Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) mengungkapkan kesiapan perusahaan dalam mengimplementasikan registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Aturan mengenai registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi biometrik (pemindaian wajah/face recognition) ditetapkan melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 7 Tahun 2026 yang disahkan pada 17 Januari 2026.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza mengatakan, perusahaan telah mempersiapkan implementasi biometrik jauh sebelum berakhirnya masa transisi selama 6 bulan sejak Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026 diterbitkan pada 17 Januari 2026.
“Program pilot registrasi biometrik sudah berjalan sejak September 2025 melalui gerai fisik dan kanal digital sehingga sistem yang berjalan saat ini sudah teruji secara operasional,” kata Reza kepadaBisnispada Selasa (30/6/2026).
Dari sisi teknologi, Reza menjelaskan sistem XLSMART menggunakanface recognitionberbasis kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuanliveness detectionyang terhubung langsung ke database Dukcapil untuk memvalidasi identitas secarareal-time. Dia menambahkan sistem tersebut telah memenuhi standar keamanan internasional ISO 27001 dan ISO 27701 serta lulus ujiPresentation Attack Detection(ISO 30107-3), dengan tingkat akurasi pencocokan (match rate) ke Dukcapil di atas 95%.
Reza mengatakan, pelanggan dapat melakukan registrasi biometrik melalui sejumlah kanal. Pertama, gerai fisik yang tersedia di XL Center dan Galeri Smartfren di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatra.
Keempat, melalui outlet ritel XLSMART yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kelima, melalui program pilot registrasi biometrik yang telah dijalankan sejak September 2025, atau lebih awal sebelum kewajiban regulasi diberlakukan secara penuh pada Juli 2026.
Menurut Reza, XLSMART memandang implementasi biometrik sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman dan berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi.
Dia juga mengatakan, jumlah registrasi biometrik terus meningkat seiring meluasnya sosialisasi dan meningkatnya kesadaran masyarakat. Selain itu, penggunaan e-SIM XLSMART juga terus bertumbuh sejalan dengan semakin kuatnya ekosistem registrasi digital.
“Tingkat keluhan dari proses registrasi biometrik tercatat sangat rendah, mencerminkan pengalaman pengguna yang baik sejak fase awal implementasi,” ungkapnya.
XLSmart memastikan pengguna baru eSIM wajib registrasi biometrik mulai 1 Juli 2026. Perusahaan menyiapkan aktivasi yang mudah melalui kanal digital dan gerai. [309] url asal
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) memastikan kewajiban registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 juga diterapkan bagi pelanggan baru pengguna embedded SIM (eSIM). Meski demikian, perusahaan menjamin proses registrasi tetap mudah melalui berbagai kanal digital maupun layanan tatap muka.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengatakan kebijakan registrasi biometrik tidak hanya berlaku bagi pengguna kartu SIM fisik, tetapi juga pelanggan baru yang mengaktifkan eSIM.
"Ya. Registrasi biometrik berlaku untuk registrasi pelanggan baru, termasuk pengguna eSIM, sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Reza kepada Warta Ekonomi, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, perusahaan telah merancang proses registrasi eSIM agar tetap sederhana sehingga pelanggan dapat mengaktifkan layanan dengan mudah tanpa mengurangi aspek keamanan dalam proses verifikasi identitas.
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, XLSmart mengaku telah menyiapkan sistem registrasi biometrik sejak jauh hari. Perusahaan bahkan menjalankan program pilot sejak September 2025 melalui gerai fisik maupun kanal digital sehingga sistem yang digunakan saat ini telah melalui tahap uji operasional.
Pelanggan dapat melakukan registrasi melalui berbagai kanal, seperti XL Center, Galeri Smartfren, situs registrasi resmi, aplikasi myXL, AXISNet, mySF, maupun jaringan retail outlet XLSM XLSmart RT di berbagai daerah.
"Melalui berbagai kanal tersebut, kami ingin memastikan proses registrasi tetap mudah, cepat, dan dapat diakses oleh seluruh pelanggan," kata Reza.
Ia menilai penerapan registrasi biometrik merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, tepercaya, dan berkelanjutan. Selain memperkuat verifikasi identitas pelanggan, kebijakan tersebut diharapkan mampu menekan penyalahgunaan identitas dalam registrasi nomor prabayar sekaligus mendukung peningkatan keamanan ekosistem digital nasional.
Reza juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta pelaku industri telekomunikasi dalam mempersiapkan implementasi kebijakan tersebut.
"Koordinasi yang berkelanjutan akan tetap menjadi faktor penting agar implementasi dapat berjalan lancar, termasuk dalam aspek sosialisasi kepada masyarakat, kesiapan ekosistem digital, serta menjaga pengalaman registrasi pelanggan tetap mudah dan nyaman," tutupnya.
Telkomsel, Indosat dan XLSmart resmi lolos evaluasi administrasi seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komdigi. Apa fungsi frekuensi ini? [748] url asal
PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk resmi melaju ke tahap berikutnya dalam seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Ketiga operator itu dinyatakan lolos evaluasi administrasi berdasarkan pengumuman resmi Tim Seleksi Komdigi terkait seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler 2026.
"Dengan ini diumumkan bahwa peserta seleksi yang dinyatakan lulus evaluasi administrasi untuk Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan Pita Frekuensi Radio 2,6 GHz adalah PT Indosat Tbk, PT Telkomsel, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk," demikian pengumuman Tim Seleksi Komdigi, akhir pekan lalu (26/6).
Lolosnya ketiga operator terbesar di Indonesia ini menandai dimulainya persaingan untuk memperoleh spektrum yang dinilai krusial bagi pengembangan layanan broadband seluler dan 5G dalam beberapa tahun ke depan.
Seleksi frekuensi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menambah ketersediaan spektrum bagi operator seluler guna mempercepat pemerataan akses internet berkualitas sekaligus mendukung transformasi digital nasional.
Keunggulan Frekuensi 700 MHz dan 2,6 Ghz
Pita frekuensi 700 MHz merupakan salah satu spektrum paling strategis karena memiliki karakteristik cakupan yang luas. Menurut Komdigi, frekuensi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan internet berkecepatan tinggi, meningkatkan kualitas jaringan bergerak seluler, serta mendukung pemerataan akses internet hingga ke wilayah pelosok.
Karakteristik frekuensi rendah membuat sinyal 700 MHz mampu menjangkau area yang lebih luas dan menembus bangunan dengan lebih baik dibanding frekuensi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pita ini dinilai penting untuk memperluas layanan 4G maupun 5G di luar kota-kota besar.
