Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Tata Kelola Bandung Zoo
DPRD Bandung desak evaluasi total Bandung Zoo usai dua harimau mati akibat virus, soroti peran Pemkot dan perlunya perbaikan tata kelola satwa.
(Bisnis.Com) 02/04/26 14:15 180040
Bisnis.com, BANDUNG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo menyusul kematian dua anak harimau Benggala akibat serangan virus.
Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menegaskan peristiwa kematian satwa dilindungi tersebut tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa.
Menurutnya, hal ini menjadi sinyal merah bagi manajemen pengelola di tengah polemik pengelolaan yang masih belum menemui titik terang.
“Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian satwa langka seperti harimau tidak bisa dianggap sepele. Meski disebut akibat virus, tetap harus ada evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Edwin menilai kasus ini mengonfirmasi perlunya intervensi dan perhatian serius terhadap standar perawatan satwa di objek wisata edukasi tersebut.
Terlebih, Bandung Zoo sebelumnya sempat didera persoalan internal berkepanjangan yang dikhawatirkan berdampak pada operasional harian.
Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa.
“Pemkot Bandung harus memastikan seluruh hewan dirawat dengan baik. Namun faktanya, hal itu belum sepenuhnya terwujud,” tegas Edwin.
Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, legislatif mendorong penguatan koordinasi lintas instansi yang melibatkan Pemkot Bandung, Kementerian Kehutanan, hingga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).
Beberapa di antaranya yaitu standarisasi perawatan mulai dari aspek pakan, higienitas kandang, hingga protokol pemeriksaan kesehatan berkala wajib diperketat.
“Jangan sampai kejadian ini terulang. Semua pihak harus memastikan satwa di Kebun Binatang Bandung mendapat perawatan yang layak. Ini momentum untuk berbenah,” tandasnya.
Sebelumnya, dua anak harimau Benggala yang diberi nama Huru dan Hara dilaporkan mati setelah terpapar virus panleukopenia. Keduanya mengembuskan napas terakhir dalam kurun waktu berdekatan, yakni pada Selasa (24/3) dan Kamis (26/3).
Meski upaya penanganan medis telah dilakukan secara kolaboratif oleh Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, serta tim medis internal kebun binatang, nyawa kedua satwa eksotis tersebut tetap tidak tertolong.
Kematian ini menambah daftar panjang tantangan dalam konservasi satwa di jantung Kota Bandung tersebut.
#bandung #bandung-zoo #dprd-bandung #harimau-mati #kebun-binatang-bandung #kematian-satwa #n-a