Pertaruhan XLSMART (EXCL) di ESTA Prime

Pertaruhan XLSMART (EXCL) di ESTA Prime

XLSMART meluncurkan ESTA Prime, platform AI dan 5G untuk transformasi digital korporasi, menargetkan sektor dengan regulasi tinggi dan UKM dengan solusi cloud lokal.

(Bisnis.Com) 16/06/26 11:23 251199

Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) memanaskan persaingan dalam memperebutkan pendapatan dari segmen enterprises di tengah saturasi pasar ritel dengan mengandalkan ESTA Prime.

Namun, solusi B2B ini lahir pada era yang kurang prime, atau saat sejumlah korporasi memutuskan untuk mengkaji ulang investasi di sektor teknologi & informasi (IT). Ketangguhan dalam produk ini langsung menghadapi ujian.

Sekadar informasi, ESTA Prime adalah platform digital terintegrasi berbasis AI dan 5G yang diluncurkan oleh XLSMART for BUSINESS untuk membantu korporasi mempercepat transformasi digital.

Platform ini berfungsi sebagai "pusat kendali" yang menyatukan teknologi, pengelolaan data, operasional bisnis, dan pengambilan keputusan ke dalam satu ekosistem terpadu.

Ada dua pilar di ESTA Prime, pertama Technology Platform seperti layanan Cloud lokal, Kecerdasan Buatan (AI) & Machine Learning, platform visualisasi data, cybersecurity, Industrial IoT (IIoT), dan konektivitas. Kedua, Advanced Managed Services yang menawarkan dukungan operasional penuh berupa monitoring, otomatisasi sistem, hingga bantuan teknis langsung agar seluruh teknologi tersebut berjalan optimal dan aman.

Sederhananya, bayangkan sebuah perusahaan sebagai pesawat terbang besar. Dahulu, pilot (manajemen) harus mengecek mesin, sayap, dan radar secara manual dan terpisah-pisah. ESTA Prime hadir sebagai kokpit digital terintegrasi.

Di dalam kokpit ini, semua data penerbangan, kondisi mesin, cuaca (operasional bisnis), dan rute penerbangan disatukan dalam satu layar terpadu berbasis AI dan teknologi super cepat (5G) untuk membantu pilot mengambil keputusan terbang dengan cepat dan akurat.

Ilustrasi alur kerja ESTA Prime
Ilustrasi alur kerja ESTA Prime

Tidak hanya itu, kokpit canggih tentu percuma jika pilot harus mengoperasikan semuanya sendirian saat terjadi keadaan darurat.

Pilar kedua ini adalah Sistem Otopilot Pintar sekaligus Tim Teknisi Siaga yang memonitor pesawat selama 24 jam. Mereka memastikan sistem otomatisasi berjalan lancar, mendeteksi jika ada gangguan teknis secara real-time, dan memberikan bantuan langsung agar pesawat tetap terbang dengan aman, optimal, dan tidak jatuh.

Pembeda dan target pasar

Group Head Enterprise Automation & CLM XLSMART Ferry Hariyanto menjelaskan pengembangan infrastruktur ESTA Prime menjadi pembeda utama perusahaan dibandingkan dengan penyedia layanan global atau hyperscaler asing.

Berbeda dengan pemain global yang mengklaim kedaulatan data di Indonesia tetapi entitasnya berada di luar, Ferry mengatakan XLSMART merupakan perusahaan lokal yang memiliki pusat data (data center) dan jaringan utama (backbone) mandiri di dalam negeri.

Infrastruktur cloud tersebut dibangun di dua wilayah strategis, yakni Region 1 di Cibitung dan Region 2 di Serpong, yang dioperasikan sepenuhnya di bawah kendali internal perusahaan sebagai miniatur cloud mandiri.

Bagi pelaku usaha di sektor dengan regulasi kepatuhan tinggi (highly regulated sector) seperti perbankan maupun fasilitas kesehatan, menurut Ferry, aspek kedaulatan data (data sovereignty) seringkali menjadi hambatan utama dalam mengadopsi komputasi awan.

Guna mengatasi hambatan tersebut, XLSMART menghadirkan opsi on-premise edge platform, yang mampu memindahkan kapabilitas cloud langsung ke dalam pusat data internal milik klien sendiri menggunakan perangkat mini PC berkemampuan tinggi.

Ukuran infrastruktur tersebut sangat kecil sehingga dapat ditanamkan di berbagai infrastruktur.

