Jalan Tengah Amankan Penghiliran
Pemerintah Indonesia menyesuaikan kebijakan penghiliran mineral untuk menjaga investasi dan kepastian usaha, dengan fokus pada industrialisasi bernilai tambah tinggi.
(Bisnis.Com) 20/05/26 20:57 226941
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mulai menempuh jalan tengah untuk menjaga agenda penghiliran mineral tetap berjalan di tengah tekanan industri pertambangan dan protes investor asal China yang beroperasi di Indonesia. Evaluasi kebijakan pun mulai dibuka agar kepastian usaha tetap terjaga tanpa menghambat target hilirisasi nasional.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui perlunya sinkronisasi kebijakan setelah menerima masukan dari pelaku industri yang meminta kepastian pasokan bahan baku, khususnya nikel dan bauksit. Permintaan itu muncul seiring meningkatnya kebutuhan smelter yang sudah telanjur dibangun dan membutuhkan jaminan suplai mineral dalam jangka panjang.
Di tengah evaluasi tersebut, investasi penghiliran mineral masih menunjukkan tren besar. Nilai investasi hilirisasi nikel tercatat mencapai Rp153,2 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp185,2 triliun pada 2025. Sementara itu, investasi bauksit melonjak dari Rp21,8 triliun pada 2024 menjadi Rp53,1 triliun pada tahun ini. Di sisi lain, investasi tembaga justru cenderung melandai menjadi Rp65,9 triliun pada 2025.
Pemerintah menilai penghiliran tetap menjadi strategi utama untuk memperkuat struktur industri nasional. Namun, pendekatannya mulai diarahkan tidak hanya sebatas pembangunan smelter atau pelarangan ekspor bahan mentah, melainkan menuju industrialisasi yang menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi dan memperpanjang rantai pasok dalam negeri.
Langkah pendalaman hilirisasi itu tercermin dari pengembangan proyek smelter yang terus berjalan. Hingga saat ini terdapat 14 proyek smelter mineral, terdiri atas enam smelter nikel, enam smelter bauksit, satu smelter besi, dan satu smelter tembaga dengan total realisasi investasi mencapai US$7,8 miliar. Pada saat yang sama, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) minerba hingga April 2026 mencapai Rp48,95 triliun atau tumbuh 6,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca selengkapnya melaluiepaper.bisnis.com
#penghiliran-mineral #investasi-nikel #investasi-bauksit #investasi-tembaga #smelter-nikel #smelter-bauksit #smelter-tembaga #kebijakan-esdm #industri-pertambangan #kepastian-usaha #hilirisasi-nasional
https://infografik.bisnis.com/read/20260520/547/1975309/jalan-tengah-amankan-penghiliran