Kata Purbaya: S&P Pertahankan Rating RI di BBB Outlook Stabil, Soroti Tingginya Rasio Bunga Utang

Kata Purbaya: S&P Pertahankan Rating RI di BBB Outlook Stabil, Soroti Tingginya Rasio Bunga Utang

S&P Global Ratings pertahankan peringkat utang Indonesia 'BBB' stabil, namun menyoroti rasio bunga utang yang tinggi. Pemerintah janji menjaga fiskal.

(Kompas.com) 17/04/26 10:40 194286

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyebut lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level investment grade, dengan disertai catatan penting yang perlu diwaspadai.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan S&P mengonfirmasi bahwa peringkat kredit Indonesia tetap berada di level BBB dengan outlook stabil.

Serta S&P tetap menyoroti risiko dari tingginya rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara.

“Mereka mendiskusikan lebih dalam bahwa rating pembayaran bunga dibanding income-nya di atas 15 persen,” ujar Purbaya dalam keterangannya pada Kamis (16/4/2026).

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan dan belum berada pada level yang membahayakan fiskal.

“Saya bilang itu akan kita monitoring terus dan pastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal akan tetap kita jaga dan tidak memburuk dari sisi pembayaran,” lanjutnya.

Di sisi lain, S&P memang mengonfirmasi peringkat utang Indonesia tetap berada di level triple B (BBB) dengan outlook stabil.

Status ini menunjukkan Indonesia masih dinilai layak investasi dengan risiko gagal bayar relatif rendah.

Namun, di balik penilaian tersebut, S&P sebelumnya juga menggali secara detail konsistensi pemerintah dalam menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” kata Purbaya.

Pemerintah mengeklaim disiplin fiskal tetap terjaga, dengan defisit yang diperkirakan turun dari 2,9 persen menjadi sekitar 2,8 persen dalam laporan keuangan pemerintah.

Meski demikian, sinyal kehati-hatian tetap muncul.

Tingginya rasio bunga utang terhadap pendapatan menunjukkan ruang fiskal bisa semakin tertekan jika penerimaan negara tidak tumbuh sejalan.

Purbaya mengatakan pemerintah mengandalkan perbaikan kinerja penerimaan pajak dan bea cukai untuk menjaga keseimbangan tersebut.

“Ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan di bulan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen, mereka sepertinya cukup puas,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mengeklaim telah melakukan restrukturisasi organisasi perpajakan dan kepabeanan untuk meningkatkan kinerja penerimaan.

Meski indikator makro dinilai membaik dan rating tetap stabil, catatan S&P soal beban bunga utang menjadi pengingat bahwa tekanan fiskal belum sepenuhnya mereda.

Apalagi, di tengah ketidakpastian global, kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan fiskal akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan investor ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#s-amp-p #investment-grade #peringkat-utang-indonesia #purbaya #rasio-bunga-utang

https://money.kompas.com/read/2026/04/17/104000926/kata-purbaya--s-p-pertahankan-rating-ri-di-bbb-outlook-stabil-soroti-tingginya