Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Buka Peluang Indonesia Kembali Impor Minyak Timur Tengah
Selat Hormuz dibuka usai kesepakatan AS-Iran, Indonesia pertimbangkan impor minyak Timur Tengah jika harga kompetitif, kata Menteri ESDM Bahlil.
(Bisnis.Com) 15/06/26 19:25 250836
Bisnis.com,JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sekaligus membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Belakangan Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran yang sekaligus membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tanpa pungutan biaya.
Kesepakatan tersebut disebut akan mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan berpotensi menstabilkan kembali pasokan energi global.
Bahlil menilai pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi sinyal positif pada perdagangan minyak global. Apalagi, selama ini impor minyak Indonesia yang dilewati jalur tersebut mencapai 20% hingga 25%.
Dia pun membuka kemungkinan Indonesia kembali mencari impor dari Semenanjung Arab itu.
"Kalau persoalan impor crude [minyak mentah], sekalipun Selat Hormuz sudah dibuka, tetap kita sudah melakukan kontrak jangka panjang dengan negara-negara lain. Tapi kalau harganya kompetitif maka tidak menutup kemungkinan juga untuk kita membuka akses pasar di Timur Tengah," jelas Bahlil ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Senada, Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga mengatakan pihaknya bakal memprioritaskan impor minyak mentah berdasarkan harga yang paling murah. Oleh karena itu, pencarian impor dari Semenanjung Arab tetap terbuka.
"Seperti yang sudah dikatakan Pak Menteri tadi, semua alternatif kalau lebih kompetitif akan diprioritaskan," kata Laode.
Dia menjelaskan bahwa saat ini impor minyak energi termasuk minyak mentah dilakukan lewat badan layanan umum (BLU). Hal ini seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak dan/atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional.
Belakangan, pemerintah berencana menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai BLU pengimpor energi.
Kendati demikian, Laode mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih membahas mekanisme impor lewat BLU tersebut. Menurutnya, impor dengan skema BLU itu berlaku untuk semua negara, termasuk Semenanjung Arab, Rusia, hingga AS.
"BLU kan Perpres-nya sudah keluar, sekarang sedang dibahas mengenai mekanismenya," ucap Laode.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung. Dia juga mengumumkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump dalam Truth Social, dikutip Senin (15/6/2026)
“Selamat kepada semua pihak! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!,” tambah Trump.
Dia menilai, kesepakatan tersebut akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan Timur Tengah. Dia juga mengisyaratkan akan ada perjanjian damai yang lebih luas dengan Iran dalam waktu mendatang.
“Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan,” ujar Trump dalam unggahan terpisah.
#selat-hormuz #impor-minyak #bahlil-lahadalia #minyak-timur-tengah #perdagangan-minyak #energi-global #harga-minyak #impor-minyak-indonesia #selat-hormuz-dibuka #kesepakatan-damai #minyak-mentah #semen