Dalam dokumen seleksi, Komdigi menawarkan pita frekuensi 700 MHz pada rentang 703–738 MHz (uplink) yang berpasangan dengan 758–793 MHz (downlink), dengan total lebar pita mencapai 70 MHz atau 2x35 MHz.
Selain 700 MHz, operator seluler berebut pita frekuensi 2,6 GHz yang memiliki karakteristik berbeda. Jika 700 MHz unggul dari sisi cakupan, maka 2,6 GHz lebih berperan dalam meningkatkan kapasitas jaringan untuk menangani lonjakan trafik data.
Komdigi menyebut frekuensi 2,6 GHz dibutuhkan untuk mendukung layanan broadband berkecepatan tinggi dan pengembangan jaringan generasi kelima atau 5G.
Pita ini memiliki total lebar pita 190 MHz pada rentang 2500–2690 MHz, sehingga mampu menyediakan kapasitas yang lebih besar bagi operator untuk melayani pengguna di kawasan padat seperti perkotaan dan pusat bisnis.
Menteri Komdigi Meutya Hafid sebelumnya menegaskan bahwa spektrum frekuensi merupakan sumber daya yang terbatas, namun memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi digital.
"Melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini, kami ingin memastikan pita 700 MHz dan 2,6 GHz dapat dioptimalkan untuk menghadirkan akses internet yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Meutya dalam siaran pers, akhir pekan lalu (25/6).
Setelah lolos tahap administrasi, ketiga operator akan melanjutkan proses seleksi hingga penentuan pemenang yang berhak memperoleh tambahan spektrum untuk memperkuat jaringan seluler nasional.
Kewajiban Pemenang Seleksi
Selain memperoleh hak penggunaan spektrum, operator yang ditetapkan sebagai pemenang seleksi wajib memenuhi sejumlah komitmen pembangunan jaringan dan kewajiban finansial yang ditetapkan pemerintah. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya Komdigi memastikan tambahan spektrum benar-benar digunakan untuk memperluas akses internet dan meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi nasional.
Beberapa kewajiban yang harus dipenuhi pemenang seleksi meliputi:
Penyediaan layanan 4G/LTE
Pemenang seleksi wajib menyelenggarakan layanan akses internet mobile broadband dengan standar teknologi minimal Long Term Evolution (4G) pada desa dan kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah. Kewajiban ini ditujukan untuk memperluas pemerataan akses internet di wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan telekomunikasi.
Implementasi teknologi 5G
Operator juga diwajibkan menyediakan layanan internet dengan standar teknologi International Mobile Telecommunications-2020 (5G) pada kota dan kabupaten yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital. Langkah ini diharapkan mempercepat pengembangan ekosistem 5G nasional.
Kewajiban PNBP
Pemenang seleksi wajib melunasi biaya izin awal (up-front fee), membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) Spektrum Frekuensi Radio setiap tahun, serta menyerahkan jaminan komitmen pembayaran biaya izin penggunaan frekuensi radio selama masa berlaku izin.
Komdigi juga mewajibkan pemenang seleksi melakukan langkah-langkah mitigasi terhadap potensi interferensi yang merugikan (harmful interference) agar tidak mengganggu layanan lain yang telah beroperasi.
Pada pita frekuensi 700 MHz, operator seluler harus melakukan mitigasi terhadap gangguan yang berpotensi muncul pada perangkat penerima siaran televisi digital yang menggunakan penguat sinyal (amplifier).
Sementara pada pita frekuensi 2,6 GHz, operator wajib melakukan mitigasi terhadap stasiun radio dinas radiolokasi meteorologi pada rentang 2700–2900 MHz serta stasiun radio dinas radiolokasi untuk telekomunikasi khusus pada pita S-band.
Ketentuan itu menjadi bagian dari persyaratan teknis yang harus dipenuhi agar pemanfaatan spektrum baru dapat berjalan optimal tanpa mengganggu layanan eksisting yang telah beroperasi sebelumnya.
Telkomsel, Indosat, dan XLSMART memenuhi seluruh persyaratan administrasi untuk mengikuti lelang harga pada kedua pita frekuensi yang dilelang, yaitu 700 MHz dan 2,6 GHz. [304] url asal
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi resmi menetapkan tiga operator seluler yang lolos evaluasi administrasi dalam seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler 2026. Ketiga operator itu adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.
Dengan hasil tersebut, ketiga operator berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni lelang harga. “Tahapan lelang harga dimulai pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 09.00 WIB melalui sistem e-Auction,” kata Kementerian Komdigi dalam pengumuman di situsnya, Jumat (26/6).
Tim Seleksi Kementerian Komdigi melalui Pengumuman Nomor 02/SP/TIMSEL/KOMDIGI/06/2026 menyatakan Telkomsel, Indosat, dan XLSMART memenuhi seluruh persyaratan administrasi untuk mengikuti seleksi pada kedua pita frekuensi yang dilelang, yaitu 700 MHz dan 2,6 GHz.
Sebelum mencapai tahap ini, ketiga peserta telah melalui serangkaian proses seleksi. Hal ini mulai dari pengunduhan dokumen seleksi, penyampaian pertanyaan tertulis, kegiatan pemberian penjelasan atau aanwijzing, simulasi pelaksanaan lelang elektronik, hingga pemeriksaan kelengkapan dokumen, verifikasi administrasi, dan klarifikasi dokumen.
Dalam pelaksanaan lelang, seluruh peserta diwajibkan memiliki atau membuat tanda tangan elektronik atau e-Sign menggunakan platform Peruri Shield sebagai bagian dari mekanisme pelaksanaan seleksi secara digital.
Komdigi Buka Kesempatan bagi Peserta untuk Menyanggah Hasil Evaluasi Administrasi
Meski seluruh peserta telah dinyatakan lolos administrasi, Kementerian Komdigi masih membuka kesempatan bagi peserta untuk mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi. Sanggahan dapat disampaikan secara tertulis melalui sistem e-Auction paling lambat 29 Juni 2026 pukul 15.00 WIB dengan disertai bukti pendukung.
Meski demikian, Kementerian Komdigi menyatakan pelaksanaan seleksi tetap akan berjalan sesuai jadwal meskipun terdapat sanggahan dari peserta.
Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk mendistribusikan spektrum kepada operator seluler. Spektrum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperluas cakupan layanan broadband dan mendukung pengembangan layanan 5G di Indonesia.
