Besaran dan Skema Penebalan Bansos 2026, Jadi Bantalan Daya Beli di Tengah Isu Kenaikan BBM

Besaran dan Skema Penebalan Bansos 2026, Jadi Bantalan Daya Beli di Tengah Isu Kenaikan BBM

Kemensos siapkan skema penebalan bansos 2026 untuk melindungi daya beli masyarakat miskin dari dampak kenaikan BBM, fokus pada PKH dan BPNT.

(Bisnis.Com) 09/04/26 11:13 186109

Bisnis.com, JAKARTA - Isu kenaikan harga BBM kembali mencuat dan berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok miskin dan rentan. Merespons hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan skema penebalan bantuan sosial (bansos) sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa pemerintah masih menunggu keputusan resmi terkait kebijakan harga BBM. Namun, berbagai skenario perlindungan sosial telah dipersiapkan agar dapat segera dijalankan ketika kebijakan ditetapkan. Skema ini menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Dilansir dari laman resmi Bansoskemensosgo.id, penebalan bansos difokuskan pada penguatan dua program utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sasaran utamanya adalah keluarga miskin dan rentan miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Adapun skema yang disiapkan meliputi:

  • Penebalan nilai bantuan: penambahan nominal bansos yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah terdaftar
  • Perluasan cakupan penerima: penambahan jumlah penerima baru dari data DTKS yang belum masuk dalam program reguler
    Kedua skema ini dirancang untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat ketika terjadi lonjakan harga akibat penyesuaian BBM.

Status dan Arah Kebijakan

Per April 2026, skema penebalan bansos masih dalam tahap kajian dan pembahasan lintas kementerian. Pemerintah belum menetapkan besaran tambahan bantuan per keluarga, karena masih menunggu hasil rapat koordinasi dan keputusan final dari Presiden.

Meski demikian, langkah ini dinilai krusial mengingat bansos memiliki peran strategis sebagai bantalan ekonomi. Ketika harga BBM naik, dampaknya biasanya merembet ke biaya transportasi dan harga bahan pokok. Dalam kondisi tersebut, bantuan sosial menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat agar tidak mengalami penurunan signifikan.

Pemerintah juga terus melakukan pemutakhiran data penerima agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Dengan skema yang tengah disiapkan, diharapkan perlindungan sosial dapat berjalan lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi yang terjadi.

#bansos-2026 #kenaikan-bbm #daya-beli-masyarakat #skema-penebalan-bansos #program-keluarga-harapan #bantuan-pangan-non-tunai #keluarga-miskin #data-terpadu-kesejahteraan-sosial #penambahan-nominal-bans

https://kabar24.bisnis.com/read/20260409/15/1965311/besaran-dan-skema-penebalan-bansos-2026-jadi-bantalan-daya-beli-di-tengah-isu-kenaikan-bbm