Satu Tahun Prabowo-Gibran: Pupuk Murah, Stok Beras 4,2 Juta Ton
Pemerintahan Prabowo-Gibran sukses reformasi pupuk, stok beras 4,2 juta ton, dan swasembada pangan. Harga pupuk turun 20%, kesejahteraan petani meningkat.
(Bisnis.Com) 30/10/25 16:42 21773
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut pemerintah berhasil memangkas regulasi pupuk hingga mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,2 juta ton dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sekretaris Jenderal Kementan Ali Jamil menyebut sektor pertanian mengalami transformasi besar dalam satu tahun pemerintahan Prabowo—Gibran.
Ali menuturkan, dengan stok CBP yang mencapai 4,2 juta ton itu membuat Indonesia tidak lagi membuka keran impor beras.
“Kita sudah berada di jalur yang benar menuju swasembada pangan. Produksi beras tahun ini mencapai 34 juta ton dengan stok cadangan 4,2 juta ton tertinggi dalam 57 tahun terakhir dan Indonesia tidak lagi impor beras medium,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, reformasi tata kelola pupuk menjadi salah satu pilar penting, yakni melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025. Dalam hal ini, Kementan berhasil memangkas regulasi pupuk dari 145 aturan menjadi satu sistem terpadu yang menghubungkan produsen hingga petani.
“Dulu tata kelola pupuk terlalu birokratis, sekarang lebih sederhana, transparan, dan efisien. Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi turun hingga 20%, dan distribusinya langsung ke titik serah di tingkat petani,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menyebut kesejahteraan petani semakin meningkat, dengan nilai tukar petani (NTP) yang kini berada di level 124,36. Serta, tingkat mekanisasi pertanian juga naik menjadi 2,1 HP per hektare atau sejajar dengan Thailand.
Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementan Jekvy Hendra menyebut kebijakan HET pupuk bersubsidi memberikan dampak langsung bagi petani.
Jekvy mengungkap, sejak penurunan harga pupuk diumumkan pada 22 Oktober 2025, penebusan pupuk mencapai 72.000–78.000 petani per hari.
Di sisi lain, SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia Asep Saepul Muslim memastikan stok pupuk bersubsidi saat ini aman dengan cadangan lebih dari 1 juta ton.
“Saat ini ketersediaan stok pupuk sampai dengan 26 Oktober 2025 itu sebesar 1,1 juta ton, di mana terdiri dari 1,07 juta ton untuk pupuk subsidi atau 43 hari ke depan. Itu bisa memenuhi kebutuhan pupuk subsidi 43 hari ke depan, dan 434.000 ton untuk pupuk non-subsidi,“ ujar Asep.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20% yang berlaku mulai 22 Oktober 2025 melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk nasional.
Adapun, penurunan harga pupuk ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, yaitu urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, dan NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram.
Kemudian, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram dan pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.
#prabowo-gibran #pupuk-murah #stok-beras #cadangan-beras #swasembada-pangan #reformasi-pupuk #harga-pupuk #pupuk-bersubsidi #kesejahteraan-petani #mekanisasi-pertanian #kebijakan-het #penurunan-harga-p