Telkomsel, Indosat, dan XLSMART lolos evaluasi administrasi untuk lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, lelang harga dimulai 7 Juli 2026 via e-Auction. [454] url asal
Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) lolos evaluasi administrasi dalam seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz. Ketiga entitas ini akan masuk ke tahap lelang harga untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler 2026.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan keikutsertaan seleksi pada 18 Juni 2026, serta verifikasi dan klarifikasi dokumen administrasi yang dilakukan pada 18–25 Juni 2026. Ketiga operator dinyatakan lolos evaluasi administrasi untuk seleksi pita frekuensi 700 MHz maupun 2,6 GHz.
“Sesuai ketentuan dalam dokumen seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2026, berdasarkan hasil evaluasi administrasi, proses seleksi pengguna pita frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2026 dilanjutkan ke tahapan lelang harga,” tulis Komdigi dalam pengumumannya pada Jumat (26/6/2026).
Tahap lelang harga dijadwalkan dimulai pada 7 Juli 2026 pukul 09.00 WIB melalui sistem e-Auction. Seluruh peserta diwajibkan memiliki atau membuat tanda tangan digital (e-Sign) melalui platform Peruri Shield milik Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
Sebelum tahapan lelang berlangsung, peserta masih diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan atas hasil evaluasi administrasi. Sanggahan harus disampaikan secara tertulis melalui sistem e-Auction paling lambat 29 Juni 2026 pukul 15.00 WIB dengan melampirkan bukti pendukung. Sanggahan yang diajukan melewati batas waktu atau tidak sesuai ketentuan akan dinyatakan tidak diterima.
“Pelaksanaan Seleksi tetap berlangsung meskipun terdapat Sanggahan Hasil Evaluasi Administrasi,” tulis Komdigi.
Timeline Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
— 29 April–7 Mei 2026: PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk., PT Indosat Tbk., dan PT Telekomunikasi Selular mengunduh dokumen seleksi melalui sistem e-Auction dan resmi menjadi calon peserta seleksi.
— 29 April–8 Mei 2026: Ketiga calon peserta menyampaikan pertanyaan tertulis terkait dokumen seleksi melalui sistem e-Auction.
— 18–20 Mei 2026: Tim seleksi memberikan penjelasan dan menjawab seluruh pertanyaan dalam kegiatan aanwijzing yang dihadiri seluruh calon peserta.
— 20–21 Mei 2026: Komdigi menggelar simulasi proses seleksi.
— 25, 26, dan 29 Mei 2026: Simulasi seleksi dilaksanakan di lokasi masing-masing calon peserta.
— 18 Juni 2026: Telkomsel, Indosat, dan XLSMART menyerahkan dokumen permohonan keikutsertaan seleksi dan resmi menjadi peserta seleksi.
— 18–25 Juni 2026: Tim seleksi melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, verifikasi administrasi, serta klarifikasi kepada seluruh peserta.
— 26 Juni 2026: Telkomsel, Indosat, dan XLSMART lolos evaluasi administrasi untuk seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Proses seleksi dilanjutkan ke tahap lelang harga.
— 29 Juni 2026: Batas akhir penyampaian sanggahan hasil evaluasi administrasi hingga pukul 15.00 WIB.
— 7 Juli 2026: Tahap lelang harga dimulai pukul 09.00 WIB melalui sistem e-Auction.
PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart menggandeng Huawei dalam menyediakan layanan one stop solution ICT atau layanan teknologi dan informatika terpadu untuk Usaha Menengah dan Kecil (UMK). [561] url asal
Shanghai - PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk atau XLSmart menggandeng Huawei dalam menyediakan layanan one stop solution ICT atau layanan teknologi dan informatika terpadu untuk Usaha Menengah dan Kecil (UMK).
Kerja sama produk solusi ICT terpadu ini menggunakan gabungan mutakhir antara teknologi SD-WAN (Software-Defined Wide Area Network) dan perangkat 5G CPE (Customer Premises Equipment).
Salah satunya dalam bentuk produk digital Enterprise Smart Technology & Automation atau EstaConnect 5G. Inovasi terbaru XLSmart ini merupakan ekosistem digital yang menyediakan integrasi jaringan 5G, kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan platform data dalam satu sistem terpadu.
"Seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap konektivitas yang cepat, stabil, dan aman, XLSmart bersama dengan Huawei, meluncurkan EstaConnect 5G," kata Tony Wijaya, Chief Enterprise Product Partnership & Biz Dev, di Shanghai, Kamis (25/6).
Sehingga, kata Tony, mendukung operasional bisnis apa pun yang semakin bergantung pada koneksi real-time dan pemrosesan data dalam jumlah besar.
Dengan kemampuan bandwidth yang lebih besar, latensi rendah (low latency), dan kapasitas jaringan yang lebih tinggi, memungkinkan UMKM untuk terhubung ke berbagai sistem, perangkat, dan aplikasi secara lebih optimal.
"Solusi ini akan menjadi tulang punggung konektivitas untuk berbagai kebutuhan industri modern, mulai dari skala usaha kecil-menengah (UMKM) hingga perusahaan besar," kata Tony.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart I Gede Darmayusa mengatakan saat ini XL Smart menyediakan jaringan 5G di 48 kota di Indonesia. Gede mengatakan XLSmart ingin konsumen, perusahaan, dan juga UMKM di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi 5G. "UMKM merupakan salah satu porsi pengguna terbesar yang kami harapkan dapat menggunakannya," kata Gede.
Huawei dan XLSmart Buat Riset Pasar Kebutuhan UMKM
UMKM merupakan tulang punggung yang menyumbang porsi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sayangnya, keterbatasan anggaran sering kali membuat mereka enggan mengadopsi teknologi canggih.
Chief Marketing Officer (CMO) ICT Asia-Pacific Patrick James Chang mengatakan selama dua tahun terakhir, Huawei dan XLSmart telah bekerja membangun infrastruktur 5G di seluruh Indonesia.
Patrick mengatakan sebelum meluncurkan solusi ICT terpadu ini, bersama-sama XLSmart membuat riset pasar. Tim perusahaan mengunjungi pasar UMKM lokal. "Kami melakukan riset di berbagai pasar tradisional hingga jaringan ritel, hingga menemukan layanan ICT," kata Patrick.
Dia mengatakan riset pasar tersebut menunjukkan tiga kendala dan kebutuhan umum. Pertama, UMKM membutuhkan konektivitas berkecepatan tinggi yang stabil.
