Hilirisasi Tahap II, PTPN Kebagian Proyek Turunan Sawit di Sei Mangkei

Hilirisasi Tahap II, PTPN Kebagian Proyek Turunan Sawit di Sei Mangkei

Proyek hilirisasi sawit di Sei Mangkei oleh PTPN IV PalmCo bertujuan meningkatkan nilai tambah ekspor dan mengurangi impor energi dengan fokus pada biodiesel dan produk pangan berbasis sawit.

(Bisnis.Com) 30/04/26 23:09 208601

Bisnis.com, JAKARTA — Pembangunan kawasan industri sawit terintegrasi di Sei Mangkei menjadi bagian dari upaya hilirisasi tahap II yang dijalankan pemerintah. Proyek ini menjadi salah satu program hilirisasi sawit terintegrasi demi nilai tambah ekspor dan mengurangi ketergantungan impor energi.

Proyek yang digarap PTPN IV PalmCo di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatera Utara, menjadi salah satu implementasi paling konkret dari 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun yang mulai dibangun tahun ini.

Fokus pada pengolahan sawit di dalam negeri diarahkan untuk menjawab dua persoalan utama sekaligus, yakni rendahnya nilai tambah ekspor dan tingginya ketergantungan impor energi.

Direktur Bisnis Holding Perkebunan PTPN III Ryanto Wisnuardhy menyebut pengembangan industri turunan sawit menjadi bagian dari strategi menekan impor solar.

“Kebutuhan solar kita masih sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (30/4/2026).

Dorongan ini semakin relevan seiring rencana implementasi biodiesel B50 yang akan meningkatkan kebutuhan bahan baku domestik secara signifikan.

Di Sei Mangkei, hilirisasi tidak hanya difokuskan pada energi, tetapi juga industri pangan berbasis sawit dalam satu kawasan terintegrasi.

Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan pabrik oleofood akan memproduksi margarin dan shortening dengan kapasitas 35.000 ton per tahun serta cocoa butter substitusi sekitar 25.000 ton per tahun.

Sementara itu, pabrik biodiesel berkapasitas 450.000 ton per tahun ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.

Menurutnya, pengolahan di dalam negeri menjadi kunci peningkatan nilai tambah yang selama ini hilang akibat dominasi ekspor bahan mentah.

“Jika diolah, nilai ekonominya bisa meningkat hingga belasan kali lipat,” katanya.

Namun, pengembangan Sei Mangkei juga mencerminkan tantangan klasik hilirisasi, yakni memastikan integrasi antara hulu, industri pengolahan, dan pasar agar proyek tidak berhenti pada pembangunan kapasitas semata.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi tahap II merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis,” ujarnya.

Program ini juga ditopang oleh konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut optimalisasi aset BUMN menjadi kunci untuk memastikan proyek berjalan dengan fondasi pendanaan yang kuat.

Di tingkat daerah, proyek Sei Mangkei diproyeksikan mendorong transformasi ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menilai hilirisasi akan mengubah struktur ekonomi dari berbasis komoditas mentah menjadi industri bernilai tambah.

“Hilirisasi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengubah struktur ekonomi dari hulu ke hilir yang lebih modern,” ujarnya.

Ke depan, keberhasilan Sei Mangkei akan menjadi tolok ukur apakah hilirisasi tahap II mampu menjawab persoalan struktural, mulai dari ketergantungan impor energi hingga rendahnya nilai tambah komoditas nasional.

#hilirisasi-sawit #sei-mangkei #ptpn-iv #biodiesel-sawit #industri-turunan-sawit #proyek-hilirisasi #nilai-tambah-ekspor #impor-energi #biodiesel-b50 #pabrik-oleofood #margarin-shortening #cocoa-butter

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260430/12/1970675/hilirisasi-tahap-ii-ptpn-kebagian-proyek-turunan-sawit-di-sei-mangkei