Pedagang Tahu-Tempe Terdampak Pelemahan Rupiah, Purbaya Janjikan Rupiah Menguat

Pedagang Tahu-Tempe Terdampak Pelemahan Rupiah, Purbaya Janjikan Rupiah Menguat

Purbaya menjanjikan dua hal kepada pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan rupiah, apa saja?

(Kompas.com) 07/06/26 19:30 242777

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima keluhan pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan rupiah, lantaran harga bahan bakunya yakni kedelai impor mengalami kenaikan.

Oleh karenanya, Purbaya menjanjikan dua hal kepada pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan rupiah, yakni menjaga permintaan masyarakat tetap kuat dan mengupayakan penguatan nilai tukar agar biaya produksi dapat turun.

"Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli. Yang kedua, kalau rupiahnya menguat kan otomatis cost of production mereka turun. Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depannya," ujarnya di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Meski dia tidak dapat memastikan kapan tepatnya kedua janji itu akan terealisasi. Namun dia meyakini penguatan rupiah akan dapat dicapai melalui peningkatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia (BI).

Terlebih, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih kuat, sementara tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar.

"Tergantung keberhasilan kita mengendalilan nilai tukar kan. Tapi saya rasa akan berhasil dengan kerjasama yang lebih erat antara fiskal dan moneter," ucapnya.

Dalam kesempatan lain, Purbaya mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah pedagang tahu dan tempe mengalami penyusutan keuntungan bahkan terpaksa menaikkan harga jual karena pelemahan rupiah.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan-bahannya masih diimpor. Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka," kata Purbaya saat konfrensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu.

Karena itu, pemerintah akan berfokus memastikan kebijakan fiskal berjalan efektif sekaligus memperkuat koordinasi dengan BI agar dampak kebijakan terhadap perekonomian semakin signifikan.

Purbaya menyebut, koordinasi yang semakin erat antara pemerintah dan bank sentral diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap rupiah sehingga stabilitas nilai tukar lebih terjaga dan tekanan biaya hidup masyarakat dapat berkurang.

"Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, tidak terbebani lagi beban hidupnya, tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan. Jadi sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita di level makro maupun di level mikro ke depannya," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #pelemahan-rupiah #tahu-tempe #purbaya

https://money.kompas.com/read/2026/06/07/193000726/pedagang-tahu-tempe-terdampak-pelemahan-rupiah-purbaya-janjikan-rupiah-menguat