Kedua, UMKM membutuhkan CCTV berbasis AI untuk keamanan dan operasional. Ketiga, UMKM membutuhkan layanan purnajual pembelian satu pintu (one-stop purchase).
XLSmart Targetkan 5.000 Unit EstaConnect 5G
Tony mengatakan EstaConnect 5G menawarkan harga yang kompetitif dengan biaya langganan Rp 1 juta per bulan. XLSmart menargetkan adopsi awal sebanyak 5.000 unit EstaConnect 5G pada tahun ini.
Penetrasi akan difokuskan pada sektor ritel perdagangan, makanan dan minuman (F&B), restoran, perhotelan, hingga industri modern seperti smart warehouse dan perbankan.
XLSmart menjelaskan deret manfaat EstaConnect 5G bagi pelaku UMKM meliputi:
Operasional Tanpa Interupsi (Zero Lag): Pemanfaatan jaringan 5G menjamin latensi rendah dan bandwidth besar. Pada jam sibuk, transaksi POS dan pembayaran digital tetap berjalan mulus.
Keamanan Berbasis AI: Paket ini dapat diintegrasikan dengan CCTV bertenaga AI untuk memantau keamanan toko secara real-time.
Efisiensi Biaya dan Waktu: Integrasi perangkat lunak dan keras (termasuk POS, CCTV, hingga IdeaHub) dalam satu ekosistem purnajual, membuat pelaku usaha tidak perlu membeli dan merawat perangkat secara terpisah.
Fleksibilitas Jaringan: Solusi FWA (Fixed Wireless Access) 5G ini dapat menjadi solusi utama bagi daerah yang belum terjangkau serat optik (fiber), atau berperan sebagai cadangan (backup) otomatis yang jauh lebih hemat biaya ketimbang memasang dua jalur kabel optik sekaligus.
Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz telah memasuki tahap evaluasi administrasi.
Pemerintah tengah memeriksa dokumen yang diajukan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk., dan PT Indosat Tbk. untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap seleksi berikutnya.
Dalam proses tersebut, Komdigi menemukan sejumlah catatan pada dokumen administrasi ketiga peserta. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, hasil evaluasi administrasi akan diumumkan secara resmi kepada publik melalui laman Komdigi dalam waktu dekat.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh tahapan seleksi ini dengan mengedepankan asas transparansi, kepastian hukum, dan akuntabilitas,” kata Meutya di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Dia menjelaskan evaluasi administrasi dilakukan melalui dua mekanisme utama. Pertama, pemeriksaan kelengkapan dokumen permohonan keikutsertaan untuk memastikan seluruh persyaratan formal terpenuhi. Kedua, verifikasi dokumen administrasi guna memeriksa keabsahan dan kesesuaian dokumen yang disampaikan peserta seleksi.
Proses seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2026 telah dimulai sejak 23 April 2026. Saat ini, proses tersebut memasuki tahapan evaluasi administrasi dengan tim seleksi yang tengah menelaah seluruh dokumen permohonan keikutsertaan.
Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi administrasi akan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Sebaliknya, peserta yang tidak memenuhi persyaratan akan dinyatakan gugur dari proses seleksi.
Komdigi menilai lelang frekuensi ini menjadi langkah penting untuk mendukung pemerataan akses internet berkualitas di Indonesia. Tambahan spektrum tersebut diharapkan dapat mendorong operator seluler mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kecepatan layanan mobile broadband, serta memperluas jangkauan jaringan ke wilayah yang masih tertinggal.
Langkah tersebut sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025–2029.
Meutya mengatakan, spektrum frekuensi adalah sumber daya alam yang terbatas. Namun, memiliki potensi luar biasa untuk mendorong kemajuan ekonomi digital. Melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini, Komdigi ingin memastikan pita 700 MHz dan 2,6 GHz dapat dioptimalkan untuk menghadirkan akses internet yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Terutama dalam mendongkrak produktivitas ekonomi digital di berbagai sektor,” kata Meutya.
Bisnis.com, JAKARTA— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) mempercepat perluasan jaringan 5G menyusul munculnya trafik data baru dari penggunaan layanan GenAI.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza mengatakan, saat ini perusahaan mulai melihat indikasi meningkatnya trafik yang dipicu oleh penggunaan layanan AI.
“Kami melihat ada indikasi bahwa trafik berbasis GenAI mulai muncul dan diperkirakan akan meningkat seiring meluasnya penggunaan layanan AI di perangkat dan aplikasi harian,” kata Reza kepada Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, perkembangan AI tidak hanya berpotensi meningkatkan trafik data, tetapi juga mengubah strategi investasi jaringan operator telekomunikasi. Karena itu, XLSMART menilai perlu adanya fokus yang lebih besar pada peningkatan kapasitas jaringan, efisiensi penggunaan spektrum, latensi rendah, dan densifikasi jaringan agar layanan 5G mampu menopang beban trafik baru.
Reza mengatakan, perusahaan juga telah mengimplementasikan teknologi jaringan berbasis AI-ready yang memungkinkan pemantauan trafik secara real-time dan melakukan penyeimbangan kapasitas secara otomatis ketika terjadi lonjakan penggunaan.
Hal tersebut menunjukkan AI tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan trafik data, tetapi juga berperan dalam pengelolaan jaringan agar tetap optimal.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, XLSMART terus memperluas jaringan 5G di berbagai wilayah. Saat ini, layanan 5G perusahaan telah menjangkau lebih dari 43 kota dan ditargetkan meningkat menjadi 88 kota/kabupaten pada akhir 2026.
Dari sisi infrastruktur, jumlah BTS 5G XLSMART meningkat signifikan dari 4.864 unit pada kuartal IV/2025 menjadi 12.631 unit pada kuartal I/2026.
Reza menyebut, pencapaian tersebut menempatkan XLSMART sebagai operator dengan jumlah BTS 5G terbesar di Indonesia saat ini.
“Secara keseluruhan, XLSMART mengoperasikan lebih dari 253.000 unit BTS yang mencakup teknologi 4G dan 5G, dengan basis pelanggan seluler mencapai lebih dari 69 juta pelanggan,” katanya.
Perseroan juga menilai ketersediaan spektrum tambahan akan menjadi faktor penting untuk mempercepat pengembangan jaringan generasi kelima. XLSMART diketahui menjadi salah satu peserta yang berminat mengikuti lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut Reza, kedua pita frekuensi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung pengembangan jaringan 5G.
“Lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz akan sangat menentukan percepatan target karena 700 MHz mendukung coverage yang lebih luas, sementara 2,6 GHz memperkuat kapasitas. Keduanya penting agar ekspansi 5G tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” katanya.
Selain AI, pertumbuhan trafik data saat ini masih didominasi oleh penggunaan layanan digital sehari-hari seperti video streaming, media sosial, dan mobile gaming. Namun, XLSMART menilai segmen enterprise akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan trafik yang semakin strategis dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui platform ESTA yang mencakup ESTA Prime, ESTA Eco, ESTA Connect 5G, ESTA Vision, dan ESTA Agent, XLSMART mengembangkan berbagai solusi berbasis 5G untuk mendukung kebutuhan sektor industri, manufaktur, dan agribisnis.
“Secara keseluruhan, XLSMART memandang pertumbuhan trafik akan datang dari kombinasi segmen konsumen dan enterprise, dengan segmen enterprise khususnya industri, manufaktur, dan agribisnis menjadi pendorong pertumbuhan jangka menengah-panjang yang paling strategis,” kata Reza.
Trafik 5G Terus Meningkat
Proyeksi meningkatnya trafik data akibat AI sejalan dengan temuan terbaru Ericsson dalamEricsson Mobility Reportedisi Juni 2026. Ericsson memperkirakan trafik data jaringan seluler global akan terus tumbuh hingga 2031, didorong oleh ekspansi 5G dan layanan fixed wireless access (FWA).
Pada 2025, trafik data seluler global tercatat mencapai 146 exabyte (EB) per bulan dan diproyeksikan meningkat menjadi 328 EB per bulan pada 2031. Jika termasuk trafik FWA, total trafik jaringan seluler diperkirakan mencapai 515 EB per bulan pada akhir periode tersebut.
Laporan itu juga menunjukkan porsi trafik yang dibawa jaringan 5G meningkat pesat. Pada 2025, sekitar 48% trafik data seluler global telah berjalan di jaringan 5G dan diproyeksikan naik menjadi 85% pada 2031.
Ericsson menilai adopsi perangkat berbasis augmented reality (AR), virtual reality (VR), mixed reality (MR), serta aplikasi GenAI multimodal akan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan trafik data dalam beberapa tahun mendatang.
Di tengah tren tersebut, operator telekomunikasi diperkirakan akan semakin fokus memperluas jaringan 5G dan menambah kapasitas spektrum untuk mengakomodasi kebutuhan data yang terus meningkat.
XLSMART fokus pada bisnis internet rumah sebagai sumber pendapatan baru, memanfaatkan basis pelanggan seluler dan meningkatkan kualitas layanan untuk pertumbuhan. [535] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (XLSMART) juga melihat kesenjangan antara pengguna seluler dan internet rumah masih cukup besar, dengan jumlah pengguna layanan seluler yang jauh lebih dominan.
Perusahaan menegaskan bahwa pendapatan yang dibukukan dari internet rumah menjadi sumber pemasukan baru, bukan pelengkap dari layanan seluler.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza mengatakan kondisi tersebut menjadi peluang pertumbuhan bagi XL SATU. Pasca-merger, XLSMART menempatkan layanan home broadband sebagai salah satu dari tiga pilar bisnis utama dan akan terus mendorong ekspansi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang semakin meningkat.
“XLSMART juga terus memperluas layanan home broadband sebagai sumber pertumbuhan baru, bukan sekadar pelengkap bisnis seluler,” kata Reza kepada Bisnis, Jumat (19/6/2026).
Menurut Reza, harga memang masih menjadi pertimbangan awal pelanggan. Namun, faktor yang lebih menentukan dalam mempertahankan pelanggan adalah kualitas jaringan dan pengalaman pengguna. Karena itu, perusahaan berfokus pada peningkatan kualitas layanan serta monetisasi pelanggan eksisting dibandingkan bersaing melalui perang tarif.
“Kami berkeyakinan kompetisi melalui kualitas dan pengalaman pelanggan akan lebih memperkuat keberlanjutan industri telekomunikasi yang lebih sehat,” kata Reza.
Untuk mendorong adopsi layanan internet rumah, XLSMART memanfaatkan basis pelanggan seluler yang mencapai lebih dari 69 juta pelanggan melalui strategi cross-selling.
Salah satu caranya adalah menawarkan berbagai paket bundling yang mengintegrasikan layanan internet rumah dan seluler dalam satu ekosistem, termasuk add-on “Kuota HP Sekeluarga”. Perseroan juga memberikan program peningkatan kecepatan tanpa kenaikan harga guna mendorong migrasi pelanggan.
Selain itu, integrasi jaringan nasional yang ditargetkan rampung pada akhir 2026 diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan XL SATU ke wilayah yang sebelumnya hanya dilayani jaringan seluler.
“Di sisi infrastruktur, integrasi jaringan secara nasional yang sudah hampir selesai dan ditargetkan rampung akhir 2026 akan memperluas jangkauan XL SATU ke area yang sebelumnya hanya terlayani seluler,” ungkapnya.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif menilai prospek pasar fixed broadband dalam tiga hingga lima tahun ke depan masih sangat menjanjikan. Menurutnya, industri akan bergerak menuju layanan internet yang semakin cepat dengan harga yang semakin terjangkau, seiring meningkatnya kualitas jaringan dan kompetisi di pasar.
“Jadi ke depan masyarakat mendambakan kecepatan internet yang lebih affordable dan juga lebih cepat lagi ke depannya, kalau melihat trend akhir-akhir ini ya di market,” kata Arif kepada Bisnis.
Arif menjelaskan internet seluler masih menjadi pilihan utama masyarakat karena cakupan jaringannya yang luas hingga ke berbagai wilayah pelosok serta didukung penetrasi jaringan 4G yang relatif baik. Namun, kebutuhan trafik data diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI), aplikasi digital, dan berbagai layanan berbasis data lainnya.
Menurutnya, layanan internet seluler pada akhirnya tidak akan mampu memenuhi seluruh kebutuhan konektivitas masyarakat. Karena itu, fixed broadband akan tetap menjadi tulang punggung infrastruktur internet di masa depan.
Arif juga menilai tingkat penetrasi fixed broadband dapat menjadi salah satu indikator kemajuan Indonesia menuju negara maju. Untuk itu, pembangunan infrastruktur dasar telekomunikasi, khususnya jaringan backbone dan kabel laut antarpulau, perlu terus diperkuat agar penetrasi internet tetap dapat meningkat secara berkelanjutan.
