Temui Investor SBN Pemerintah, Purbaya Bakal Bereskan Masalah Investasi Setiap Minggunya
Menkeu Purbaya akan menangani masalah investasi SBN setiap minggu, fokus pada perizinan dan efektivitas dana Rp200 triliun, guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
(Bisnis.Com) 14/10/25 04:00 2212
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan investor SBN pemerintah di kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jakarta, Senin (13/10/2025). Iklim investasi Indonesia menjadi isu yang dibicarakan Bendahara Negara dengan investor dari bank himbara maupun swasta.
Purbaya menyebut ada keprihatinan para investor terkait dengan iklim investasi di Indonesia. Salah satunya terkait dengan pengurusan perizinan berusaha yang masih memakan waktu lama.
Namun, dia menyebut pemerintah tengah berupaya untuk memperbaiki situasi ekonomi dan kondisi itu di antaranya melalui tim percepatan program prioritas pemerintah yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menurut Purbaya, dia akan menerima pengaduan dari pelaku bisnis dan mendorong pemecahan masalah yang dikeluhkan.
"Saya akan gelar perkara setiap satu hari dalam satu minggu akan saya dedikasikan untuk memecahkan perkara di situ. Nanti orang bisa ngadu ke situ, saya akan mereskan. Yang ngadu, yang diadukan, saya hakimnya kita beresin," terangnya kepada wartawan di kantor DJP Kemenkeu, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Selain soal kemudahan berusaha, terang Purbaya, para pemegang surat utang pemerintah turut bertanya soal efektivitas penempatan dana Rp200 triliun di himbara. Memasuki waktu kurang lebih sebulan sejak dana itu ditempatkan ke sistem keuangan, dia menyebut realisasinya sudah semakin bagus.
Himbara yang menerima likuiditas murah dari kas pemerintah itu turut hadir di dalam forum, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BSI. Purbaya turut mengungkap ada beberapa himbara yang sudah meminta tambahan dana pemerintah, seperti BRI maupun BNI.
Menurut mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, efektivitas dari pengelolaan kas pemerintah di Bank Indonesia (BI) itu akan dirasakan terutama pada kuartal IV/2025. Dia memperkirakan kebijakannya itu bisa mendorong ekonomi pada tiga bulan terakhir 2025 mencapai di atas 5,5% (yoy).
"Ya tadi saya bilang triwulan keempat seperti itu dan ke depannya harusnya kalau enggak diubah kebijakannya, ekonomi kita akan makin cepat, makin cepat, makin cepat pertumbuhannya," terangnya.
Adapun investor SBN pemerintah yang hadir pada pertemuan sore hari ini adalah dari BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), PT Asabri (Persero), Manulife Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Bank Syariah Indonesia Tbk., PT Bank Permata Tbk., Citibank Indonesia, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Lalu, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Panin Tbk, Standard Chartered Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank Danamon Indonesia Tbk., JPMorgan Chase Bank Indonesia, serta PT Bahana Sekuritas.
#investor-sbn #iklim-investasi-indonesia #pertemuan-investor #pengurusan-perizinan #tim-percepatan-program #efektivitas-penempatan-dana #likuiditas-murah #pengelolaan-kas-pemerintah #pertumbuhan-ekonom