Investigasi Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur, Polda Metro Jaya Temukan Taksi Green SM Telat Servis
Taksi Green SM ternyata tetap operasional meski telat servis sebelum berakhir tertemper KRL di JPL 85.
(Kompas.com) 09/05/26 17:00 216536
KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto mengatakan jika taksi Green SM yang mogok di jalur perlintasan langsung (JPL) 85 dan akhirnya tertemper kereta rel listrik (KRL) Senin (27/4/2026) petang diketahui telat servis rutin.
Padahal, aturan internal manajemen taksi Green SM, unit harus masuk bengkel menjalani servis rutin bila odometer menunjukkan 15.000 kilometer (KM).
Namun, odometer taksi Green SM yang bersangkutan menunjukkan angka 24.000 KM belum masuk bengkel.
Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya terhadap sopir taksi Green SM, RRP.
"Kami juga menyampaikan bahwa terkait informasi dari depot manajer operasional, taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan,” kata Budi dikutip dari Kompas.com, Jumat (8/5/2026).
Polisi saat ini mendalami apakah telatnya perawatan menyebabkan taksi tersebut mogok di tengah rel kereta api JPL 85.
"Nah, kami masih mendalami akibat mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian," ujarnya.
Pengakuan RRP
Sopir taksi Green SM, RRP, mengatakan jika taksi yang dikemudikannya berhenti mendadak di perlintasan sebidang JPL 85.
Ia mengaku, mesin mobilnya mati.
RRP mencoba menyalakan lagi mesin mobilnya tapi gagal. Dirinya juga kesulitan keluar.
Ketika transmisi ia pindahkan ke parkir, kaca mobil baru bisa diturunkan dan RRP keluar dari sana dibantu warga sekitar.
"Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir. Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online," jelas Budi.
Menyoal adanya keterlambatan servis, kepolisian memeriksa manajemen Green SM yang meliputi; Manajer rekrutmen sopir, RS, saksi bagian pelatihan MI, manajer kontrol perbaikan dan maintenance BM, dan departemen manager operasional Bekasi SF.
Respon manajemen Green SM
Manajemen taksi Green SM mendukung penuh proses investigasi dan penyidikan terkait insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) petang.
Manajemen memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut dan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah melakukan sidak di pool taksi Green SM Bekasi.
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," jelas akun resmi Instagram @id.greensm, pada 28 April 2026.
Menurutnya, standar operasional unit taksi terus dijaga guna mengutamakan keselamatan di jalan.
"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," tulisnya.
Kronologi kecelakaan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan kronologi awal kecelakaan KA Argo Bromo Anggerk dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden berawal saat rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil (taksi Green SM) di JPL 85, Senin (27/4/2026) petang.
"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85," jelas Dudy, Selasa (28/4/2026).
KRL yang tertemper taksi Green SM kemudian ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) berkode 5181.
Akibatnya, ia berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Mengetahui hal ini, petugas menghentikan rangkaian KRL lainnya berkode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di Stasiun Bekasi Timur untuk memberi kesempatan penanganan bagi PLB 5181.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tak sempat berhenti lalu menghantam rangkaian gerbong belakang PLB 5568 yang berada di peron Stasiun Bekasi Timur.
Diketahui, jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang sementara 88 lainnya luka-luka.
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengakuan Sopir Green SM di Tragedi Kereta Bekasi: Pintu Terkunci, Mobil Telat Servis 9.000 KM" dan "Pengakuan Sopir Taksi Green SM: Mesin Mati di Tengah Rel, Pintu Terkunci"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#polda-metro-jaya #menhub-dudy-purwagandhi #taksi-green-sm #kecelakaan-stasiun-bekasi-timur