Selain persoalan infrastruktur, hasil survei APJII menunjukkan sejumlah faktor yang membuat masyarakat belum berlangganan internet tetap, antara lain cakupan layanan yang belum merata, faktor harga, hingga karakteristik masyarakat yang masih sering berpindah tempat tinggal dan lebih mengandalkan layanan seluler.
“Ketiga mungkin beberapa masyarakat merasa tinggalnya tidak tetap atau berpindah-pindah jadi hanya mengandalkan hanya cellular,” ungkapnya.
XLSMART meluncurkan ESTA Prime, platform AI dan 5G untuk transformasi digital korporasi, menargetkan sektor dengan regulasi tinggi dan UKM dengan solusi cloud lokal. [1,424] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) memanaskan persaingan dalam memperebutkan pendapatan dari segmen enterprises di tengah saturasi pasar ritel dengan mengandalkan ESTA Prime.
Namun, solusi B2B ini lahir pada era yang kurang prime, atau saat sejumlah korporasi memutuskan untuk mengkaji ulang investasi di sektor teknologi & informasi (IT). Ketangguhan dalam produk ini langsung menghadapi ujian.
Sekadar informasi, ESTA Prime adalah platform digital terintegrasi berbasis AI dan 5G yang diluncurkan oleh XLSMART for BUSINESS untuk membantu korporasi mempercepat transformasi digital.
Platform ini berfungsi sebagai "pusat kendali" yang menyatukan teknologi, pengelolaan data, operasional bisnis, dan pengambilan keputusan ke dalam satu ekosistem terpadu.
Ada dua pilar di ESTA Prime, pertama Technology Platform seperti layanan Cloud lokal, Kecerdasan Buatan (AI) & Machine Learning, platform visualisasi data, cybersecurity, Industrial IoT (IIoT), dan konektivitas. Kedua, Advanced Managed Services yang menawarkan dukungan operasional penuh berupa monitoring, otomatisasi sistem, hingga bantuan teknis langsung agar seluruh teknologi tersebut berjalan optimal dan aman.
Sederhananya, bayangkan sebuah perusahaan sebagai pesawat terbang besar. Dahulu, pilot (manajemen) harus mengecek mesin, sayap, dan radar secara manual dan terpisah-pisah. ESTA Prime hadir sebagai kokpit digital terintegrasi.
Di dalam kokpit ini, semua data penerbangan, kondisi mesin, cuaca (operasional bisnis), dan rute penerbangan disatukan dalam satu layar terpadu berbasis AI dan teknologi super cepat (5G) untuk membantu pilot mengambil keputusan terbang dengan cepat dan akurat.
Ilustrasi alur kerja ESTA Prime
Tidak hanya itu, kokpit canggih tentu percuma jika pilot harus mengoperasikan semuanya sendirian saat terjadi keadaan darurat.
Pilar kedua ini adalah Sistem Otopilot Pintar sekaligus Tim Teknisi Siaga yang memonitor pesawat selama 24 jam. Mereka memastikan sistem otomatisasi berjalan lancar, mendeteksi jika ada gangguan teknis secara real-time, dan memberikan bantuan langsung agar pesawat tetap terbang dengan aman, optimal, dan tidak jatuh.
Pembeda dan target pasar
Group Head Enterprise Automation & CLM XLSMART Ferry Hariyanto menjelaskan pengembangan infrastruktur ESTA Prime menjadi pembeda utama perusahaan dibandingkan dengan penyedia layanan global atau hyperscaler asing.
Berbeda dengan pemain global yang mengklaim kedaulatan data di Indonesia tetapi entitasnya berada di luar, Ferry mengatakan XLSMART merupakan perusahaan lokal yang memiliki pusat data (data center) dan jaringan utama (backbone) mandiri di dalam negeri.
Infrastruktur cloud tersebut dibangun di dua wilayah strategis, yakni Region 1 di Cibitung dan Region 2 di Serpong, yang dioperasikan sepenuhnya di bawah kendali internal perusahaan sebagai miniatur cloud mandiri.
Bagi pelaku usaha di sektor dengan regulasi kepatuhan tinggi (highly regulated sector) seperti perbankan maupun fasilitas kesehatan, menurut Ferry, aspek kedaulatan data (data sovereignty) seringkali menjadi hambatan utama dalam mengadopsi komputasi awan.
Guna mengatasi hambatan tersebut, XLSMART menghadirkan opsi on-premise edge platform, yang mampu memindahkan kapabilitas cloud langsung ke dalam pusat data internal milik klien sendiri menggunakan perangkat mini PC berkemampuan tinggi.
Ukuran infrastruktur tersebut sangat kecil sehingga dapat ditanamkan di berbagai infrastruktur.
“Kita sebutnya mini cluster. Jadi kebayang, dengan sekecil spek ini aja kita bisa deliver solusi on-premise cloud. Apalagi kalau yang server yang data center, yang besar-besar,” kata Ferry kepada Bisnis, dikutip Selasa (16/6/2026).
Edge Node ESTA Prime, infrastruktur mungil tempat menyimpan data secara fleksibel
Ferry menjelaskan perangkat mini cluster tersebut dirancang secara tangguh dengan sistem redundansi penuh, sehingga jika terjadi kegagalan pada salah satu unit server, sistem cadangan akan langsung mengambil alih operasional secara otomatis.
Meskipun kecil, kata Ferry, korporasi tetap dapat mengaktifkan 10 hingga 15 virtual machine untuk menjalankan berbagai aplikasi operasional esensial, seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), surat elektronik, hingga situs resmi perusahaan secara bersamaan. Jika terjadi pemadaman listrik total di lokasi klien, fleksibilitas infrastruktur lokal XLSMART menjamin kontinuitas operasional bisnis tetap terjaga tanpa risiko kehilangan data.
“Jadi sementara nanti dibuang ke atas dahulu. Nanti ketika sudah on lagi, kita bisa taruh lagi. Itu dari hal sovereignity,” kata Ferry.
Dari aspek pembiayaan, Ferry mengatakan solusi operasional mini cluster ini menawarkan efisiensi biaya yang sangat signifikan, di mana pengeluaran investasi modal dapat ditekan hingga sepersepuluh dari total anggaran pengadaan server konvensional yang umumnya berkisar antara Rp200 juta sampai Rp300 juta per unit.
Ferry menuturkan selain ke sektor perbankan, inovasi ini juga difokuskan pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) agar mereka dapat memiliki infrastruktur IT yang andal, ber-backup matang, serta memiliki kontrol penuh di bawah naungan regulasi lokal dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.