“Kita sebutnya mini cluster. Jadi kebayang, dengan sekecil spek ini aja kita bisa deliver solusi on-premise cloud. Apalagi kalau yang server yang data center, yang besar-besar,” kata Ferry kepada Bisnis, dikutip Selasa (16/6/2026).

Edge Node ESTA Prime, infrastruktur mungil tempat menyimpan data secara fleksibel
Edge Node ESTA Prime, infrastruktur mungil tempat menyimpan data secara fleksibel

Ferry menjelaskan perangkat mini cluster tersebut dirancang secara tangguh dengan sistem redundansi penuh, sehingga jika terjadi kegagalan pada salah satu unit server, sistem cadangan akan langsung mengambil alih operasional secara otomatis.

Meskipun kecil, kata Ferry, korporasi tetap dapat mengaktifkan 10 hingga 15 virtual machine untuk menjalankan berbagai aplikasi operasional esensial, seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), surat elektronik, hingga situs resmi perusahaan secara bersamaan. Jika terjadi pemadaman listrik total di lokasi klien, fleksibilitas infrastruktur lokal XLSMART menjamin kontinuitas operasional bisnis tetap terjaga tanpa risiko kehilangan data.

“Jadi sementara nanti dibuang ke atas dahulu. Nanti ketika sudah on lagi, kita bisa taruh lagi. Itu dari hal sovereignity,” kata Ferry.

Dari aspek pembiayaan, Ferry mengatakan solusi operasional mini cluster ini menawarkan efisiensi biaya yang sangat signifikan, di mana pengeluaran investasi modal dapat ditekan hingga sepersepuluh dari total anggaran pengadaan server konvensional yang umumnya berkisar antara Rp200 juta sampai Rp300 juta per unit.

Ferry menuturkan selain ke sektor perbankan, inovasi ini juga difokuskan pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) agar mereka dapat memiliki infrastruktur IT yang andal, ber-backup matang, serta memiliki kontrol penuh di bawah naungan regulasi lokal dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.

Efisiensi Beban SDM ...

IT Berjalan Tanpa Beban SDM

Keunggulan kompetitif lain dari ESTA Prime, tutur Ferry, terletak pada kemampuan memangkas kerumitan manajemen IT melalui fasilitas Experience Operation Center. Fasilitas monitoring ini memantau seluruh infrastruktur digital yang tersebar di lokasi operasional pelanggan secara terpusat.

Kehadiran layanan terkelola (managed services) ini secara langsung mengeliminasi kebutuhan klien untuk merekrut tim engineer internal dalam jumlah besar, sehingga manajemen hanya perlu menempatkan seorang IT Operation Manager bersama staf pendukung administrasi.

Evaluasi internal menunjukkan potensi penurunan biaya operasional (cost reduction) dari pemangkasan investasi SDM dan otomatisasi perangkat ini mampu menyentuh angka 25% hingga 30% dari total anggaran pengeluaran IT tahunan korporasi.

“Itu adalah pembedanya dibandingkan dengan kompetitor lain,” kata Ferry.

Dalam implementasi praktis di sektor manufaktur, ESTA Prime menjadi jawaban atas permasalahan klasik korporasi, yakni fragmentasi basis data dan banyaknya aplikasi internal yang terpisah.

Melalui konsep unified data integration, platform ini mengintegrasikan seluruh aliran data mentah (feeding information) dari lini produksi, manajemen gudang (warehouse management), hingga pemantauan armada logistik (fleet management). Seluruh data tersebut dibersihkan (cleansing) sebelum disajikan dalam bentuk visualisasi dashboard tunggal yang interaktif.

“Kalau mereka harus build sendiri, butuh orang data integration, butuh orang UIUX untuk bangun dashboardnya, butuh engineer untuk integrasiin semua. Kan macam-macam lah,” ungkap Ferry.

Ilustrasi papan pemantauan operasional perusahaan
Ilustrasi papan pemantauan operasional perusahaan

Dengan visualisasi data real-time, manajemen pabrik juga dapat mendeteksi tingkat utilitas mesin yang menganggur (idle running time) secara akurat, dari semula membutuhkan waktu evaluasi berjam-jam menjadi hitungan menit. Integrasi ini juga mencakup aspek non-IT, seperti sistem pemantauan kamera keamanan online dan manajemen konsumsi energi di seluruh area pabrik.

