Jelang May Day, Gubernur Jateng Buka Dialog dengan Buruh
78 Serikat buruh diajak berdialog untuk menyerap aspirasi terkait kesejahteraan dan PHK menjelang May Day 2026.
(Bisnis.Com) 28/04/26 13:29 205168
Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja guna memastikan stabilitas iklim investasi.
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara proaktif membuka ruang dialog dengan menyerap aspirasi dari perwakilan 78 serikat pekerja dan serikat buruh di Kota Semarang.
"Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri. Yaitu dengan cara menjaga hubungan industrial yang kondusif," ujar Luthfi dalam dialog yang digelar pada Senin (24/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan krusial disampaikan oleh para perwakilan buruh, mulai dari isu pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pemenuhan hak pesangon oleh perusahaan, hingga tuntutan peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh.
Menanggapi hal tersebut, Luthfi menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan industrial di wilayah Jawa Tengah.
Stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah dipandang sebagai variabel utama yang menentukan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di provinsi ini.
Tanpa adanya jaminan kondusivitas, arus investasi ke Jawa Tengah dapat terganggu secara signifikan, yang pada akhirnya akan merugikan ekosistem ekonomi daerah secara luas.
Data menunjukkan bahwa stabilitas industrial telah memberikan dampak nyata pada kinerja ekonomi makro Jawa Tengah. Pada tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai angka Rp110,02 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp37,64 triliun, serta kontribusi sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) yang mencapai Rp21,52 triliun.
Capaian investasi tersebut terbukti efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal dalam skala besar.
"Sekitar 340 ribu tenaga kerja kita terserap industri sehingga mampu mereduksi tingkat pengangguran terbuka," ungkap Luthfi.
Ekspansi sektor industri ini pula yang menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pertumbuhannya dilaporkan mampu menyentuh angka 5,37% pada periode tahun 2025.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini berfokus pada kemudahan perizinan serta pengembangan kawasan industri baru untuk mempertahankan tren positif tersebut.
Selain aspek investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini diwujudkan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terkoneksi langsung dengan kebutuhan industri.
Melalui program link and match ini, tenaga kerja di Jawa Tengah diharapkan memiliki kompetensi yang unggul dan mampu bersaing di level internasional. Luthfi memandang bahwa hubungan antara buruh dan perusahaan harus bergeser dari sekadar hubungan transaksional menjadi hubungan kemitraan yang strategis.
"Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan," jelas Luthfi. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berkomitmen untuk memitigasi potensi konflik industrial serta memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja di wilayah tersebut.
Sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan di luar upah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut mensosialisasikan program 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini secara khusus difasilitasi oleh Bank Jateng dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perakim) Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan akses hunian yang layak bagi anggota serikat pekerja.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya hidup pekerja secara signifikan melalui penyediaan infrastruktur dasar yang terjangkau.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Ahmad Aziz mendorong agar seluruh serikat buruh segera menindaklanjuti sosialisasi tersebut bagi para anggotanya.
"Harapannya nanti disosialisasikan dan ditindaklanjuti untuk anggota serikat pekerja dan serikat buruh, sehingga dapat mengakses perumahan dari program pemerintah tersebut," katanya.
#may-day #gubernur-jateng #dialog-buruh #hari-buruh #jawa-tengah #stabilitas-investasi #hubungan-industrial #investasi-jateng #tenaga-kerja-lokal #pertumbuhan-ekonomi #kemudahan-perizinan #kualitas-sdm