Efisiensi Beban SDM ...
IT Berjalan Tanpa Beban SDM
Keunggulan kompetitif lain dari ESTA Prime, tutur Ferry, terletak pada kemampuan memangkas kerumitan manajemen IT melalui fasilitas Experience Operation Center. Fasilitas monitoring ini memantau seluruh infrastruktur digital yang tersebar di lokasi operasional pelanggan secara terpusat.
Kehadiran layanan terkelola (managed services) ini secara langsung mengeliminasi kebutuhan klien untuk merekrut tim engineer internal dalam jumlah besar, sehingga manajemen hanya perlu menempatkan seorang IT Operation Manager bersama staf pendukung administrasi.
Evaluasi internal menunjukkan potensi penurunan biaya operasional (cost reduction) dari pemangkasan investasi SDM dan otomatisasi perangkat ini mampu menyentuh angka 25% hingga 30% dari total anggaran pengeluaran IT tahunan korporasi.
“Itu adalah pembedanya dibandingkan dengan kompetitor lain,” kata Ferry.
Dalam implementasi praktis di sektor manufaktur, ESTA Prime menjadi jawaban atas permasalahan klasik korporasi, yakni fragmentasi basis data dan banyaknya aplikasi internal yang terpisah.
Melalui konsep unified data integration, platform ini mengintegrasikan seluruh aliran data mentah (feeding information) dari lini produksi, manajemen gudang (warehouse management), hingga pemantauan armada logistik (fleet management). Seluruh data tersebut dibersihkan (cleansing) sebelum disajikan dalam bentuk visualisasi dashboard tunggal yang interaktif.
“Kalau mereka harus build sendiri, butuh orang data integration, butuh orang UIUX untuk bangun dashboardnya, butuh engineer untuk integrasiin semua. Kan macam-macam lah,” ungkap Ferry.
Ilustrasi papan pemantauan operasional perusahaan
Dengan visualisasi data real-time, manajemen pabrik juga dapat mendeteksi tingkat utilitas mesin yang menganggur (idle running time) secara akurat, dari semula membutuhkan waktu evaluasi berjam-jam menjadi hitungan menit. Integrasi ini juga mencakup aspek non-IT, seperti sistem pemantauan kamera keamanan online dan manajemen konsumsi energi di seluruh area pabrik.
Transformasi digital serupa juga dapat direplikasi pada sektor layanan kesehatan seperti rumah sakit swasta maupun rumah sakit umum daerah (RSUD). Melalui ESTA Prime, manajemen rumah sakit dapat memantau tingkat keterisian tempat tidur (occupancy rate) untuk pasien rawat inap secara transparan dan otomatis dengan menggabungkan input data manual serta sensor berbasis Internet of Things (IoT). Langkah integrasi ini meminimalisasi potensi manipulasi data ketersediaan kamar, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pasien secara menyeluruh.
“Ini lebih transparan, jadi customer juga akhirnya, oh rumah sakit ini transparan, jadi tertarik. Jadi outputnya bisa untuk si kliennya, ada juga untuk si customer klien tersebut,” pungkas Ferry.
Di samping itu, untuk mendukung operasional korporasi yang memiliki ratusan kantor cabang di berbagai wilayah Indonesia, XLSMART melengkapi ESTA Prime dengan Network Monitoring System serta ticketing system yang terstruktur layaknya fungsi helpdesk.
Melalui dukungan jaringan engineer lapangan (field engineer) nasional yang dimiliki XLSMART, penanganan gangguan teknis di daerah dapat segera diselesaikan secara preventif sebelum muncul keluhan dari pelanggan akhir korporasi, menjadikan ESTA Prime sebagai solusi end-to-end yang tangguh, efisien, dan sepenuhnya patuh pada regulasi domestik.
Tampilan papan pemantauan ESTA di sektor kesehatan (Rumah sakit)
Waktu yang Tidak Menguntungkan
Sementara itu mengenai momen kehadiran ESTA Prime di tengah kondisi efisiensi korporasi dan tekanan kurs, Chief Enterprise Business XLSMART, Faby Sallyanto, justru melihat ini sebagai peluang.
Dia menyampaikan solusi ESTA Prime yang ditawarkan kepada klien memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebab, seluruh solusi dijual dengan harga Rupiah, bukan dolar. Alhasil calon klien tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi. Selain itu, XLSMART juga mendorong strategi harga pada peluncuran ESTA Prime.
“Karena [ESTA] ini kita spesifik untuk kebutuhan industri di Indonesia. Apalagi tadi dalam Rupiah, dia [hyperscale] langsung dalam Dolar," ujar Faby kepada Bisnis.
Di samping faktor penyesuaian skala infrastruktur, perbedaan mendasar juga terletak pada struktur biaya sumber daya manusia (cost structure base). Vendor global umumnya mendatangkan tenaga ahli internasional dengan standar kompensasi ekspatriat yang tinggi, yang kemudian dibebankan pada harga jual layanan kepada konsumen. Sebagai penyedia lokal, XLSMART memaksimalkan talenta domestik untuk memangkas komponen biaya keahlian tersebut tanpa mengurangi kualitas desain arsitektur jaringan.
Langkah ini sekaligus menjadi momentum transformasi peran XLSMART dari yang semula bertindak sebagai penyalur produk (reseller) pihak ketiga, kini beralih menjadi pemilik infrastruktur awan mandiri (Cloud Infrastructure).
Kepemilikan aset teknologi secara mandiri memberikan fleksibilitas penuh bagi manajemen untuk mengontrol margin keuntungan serta menentukan harga jual yang jauh lebih bersahabat bagi pasar lokal.
Strategi penetrasi pasar ini akan diperkuat melalui program insentif khusus yang memanfaatkan momentum pelaksanaan forum bisnis tahunan perusahaan.
Manajemen bersiap memberikan penawaran harga khusus (special price) bagi para mitra korporasi yang melakukan kesepakatan transaksi selama perhelatan Bravo Summit berlangsung.
Paket potongan harga ini dirancang sebagai instrumen akselerasi bagi korporasi yang ingin bermigrasi ke ekosistem digital lokal yang andal, efisien, serta aman dari risiko lonjakan biaya akibat fluktuasi valuta asing.
XLSmart for Business menjawab tantangan transformasi digital dengan integrasi tujuh pilar teknologi, Forum Bravo 500 Summit 2026 dorong kolaborasi industri. [487] url asal
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis.
