surya, panas bumi, dan bioenergi. Oleh karena itu, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan mitra internasional.
"Kami juga akan mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan, termasuk energi surya, panas bumi, dan bioenergi, serta memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional guna mendukung transfer teknologi dan investasi di sektor energi bersih," ungkap Bahlil.
Sebelumnya, dalam forum bisnis Japan-Indonesia Business Forum, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus melangkah naik ke rantai nilai yang lebih tinggi melalui industrialisasi dan pengelolaan sumber daya alam yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Dia menyoroti pentingnya menjaga nilai ekonomi sumber daya strategis agar tidak berhenti pada ekspor bahan mentah semata.
"Kita harus naik ke rantai nilai yang lebih tinggi. Indonesia ingin melakukan industrialisasi. Kita ingin kualitas hidup yang baik bagi rakyat kita. Kita ingin menghapus kemiskinan. Kita ingin menghapus kelaparan," jelas Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan bahwa pengelolaan mineral harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan orientasi jangka panjang. Menurutnya, sumber daya alam Indonesia harus memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi bangsa, sekaligus dijaga untuk generasi mendatang.
"Kita harus melindungi sumber daya kita. Kita harus mengamankan nilai ekonomi tertinggi dari sumber daya kita. Kita tidak bisa lagi puas dengan mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Mineral kritis kita adalah aset strategis. Mineral kita harus dilindungi untuk generasi masa depan rakyat kita," tegasnya.
Selain hilirisasi, Prabowo juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi energi di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu. Pemerintah, kata dia, akan memperbesar pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari energi surya, panas bumi, hingga bioenergi, untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
"Dalam tiga tahun, kita ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini semakin mendesak karena situasi yang kita lihat. Situasi geopolitik di Timur Tengah menimbulkan ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kita," ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan komitmen untuk memperkuat program biofuel, baik melalui peningkatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit maupun pengembangan bioetanol dari berbagai bahan baku domestik.
Di sisi lain, transformasi menuju kendaraan listrik turut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan konsumsi bahan bakar fosil di dalam negeri.
#energi-bersih #hilirisasi-mineral #transisi-energi #kerja-sama-energi #energi-terbarukan #energi-surya #panas-bumi #bioenergi #transfer-teknologi #investasi-energi #ketahanan-energi #industrialisasi-i