Penetrasi Internet Indonesia 2026 Tembus 235,2 Juta Jiwa, Laju Pertumbuhan Melambat

Penetrasi Internet Indonesia 2026 Tembus 235,2 Juta Jiwa, Laju Pertumbuhan Melambat

Pada 2026, pengguna internet Indonesia mencapai 235,2 juta jiwa, dengan penetrasi 81,72%. Pertumbuhan melambat, namun transformasi digital tetap progresif.

(Bisnis.Com) 22/05/26 08:29 228498

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis laporan Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026 yang menunjukkan jumlah pengguna internet di dalam negeri menembus 235,2 juta jiwa atau setara dengan tingkat penetrasi 81,72% dari total populasi nasional. Terlihat laju pertumbuhan tahunan mulai menunjukkan tren melandai.

Kenaikan jumlah pengguna pada tahun ini tercatat sebesar 5,8 juta jiwa jika dibandingkan dengan capaian 2025 yang berada di angka 229,4 juta jiwa (penetrasi 80,66%). Kendati terus berekspansi, laju pertumbuhan ini justru lebih rendah jika ditarik ke belakang, di mana pertumbuhan dari kurun waktu 2024 ke 2025 mampu mencetak penambahan hingga 7,86 juta pengguna baru.

Sementara itu meski tumbuh melandai, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyampaikan pergerakan angka penetrasi ini mencerminkan transformasi digital nasional yang terus bergerak secara progresif dan semakin inklusif di tengah masyarakat.

“Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia,” kata Arif dikutip Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan pemetaan wilayah, Pulau Jawa masih mendominasi kontribusi pengguna internet nasional dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95% dan porsi pengguna sebesar 58,24%.

Sebaliknya, wilayah Maluku dan Papua mencatatkan tingkat penetrasi 69,74% dengan kontribusi terendah, yaitu sebesar 2,94%. Ketimpangan ini mengindikasikan adanya kesenjangan digital antarwilayah yang masih memerlukan perhatian serius dari para pemangku kepentingan.

Dari sisi perangkat, mayoritas masyarakat mengandalkan smartphone untuk berselancar di dunia maya dengan persentase mencapai 84,31% dan durasi akses rata-rata 4—6 jam per hari.

Aktivitas komunikasi dan jejaring sosial menjadi pemantik utama penggunaan internet dengan porsi 19,9%, disusul oleh hiburan digital (19,7%), serta pencarian informasi dan berita (19,6%). Sektor belanja daring (e-commerce) dan layanan finansial digital juga mencatatkan porsi kuat sebesar 18,7%.

Di lain pihak, APJII membeberkan sejumlah faktor penghambat bagi sisa populasi yang belum terkoneksi internet. Hambatan terbesar dipicu oleh ketiadaan perangkat gawai yang memadai (34%) hingga ketidaktahuan cara mengoperasikan perangkat digital (31,5%)/

“Selain itu harga kuota data yang dinilai masih membebani kantong masyarakat (17,2%)” kata Arif.

Sektor jaringan tetap (fixed broadband) ikut menunjukkan tren positif dengan total pelanggan mencapai 99,51 juta jiwa, atau tumbuh 3,6% secara tahunan. Mayoritas dari segmen ini memanfaatkan jaringan kabel serat optik (fiber optic) dengan porsi 37,9%.

#internet-indonesia #penetrasi-internet #pengguna-internet #pertumbuhan-internet #transformasi-digital #kesenjangan-digital #smartphone-indonesia #aktivitas-internet #jejaring-sosial #hiburan-digital #n-a

https://teknologi.bisnis.com/read/20260522/101/1975680/penetrasi-internet-indonesia-2026-tembus-2352-juta-jiwa-laju-pertumbuhan-melambat