Beragam teknologi mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan (cloud), pusat data, keamanan siber, hingga konektivitas membutuhkan integrasi yang tepat agar mampu memberikan nilai optimal bagi korporasi.
Melihat tantangan tersebut, XLSmart for Business menawarkan peran sebagai mitra integrator yang membantu korporasi mengelola dan menghubungkan seluruh ekosistem digital mereka.
Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, mengatakan bahwa dunia digital saat ini dibangun di atas tujuh pilar utama, yaitu data, perangkat (device), konektivitas (network), aplikasi, keamanan (security), infrastruktur digital, serta AI dan analitik data.
Menurutnya, ketujuh pilar tersebut telah menjadi kebutuhan bagi individu maupun korporasi. Namun, tidak banyak perusahaan yang memiliki pemahaman menyeluruh mengenai seluruh komponen tersebut.
"Kalau disederhanakan, semesta dunia digital itu ada tujuh pilar. Mulai dari data, perangkat, konektivitas, aplikasi, keamanan, infrastruktur digital seperti cloud, data center dan GPU, hingga AI dan data analytics," ujar Andrijanto dalam Bravo 500 Summit 2026 yang digelar XLSMART for Business di Jakarta.
Ia menilai tantangan utama perusahaan saat ini bukan sekadar menentukan teknologi yang akan digunakan, melainkan bagaimana mengintegrasikan berbagai solusi digital yang tersedia di pasar.
"Isunya adalah ketujuh hal ini sudah menjadi keniscayaan bagi korporasi dan individu. Tapi pertanyaannya, siapa yang benar-benar memiliki pengetahuan lengkap mengenai ketujuh pilar ini? Bahkan rata-rata CEO mungkin hanya memahami sekitar 20% saja," katanya.
Selain itu, banyaknya pilihan teknologi, merek, dan penyedia layanan juga membuat perusahaan menghadapi tantangan dalam menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
"Kalaupun memiliki sumber daya untuk membeli semuanya, pertanyaan berikutnya adalah mau membeli yang mana. Karena brand begitu banyak, supplier begitu banyak, dan yang terlibat juga sangat banyak," ucapnya.
Andrijanto menambahkan, persoalan integrasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap talenta digital, platform orkestrasi, hingga kebijakan yang mendukung transformasi digital secara menyeluruh.
Menjawab tantangan tersebut, XLSmart for Business berupaya mengambil peran sebagai penghubung berbagai komponen dalam ekosistem digital tersebut.
Menurutnya, sebagai perusahaan telekomunikasi, XLSmart memiliki pengalaman mengelola dan mengintegrasikan berbagai elemen teknologi untuk mendukung operasional perusahaan.
"Saya coba gambarkan dalam satu kapal induk, inilah XLSmart for Business. Karena kami di dunia telekomunikasi, hidup kami sehari-hari adalah mengorkestrasi tujuh pilar digital ini untuk kebutuhan kami sendiri," kata dia.
Andrijanto juga menjelaskan XLSmart yang merupakan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren yang secara resmi telah beroperasi selama sekitar 1 tahun 4 bulan. Saat ini perusahaan memiliki tiga lini bisnis utama, yakni layanan konsumen (consumer), layanan internet rumah (home broadband), dan layanan bisnis atau enterprise.
Melalui Bravo 500 Summit 2026 yang mengusung tema "AI dan Integrasi Data", perusahaan berharap dapat menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat.
"Forum ini menjadi sangat penting agar para CEO, C-Level, pelaku industri, hingga regulator dapat menambah wawasan, memperluas relasi, dan berkolaborasi untuk bertumbuh bersama. Mari kita hadirkan solusi untuk korporasi dan solusi untuk negeri," tutupnya.
XLSmart menargetkan 20% pendapatan dari segmen B2B dengan memperkuat layanan enterprise melalui Bravo 500 Summit dan platform Esta Prime. [350] url asal
XLSmart menargetkan segmen bisnis enterprise atau business-to-business (B2B) dapat menyumbang hingga 20 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Untuk mencapai target tersebut, operator telekomunikasi ini mengandalkan penguatan layanan enterprise melalui ajang Bravo 500 Summit serta platform solusi digital Esta Prime.
Chief Enterprise Business XLSmart, Feby Sallyanto, mengatakan perusahaan kini tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan layanan konektivitas.
"Kita berperan di connectivity sudah pasti, kemudian kita juga berperan di data integrasi, kemudian kita juga berperan di penguatan security dan juga integrasi application," ujar Feby di Jakarta.
Menurut Feby, kebutuhan dunia usaha saat ini telah berkembang melampaui sekadar akses internet. Perusahaan membutuhkan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung efisiensi operasional dan mempercepat transformasi bisnis.
Karena itu, XLSmart terus memperkuat portofolio layanan enterprise agar mampu bersaing di tengah tingginya permintaan terhadap solusi digital dari berbagai sektor industri.
Ia menjelaskan, bisnis enterprise diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan kedua bagi perusahaan, di luar segmen konsumen yang selama ini ditopang oleh merek XL, Axis, dan Smartfren.
"Enterprise bisnis yang menjadi bagian dari XLSmart itu mencoba untuk aim 20% kontribusi. Nah Bravo 500 Summit, kemudian juga Esta Prime dan produk-produk kita yang lain itu kita harapkan dapat realisasikan cita-cita kita tadi. 20% kontribusi terhadap XLSmart," kata Feby.
Meski demikian, segmen konsumen masih menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Namun, XLSmart melihat potensi pertumbuhan yang signifikan dari pasar enterprise seiring meningkatnya kebutuhan solusi digital di kalangan korporasi, institusi, dan pelaku usaha.
"Consumer market tentunya yang paling utama, paling besar ya ada brand XL, Axis, Smartfren. Tapi kita coba jadi second engine," ucapnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, XLSmart kembali menggelar Bravo 500 Summit 2026 pada 11 Juni 2026. Forum yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini akan mempertemukan pelaku bisnis, pimpinan perusahaan, serta para pemangku kepentingan untuk membahas isu transformasi digital, konektivitas, keamanan siber, dan pemanfaatan teknologi terkini dalam dunia usaha.
Ajang tersebut juga menjadi sarana bagi XLSmart untuk memperkenalkan berbagai solusi enterprise sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan korporasi.
Sementara Esta Prime merupakan platform layanan enterprise milik XLSmart yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis melalui solusi konektivitas, integrasi data, keamanan siber, serta integrasi aplikasi dalam satu ekosistem layanan.
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56