Transformasi digital serupa juga dapat direplikasi pada sektor layanan kesehatan seperti rumah sakit swasta maupun rumah sakit umum daerah (RSUD). Melalui ESTA Prime, manajemen rumah sakit dapat memantau tingkat keterisian tempat tidur (occupancy rate) untuk pasien rawat inap secara transparan dan otomatis dengan menggabungkan input data manual serta sensor berbasis Internet of Things (IoT). Langkah integrasi ini meminimalisasi potensi manipulasi data ketersediaan kamar, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pasien secara menyeluruh.

“Ini lebih transparan, jadi customer juga akhirnya, oh rumah sakit ini transparan, jadi tertarik. Jadi outputnya bisa untuk si kliennya, ada juga untuk si customer klien tersebut,” pungkas Ferry.

Di samping itu, untuk mendukung operasional korporasi yang memiliki ratusan kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia, XLSMART melengkapi ESTA Prime dengan Network Monitoring System serta ticketing system yang terstruktur layaknya fungsi helpdesk.

Melalui dukungan jaringan engineer lapangan (field engineer) nasional yang dimiliki XLSMART, penanganan gangguan teknis di daerah dapat segera diselesaikan secara preventif sebelum muncul keluhan dari pelanggan akhir korporasi, menjadikan ESTA Prime sebagai solusi end-to-end yang tangguh, efisien, dan sepenuhnya patuh pada regulasi domestik.

Tampilan papan pemantauan ESTA di sektor kesehatan (Rumah sakit)
Tampilan papan pemantauan ESTA di sektor kesehatan (Rumah sakit)


Waktu yang Tidak Menguntungkan

Sementara itu mengenai momen kehadiran ESTA Prime di tengah kondisi efisiensi korporasi dan tekanan kurs, Chief Enterprise Business XLSMART, Faby Sallyanto, justru melihat ini sebagai peluang.

Dia menyampaikan solusi ESTA Prime yang ditawarkan kepada klien memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebab, seluruh solusi dijual dengan harga Rupiah, bukan dolar. Alhasil calon klien tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi. Selain itu, XLSMART juga mendorong strategi harga pada peluncuran ESTA Prime.

“Karena [ESTA] ini kita spesifik untuk kebutuhan industri di Indonesia. Apalagi tadi dalam Rupiah, dia [hyperscale] langsung dalam Dolar," ujar Faby kepada Bisnis.

Di samping faktor penyesuaian skala infrastruktur, perbedaan mendasar juga terletak pada struktur biaya sumber daya manusia (cost structure base). Vendor global umumnya mendatangkan tenaga ahli internasional dengan standar kompensasi ekspatriat yang tinggi, yang kemudian dibebankan pada harga jual layanan kepada konsumen. Sebagai penyedia lokal, XLSMART memaksimalkan talenta domestik untuk memangkas komponen biaya keahlian tersebut tanpa mengurangi kualitas desain arsitektur jaringan.

Langkah ini sekaligus menjadi momentum transformasi peran XLSMART dari yang semula bertindak sebagai penyalur produk (reseller) pihak ketiga, kini beralih menjadi pemilik infrastruktur awan mandiri (Cloud Infrastructure).

Kepemilikan aset teknologi secara mandiri memberikan fleksibilitas penuh bagi manajemen untuk mengontrol margin keuntungan serta menentukan harga jual yang jauh lebih bersahabat bagi pasar lokal.

Strategi penetrasi pasar ini akan diperkuat melalui program insentif khusus yang memanfaatkan momentum pelaksanaan forum bisnis tahunan perusahaan.

Manajemen bersiap memberikan penawaran harga khusus (special price) bagi para mitra korporasi yang melakukan kesepakatan transaksi selama perhelatan Bravo Summit berlangsung.

Paket potongan harga ini dirancang sebagai instrumen akselerasi bagi korporasi yang ingin bermigrasi ke ekosistem digital lokal yang andal, efisien, serta aman dari risiko lonjakan biaya akibat fluktuasi valuta asing.

"Jadi kita, yang at least 20%," tutur Faby.

#xlsmart #excl #esta-prime #platform-digital #transformasi-digital #b2b-solusi #teknologi-ai #5g #cloud-lokal #cybersecurity #industrial-iot #managed-services #data-sovereignty #on-premise-cloud #mini

https://teknologi.bisnis.com/read/20260616/101/1981110/pertaruhan-xlsmart-excl-di-esta-prime